Live yoga, be a yogi! Make yoga as a lifestyle. Lakoni yoga, jadilah yogi! Jadikan yoga sebagai gaya hidup.

Apa iya kita bisa melakoni yoga?  Ya, yoga bisa menjadi bagian dari keseharian kita. Yoga samasekali tak sulit untuk dilakoni, dipraktekan. Asal ada will power, kemauan yang kuat, maka jadilah yoga sebagai lifestyle kita.

Latihan-latihan jungkir balik bukan yoga, tapi senam, yang dikaitkan dengan kecantikan, seksualitas, dan sebagainya. Latihan ini hanya mengolah fisik. Padahal, kesadaran manusia terdiri atas lima lapisan; fisik, psikis, mind atau gugusan pikiran dan perasaan, inteligensi, dan lapisan spiritual—tulisan pendek ini tidak membahas hal tersebut.

Yoga adalah spiritual science. Ilmu yang mengeksplorasi, menyelami dan mengakses lapisan-lapisan tadi, serentak memberdayakan diri sendiri. Pelaku yoga, saintis yang menyelami diri sendiri, disebut yogi. So, yogi bukanlah orang yang luar biasa, tapi sangat biasa dan manusiawi karena mengenal diri sendiri.

Ia yang melakoni yoga hidup berkesadaran. Sehat secara jiwa-raga, holistik. Asana, postur yoga yang benar, membantu peningkatan kesadaran dalam diri praktisi.  Dan, terjadinya peningkatan kesadaran memberikan kebugaran pada tubuh, ketenangan pada pikiran dan ketentraman pada jiwa kita.

Ajakan di  awal tulisan ini datang dari Anand Krishna. Anand mulai memperkenalkan yoga dan meditasi kepada masyarakat Indonesia sejak tahun 1991. Yoga memang tak terpisahkan dari meditasi. Anand mengoreksi penyimpangan terhadap tujuan yoga yang dilakukan mereka yang tidak bertanggung jawab.

Anand membarui pemahaman dan mengembalikan tujuan yoga. Yaitu, sebagai sains yang menuntun manusia meniti jalan ke dalam diri. Ia meramu program latihan berdasarkan sutra-sutra Patanjali dan pengalaman pribadinya--sembuh dari penyakit leukemia, dinamai Neo Kundalini Yoga. Penjelasan dan latihan-latihan tersebut diterbitkan Gramedia pada tahun 1999.

Asana atau postur-postur yoga , ditambah afirmasi dan cleansing, bukanlah yoga. Namun, itu sarana untuk memasuki yoga, alam meditasi. Yoga menuntun kita pada hidup  meditatif, hidup berkesadaran dan welas asih. Sembuh dari kanker atau penyakit lainnya, bebas dari ketergantungan pada rokok atau narkoba, dan sebagainya, adalah bonus laku hidup yoga.

Apakah yoga itu ritual agama tertentu? Saya tak tahu apa agama Patanjali. Yang saya tahu ia lahir di wilayah Sindhu. Dan, Sindhu adalah sebuah peradaban tinggi di mana Nusantara termasuk di dalamnya.

Dalam Patanjali-Vivaha, diriwayatkan ia berada di sekitar Gunung Meru, gunung legendaris yang amat mungkin berada di kepulauan Nusantara. Wilayah itu sangat subur. Tapi, di tengah kelimpahan, ia merasakan kehampaan jiwa. Ia bertemu seorang gadis—walau lahir dalam keluarga kaya raya, si  gadis tetap merasa hampa. Namanya tercatat dalam naskah-naskah kuno sebagai Lolupa.

Sutra-sutra karya Patanjali  sesungguhnya merupakan ajarannya kepada Lolupa. Hadiah yang ia berikan kepada kekasihnya, lebih dari duaribu tahun lalu. Ia menjelaskan pentingya yoga sebagai disiplin dalam hidup, yang mengantar manusia ke Alam yang merupakan habitat Jiwa. Alam itu hanya bisa dicapai dengan cara meniti jalan ke dalam diri—itulah Yoga (Anand Krishna, 2015)

Penemuan Patanjali ini untuk kemaslahatan seluruh umat manusia. Newton seorang Kristen, namun hukum gravitasi yang ditemukannya bukan saja untuk masyarakat dunia yang seagama dengan jenius itu. Pun demikian. tanpa kecuali,  yoga untuk kebaikan seluruh umat manusia.

Dengan melakoni yoga, kita semakin relijius dalam arti sebenarnya. Kita menjadi khusuk dalam ibadah sebagai persembahan cinta kepada Ilahi. Agama, dengan aturan dan ritualnya, tidak lagi dijalankan demi pahala surga atau perolehan materi, tapi menjadi perhiasan jiwa yang membuat setiap pribadi berkilau cinta kasih dan kebajikan.

Baiklah kita keluar dari tempurung prasangka dan stigma bahwa yoga adalah ritual suatu agama. Mari, bersama warga dunia kita rayakan yoga sebagai gaya hidup. UN General Assembly, sejak 2015, sudah menetapkan tanggal 21 Juni sebagai Hari Yoga Sedunia. UNGA menerima gagasan PM India Narendra Modi yang disampaikan pada tanggal 27 September 2014.

Berkata Modi, “Yoga embodies unity of mind and body; thought and action; restraint and fulfillment; harmony between man and nature; a holistic approach to health and wellbeing   It is not about exercise but to discover the sense of oneness with yourself, the world and the nature. By changing our lifestyle and creating consciousness, it can help in wellbeing” (Wikipedia).

Terjemahan bebas, “Yoga bukan olah raga belaka, tapi ilmu untuk menemukan persatuan dan kesatuan, bahwa kita tidak terpisah dari semesta. Yoga adalah pendekatan holistik, ialah mencakup pengolahan mind dan tubuh, menyelaraskan pikiran dan tindakan, dan pengendalian diri. Dengan menjadikan yoga sebagai gaya hidup dan untuk meningkatkan kesadaran, kita meraih kesentosaan”.

Lakoni yoga. Dan, jadilah yogi, saintis yang menjelajahi dan menyelami serentak memberdayakan diri sendiri.