Penulis
3 tahun lalu · 247 view · 3 min baca menit baca · Pendidikan img-20160529-wa0008.jpg
Rekrutmen Guru Bangsa Lapenmi HMI Cab. Ciputat ke-V

Lapenmi untuk HMI, HMI untuk Negeri

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia yang memiliki sejarah panjang serta telah ikut andil dalam perjuangan bangsa Indonesia. Lahir pada masa mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Kesatuan Indonesia, tepatnya pada 5 Februrari 1947, HMI hadir sebagai gerakan mahasiswa yang turut mempertahankan kemerdekaan di Indonesia.

Waktu terus berlalu, HMI terus berproses dan mengalami naik turun dalam keberadaannya di negeri ini. HMI pun mengalami fase-fase perjuangan, seperti fase berdirinya HMI, fase pengokohan, fase di mana HMI bahkan hampir dibubarkan, fase kebangkitan, dan hingga saat ini HMI terus berproses walaupun tidak sesemarak dahulu dan juga dengan tantangan yang berbeda.

Fenomena kejumudan organisasi dan semakin apatisnya mahasiswa terhadap organisasi yang terjadi di hampir semua organisasi mahasiswa saat ini pun terjadi di HMI. Setiap tahunnya mahasiwa baru masuk universitas dan kemudian terjadi ajang saling tarik menarik dalam perekrutan anggota yang menyebabkan gesekan antar organisasi, dan bahkan hal ini membuat semuanya lupa akan tujuan awal organisasinya masing-masing.

Selain itu, perebutan kekuasaan di organisasi intrakampus pun menambah kesibukan tahunan yang selalu dilakukan oleh tiap organisasi, hal ini membuat mahasiswa awam menganggap bahwa ada dan keberadaan organisasi ekstra kampus hanya untuk memperebutkan kursi kekuasaan di dalam kampus dan sibuk dalam hal politik saja.

Ditambah lagi dengan semakin terkekangnya pergerakkan organisasi ekstra di dalam kampus dengan banyaknya peraturan yang membuat HMI dan organisasi lainnya pun semakin sulit untuk berbuat banyak di dalan kampus. Selain itu, mahasiswa hari ini semakin disibukkan dengan banyaknya tugas dan peraturan yang membuat mereka semakin apatis dengan keberadaan organisasi.

Dengan segala permasalahan yang terjadi hari ini, maka perlu adanya gerakan yang membuat masyarakat dan mahasiswa melihat bahwa HMI tidak hanya sibuk dengan hal-hal yang berbau politik dan terkadang lupa dengan tujuannya untuk masyarakat dan bangsa.

Di tengah permasalahan HMI (yang juga sedang dialami oleh organisasi lainnya), lahir organisasi-organisasi dan lembaga kemasyarakatan yang modern dan telah menjawab tantangan zaman saat ini di berbagai bidang, salah satunya di bidang pendidikan, seperi lahirnya 1000 guru dan Indonesia Mengajar.

Organisasi-organisasi tersebut menjadi inspirasi bagi gerakan-gerakan lainnya yang terfokus untuk mengabdi kepada negeri dan bertujuan untuk berbagi kepada daerah-daerah yang kekurangan di bidang pendidikannya. Organisasi modern inilah yang kemudian lebih diminati oleh mahasiswa untuk menjadi volunteer.

Lalu di manakah HMI? Beberapa saat lalu telah bangkit kembali salah satu lembaga pengembangan profesi yang telah lama tak terdengar namanya, yaitu Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Lapenmi) di HMI Cabang Ciputat.

Lembaga ini hadir kembali untuk mewujudkan pertanyaan tentang tujuan HMI sebenarnya yaitu "Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang benafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya  masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT" yang jika ditafsirkan memiliki tujuan yang sangat mulia untuk masyarakat.

Terinspirasi dari pertanyaan tentang tujuan ini dan juga tentang gerakan-gerakan baru yang modern di bidang pendidikan, maka Lapenmi pun kemudian membuat gerakan serupa yang lebih terfokus di bidang pengabdian di bidang pendidikan dan kemasyarakatan di daerah pesisir, tepatnya di Binuangeun, Lebak, Banten.

Melalui gerakan ini, HMI melalui Lapenmi yang juga mengajak volunteer dari lintas organisasi dan lintas kampus kembali hadir di masyarakat untuk memberi manfaatnya. Selain berbagi ilmu di sekolah yang memerlukan uluran tangan, Lapenmi juga berbagi ilmu keislaman di masyarakat pesisir.

Selain kegiatan pengabdian pendidikan dan kemasyarakatan di pedalaman dan pesisir, Lapenmi pun memiliki kegiatan sosial kemasyarakatan di bidang pendidikan lainnya, seperti mengajar TPA di daerah sekitar, berbagi pada saat bencana dan berbagi di panti asuhan sekitar, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Melalui gerakan-gerakan Lapenmi inilah HMI dapat kembali hadir untuk masyarakat dan mengembalikan HMI ke tujuan awalnya yaitu mengabdi untuk masyarakat negeri ini. Dan hal positif lainnya, mulai timbul semangat untuk kembali mengaktifkan Lapenmi di berbagai wilayah, dan yang semoga akan menjadi titik balik kebangkitan HMI di dunia kampus dan masyarakat.

Artikel Terkait