Lagu Anggun menuju kota Semarang

"Avant que le hour se lève
Il connaît déjà l’horizon
Celui des murs sans fenêtres
Où s’envolent les illusions"

Lagu berbahasa Perancis mengalun lewat headseat diatas bus ini. Menurutku perpaduan mendengarkan musik sambil menatap keluar jendela bus adalah komposisi yang tepat. Saya yakin kalian berpendapat sama. Lagu ini milik penyanyi Anggun di album Toujours Un Ailleurs.

Album yang hampir seluruhnya menggunakan bahasa prancis ini menjadi salah satu playlist wajib saya di sepanjang tahun 2016. Saya bukan mahasiswa sastra Prancis saya juga tidak mengerti bahasa ini. Tapi musik itu universal, saya suka alunan melodi dan suara khas penyanyinya meskipun tidak tahu artinya. Tapi, menurut saya terkadang tidak cukup sampai disitu, rasa penasaran mendorongku untuk mencari makna lagunya.

Bermodal Google translate dan tanya pada teman yang ahli dalam bahasa Perancis akhirnya saya tahu bahwa Toujours Un Ailleurs artinya selalu ada tempat lain. Menurut saya pribadi lagu-lagu di album ini mengajak kita semua untuk berpetualang menempuh perjalanan yang panjang, melewati tempat yang baru untuk mengejar mimpi kita. Selain karena suka akan lagunya, saya merasa keseluruhan track di album tersebut adalah soundtrack dalam hidupku saat ini yang berawal dari mimpi.

Mimpi, kalian pasti sudah pernah mendengar kata kunci ini. Bahkan banyak Buku atau Novel yang menulis betapa saktinya kata ini. Tapi kadang kita juga sadar betapa susahnya untuk mencapai mimpi itu dan banyak yang memyerah untuk menggapai mimpi-mimpinya.

Di sini saya tidak akan menceritakan pencapaian-pencapaian yang sudah saya raih atau mimpi saya yang menjadi kenyataan. Tapi, kalian tahu, saya juga belum bisa mencapai mimpi itu dan sempat berfikir untuk berhenti mendapatkanya. Tapi kisah dari seorang sahabat kembali membangunkan saya untuk bangkit.

Beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan teman semasa SMA. Hampir 4 tahun kita tidak pernah bertemu. Tentu senang rasanya bisa berjumpa. Terlintas seperti bernostalgia, teringat dulu dia yang sering berdebat denganku di organisasi atau dulu waktu kita sama-sama ikut lomba dalam satu tim setidaknya itu yang ada di memoriku.

Terakhir yang saya tahu dia bekerja di perusahaan swasta yang bergerak bidang ekpedisi logistik antar negara di Bali. Hal itu juga cukup membanggakan karena tidak mudah bergabung di perusahaan dengan puluhan cabang di dunia itu.

Kini dia memberikan kejutan lagi padaku, awal tahun 2017 dia mendapat beasiswa S1 di salah satu universitas kota Fremantle, Australia. Sungguh bangga mendengarnya . Karena memang dari dulu dia ingin sekali bisa mengunjungi Negara itu.

Bahkan, membeli buku tentang Geografi dan sosial ekonomi Australia. Aku terkadang iri dengannya  dan semua pencapainya. Sejenak aku berfikir, kita berjuang bersama, belajar yang sama dan mendapatkan pendidikan yang sama, tapi kenapa hasilnya berbeda? apakah hidup ini cukup adil?.

Dalam sekejap akupun membuang jauh-jauh semua keluhan kurang bijak itu, seperti a-be-ge labil saja. Satu hal yang harus disadari adalah setiap orang mempunyai jalan yang berbeda juga proses dan hasil yang berbeda pula. Sudah merupakan jalan Tuhan untuk kita sebagai manusia.

Karena hasil bukan segalanya yang terpenting adalah diri kita terbentuk melalui proses proses dalam melewati kehidupan. Dan karena hal itu aku tidak akan pernah menyesali setiap pilihan yang aku buat. Karena aku yakin akan ada saatnya mimpi ku juga akan terwujud suatu saat nanti selama saya tidak akan pernah menyerah.

Aku juga ingat sahabatku bercerita bahwa dulu dia saat di Bali harus bisa membagi waktunya untuk kerja dan kuliah D3 disana dan mengorbankan semua waktunya bahkan, untuk pulang ke kampung halaman dia tidak ada waktu yang cukup. Tentu itu proses yang sulit. Dia sangat pantas mendapatkan hasilnya setelah melalu proses yang panjang itu.

Dua belas list lagu sudah kuputar berkali-kali, menemani perjalanan dari kota Purwokerto menuju Semarang. Ya, aku akan mencoba meraih mimpiku disini setelah sebelumnya aku berpetualang di kota Banyumas dan Cirebon untuk menggapai mimpi juga.

Seperti hal nya sahabat lama ku yang sekarang sudah ada di luar Indonesia sana, dan juga seperti album anggun yang mengispirasi saya tentang perjalanan dan mimpi. Saya juga yakin akan tiba saatnya giliranku medapatkan apa yang sudah saya cita-citakan dengan cara dan proses yang berbeda tentunya.