Apa yang Anda ketahui tentang istilah “labeling”? Ya, labeling adalah sebuah identitas yang diberikan oleh kelompok kepada individu berdasarkan ciri-ciri yang dianggap minoritas oleh suatu kelompok masyarakat. Labeling juga disebut sebagai penjulukan atau pemberian cap.

Labeling cenderung diberikan kepada orang yang memiliki penyimpangan perilaku yang tidak sesuai dengan norma di masyarakat. Dengan memberikan label pada diri seseorang, kita cenderung melihat mereka secara keseluruhan kepribadiannya, bukan pada perilakunya satu per satu.

Kasus labeling tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat. Kita sering kali menjumpai kasus ini di lingkungan keluarga. Sangat disayangkan, lingkungan keluarga yang merupakan lingkungan utama sebagai tempat terbentuknya karakter kepribadian anak. Namun tidak jarang kita masih menjumpai kasus tersebut disana.

Terbentuknya karakter kepribadian pada diri seseorang khususnya seorang anak berlangsung secara berkelanjutan. Artinya, tiap perkembangan akan didahului oleh perkembangan sebelumnya. Sementara itu perkembangan kepribadian anak juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu faktor genetik, faktor lingkungan, faktor orang tua hingga faktor sosial.

Orang tua sangat berperan dalam pembentukan karakter kepribadian anak, mengingat keluarga adalah lingkungan pertama dan utama untuk anak. Orang tua memiliki peran yang cukup penting dalam mengarahkan, mendidik, maupun membentuk kepribadian anak agar memiliki karakter yang baik, agamis, dan juga humanis.

Atas dasar itu orang tua yang bijaksana akan mengajak anak sejak dini untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Saat itulah pendidikan karakter diberikan. Memperkenalkan anak akan perbedaan di sekelilingnya dan memperlihatkan tanggung jawab kehidupan sehari-hari merupakan sarana anak untuk belajar menghargai perbedaan di sekelilingnya dan mengembangkan karakter.

Orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai universal yang dapat digunakan sebagai modal pembentukan karakter seorang anak. Beberapa peran orang tua dalam pembentukan karakter anak diantaranya mendukung kepercayaan diri; memberikan kasih sayang dan perhatian; memberikan batasan dan bersikap konsisten dengan disiplin; memberikan tauladan yang baik; serta selalu menjaga komunikasi baik kepada anak.

Sangat disayangkan beberapa orang tua melakukan kesalahan dalam mendidik buah hatinya. Beberapa orang tua kurang memperhatikan cara mendidik anak. Hal ini terlihat pada kasus “labeling”. Kasus ini sebenarnya merupakan sebuah tindakan kecil atau bisa dikatakan sepele namun sangat berpengaruh pada perkembangan karakter kepribadian anak.

Kasus labeling sangat marak terjadi di kalangan anak-anak. Kita sering menjumpai kasus tersebut mulai dari sekedar mendengar maupun melihat pelaku labeling pada anak. Sebagai contoh orang tua yang melontarkan kalimat ‘anak nakal’ atau ‘tukang berantakin‘ kepada sang anak. Padahal perkataan tersebut terdengar singkat, namun akan membekas di benak sang anak.

Perlu dipahami pengaruh labeling pada perkembangan kepribadian anak, ibarat sebuah spons. Seorang anak mudah sekali menyerap apa yang orang dewasa katakan kepadanya. Kalimat positif atau negatif mudah mereka cerna, karena daya ingat anak sangat baik. Mereka mudah sekali menerima dan menyerap informasi yang dilihat atau didengarnya dan disimpan dalam ingatan jangka panjang maupun pendek.

Kata-kata labeling yang disampaikan berulang-ulang akan membekas di dalam ingatan sang anak. Bagi seorang anak, apa yang dikatakan orang dewasa terutama orang tuanya akan berpengaruh pada perilaku mereka sehari-hari. Jika hal tersebut terus terjadi akan menjadi sebuah doktrin pada anak untuk menjadi kepribadian seperti label yang diberikan.

Bagi anak yang mengalami pelabelan negatif cenderung berfikir bahwa dirinya ditolak. Pemikiran ini akan berujung pada munculnya rasa minder akan dirinya sendiri. Anak akan cenderung menutup diri pada orang yang memberinya label tersebut bahkan dengan lingkungan luas. Ia juga pasti akan bersikap sesuai dengan cap yang diterimanya.

Anak yang dicap sebagai anak bodoh, akan bersikap sesuai label tersebut. Ia akan enggan untuk belajar dan cenderung turun semangat usahanya. Begitu pula dengan label anak nakal yang justru akan membuat si anak semakin nakal. Hal tersebut terjadi karena terdapat penolakan dalam diri anak untuk menjadi seseorang yang lebih baik karena pengaruh dari label tersebut.

Melihat dampak labeling yang ternyata cukup serius, tentunya kita sebagai orang tua tidak ingin hal tersebut terjadi dengan anak kita. Maka dari itu kita sebagai orang tua hendaknya harus bijaksana memperhatikan hal-hal kecil tersebut agar karakter kepribadian sang anak dapat berkembang dengan sempurna.

Bagi orang tua yang telah melakukan labeling kepada anak dan kepribadian anak cenderung terbentuk mengikuti label tersebut tidak perlu merasa khawatir. Orang tua masih bisa mengusahakan agar karakter kepribadian anak dapat kembali membaik. Yang pertama, orang tua bisa melakukan pendekatan kepada sang anak dan meminta maaf untuk segala label yang sering terlontar untuk anak.

Kepribadian anak yang terlanjur minder karena pelabelan tersebut mengharuskan orang tua lebih berusaha membangun kepercayaan diri anak tersebut. Yakinkan kepada sang anak jika mereka begitu berharga dan dapat menjadi seseorang yang lebih baik. Hal itu disebabkan karena sang anak yang sudah terlanjur terdoktrin label akan menganggap dirinya adalah seseorang yang remeh dan dipandang sebelah mata oleh dunia.

Apabila kondisi psikis anak sudah tenang dan dapat menerima nasihat, orang tua hendaknya menerapkan cara mendidik anak dengan sebaik mungkin. Hindari mematahkan kembali kepercayaan diri anak karena hal tersebut akan lebih merusak karakter kepribadian anak. Anak akan melakukan pemberontakan yang lebih dan menjadi seorang yang lebih bandel, sulit menerima masukan dari orang lain.

Melalui bentuk perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh orang tua, anak akan bangkit kembali dan berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Dengan begitu karakter kepribadian anak akan kembali membaik dan terjauh dari perbuatan menyimpang.