Membaca berita dan sorotan terkait fenomena pengunduran diri 105 orang CPNS 2021 beberapa hari terakhir, membuatku kembali mengingat situasi yang sama yang juga pernah kualami.

Bagi sebagian orang, pengunduran diri CPNS tersebut sangat disayangkan, tapi bagi yang bersangkutan itu adalah keputusan yang tepat, dengan alasan gaji dan tunjangan yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Lalu muncul pertanyaan dan komentar beberapa netizen yang rada-rada sewot, “sudah tau gaji PNS kecil, ngapain juga ikut seleksi CPNS, kasian kan yang kepengen lulus, melihat mereka yang sudah mendapat kesempatan malah mengundurkan diri”.

Melihat fenomena tersebut, pikiranku agak berbeda dari apa yang dipikirkan netizen. Menurutku, mungkin saja alasan yang mencuat tersebut benar adanya, tapi mungkin juga ada alasan lain yang enggan mereka utarakan.

Bisa saja kan alasan sebenarnya bahwa menjadi PNS bukan lahir dari keinginan sendiri, melainkan keinginan dan desakan orang tua, yang membuat mereka terpaksa menurutinya.

 Walaupun pendapat tersebut terkesan subjektif, tapi setidaknya itulah yang sering terjadi di lingkungan sekitar kita, masih banyak orang yang beranggapan bahwa PNS adalah profesi terhormat, sehingga mereka mengarahkan anak-anaknya agar sedapat mungkin menjadi PNS.

Cerita yang sama juga kualami, bapakku yang kebetulan seorang PNS, memanggilku pulang ke kampung untuk segera mendaftar seleksi penerimaan CPNS. Saat itu sebenarnya aku sudah beberapa tahun bekerja di konsultan teknik di salah satu kota besar di Pulau Jawa.

Karena ingin menyenangkan hati bapakku, maka akupun pulang dan mengikuti seleksi CPNS tanpa antusiasme. Malam menjelang pengumuman hasil seleksi, aku sempat bermimpi kepalaku diusap-usap oleh Presiden Gus Dur, entah itu pertanda atau sekedar bunga tidur, namun yang pasti pagi harinya aku mendapat kabar bahwa aku lulus dalam seleksi CPNS.

Takdir barupun mulai kujalani, setelah dinyatakan lulus, aku ditempatkan di salah satu instansi yang bertugas di bidang perencanaan pembangunan. Tugas pertamaku membantu menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Antusiasmeku pun mulai tumbuh, aku merasa beruntung telah terpilih sebagai PNS, aku mulai menyadari bahwa peran PNS dalam kebijakan yang mendukung kesejahteraan rakyat, bukanlah peran yang main-main, tapi sebuah peran yang menentukan hajat hidup masyarakat banyak.

Namun tak bertahan lama, antusiame itu pun kembali meredup tatkala  aku menerima gaji pertamaku, aku terkaget-kaget saat mengetahui nominalnya yang jauh banget dari gajiku saat bekerja pada konsultan teknik.

Kegalauan sempat melandaku, “bisakah gaji sejumlah ini memenuhi kebutuhan hidupku?, bisakah aku menabung untuk memiliki rumah dan kendaraan?”. dan pada akhirnya terjawab, belum sampai 2 minggu, gajiku ludes hanya untuk membeli makanan sehari-hari. Untuk menggenapi semua kebutuhanku, akhirnya uang tabungan pun terus terpakai hingga tak bersisa.

Bapakku terus menyemangati dan menasehatiku agar tak berkecil hati, karena walaupun gaji seorang PNS kecil dan hidupnya sangat sederhana, tapi dibalik hal itu seorang PNS memiliki peluang yang sangat besar untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan negaranya.

Tahun demi tahun kujalani apa yang telah Allah tentukan, pada akhirnya kusadari bahwa profesi PNS adalah profesi yang sangat mulia dan strategis, yang di tangannya akan ditentukan segala kebijakan bagi perubahan kondisi masyarakat, daerah dan negara ke arah yang lebih baik.

Dampak dari kebijakan tersebut terlihat pada perubahan sosial ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, tersedianya infrastruktur wilayah, hingga terwujudnya pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

Kebijakan pembangunan masyarakat dari aspek sosial ekonomi diupayakan melalui peningkatan taraf hidup masyarakat dengan jalan meningkatkan derajat pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial, serta pengentasan kemiskinan dan program-program sosial ekonomi lainnya.

Untuk pelestarian lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem, kebijakan yang ditempuh adalah dengan memberlakukan pembatasan-pembatasan kegiatan pada kawasan lindung serta mengelola kawasan budidaya secara terkendali.

Adapun kebijakan untuk membuka keterisolasian wilayah guna menunjang pertumbuhan ekonomi, Pemerintah menyediakan infrastruktur yang semakin memadai berupa pembukaan jalan baru, jalan usaha tani, irigasi, penyediaan air bersih serta fasilitas kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

Untuk sarana kesehatan dan pendidikan yang sebelumnya tidak tersedia secara merata di seluruh kawasan, akhirnya dapat melayani seluruh masyarakat dengan jarak jangkau yang semakin dekat dan waktu tempuh yang singkat.

Hal yang membuatku sangat bersyukur menjadi seorang PNS adalah tatkala melihat perubahan pola pikir dan prilaku masyarakat sebagai dampak dari upaya pemberdayaan yang berkesinambungan.

Di era sebelum berkembangnya IT seperti saat ini, tidak banyak masyarakat terlebih kaum perempuan yang memiliki keberanian untuk berpendapat di muka publik. Tapi sangat berbeda dengan kondisi 10 tahun terakhir, semakin banyak masyarakat yang mau berpartisipasi dalam pembangunan, berkontribusi dengan ide-ide kreatif dan inovatif.

Yang tak kalah membanggakan adalah semakin meningkatnya pemahaman perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya, dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di segala lini kehidupan.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perempuan yang mampu memenangkan kontestasi politik, meraih posisi strategis dalam birokrasi dan dalam lembaga penting lainnya, serta tumbuhnya pengusaha perempuan dengan beragam talentanya.

Semua itu terwujud karena Pemerintah membuka peluang serta memberi kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi dalam pembangunan, juga untuk memperoleh akses, kontrol dan manfaat sumber daya yang tersedia.

PNS sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional memiliki andil yang besar untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat, sesuai yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

 Singkat kata, walaupun kehidupan PNS sangat sederhana, tapi ladang pahala yang bisa digarap teramat luas, asalkan bekerja sungguh-sungguh, dengan niat dan cara yang benar sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.