Penulis
2 tahun lalu · 184 view · 1 menit baca · Lingkungan taman-sari-persada_20151130_174713.jpg
Sumber foto:http://bogor.tribunnews.com

Kutukan Hujan di Kota Bogor

Kota Bogor semakin megah. Kota hujan ini mulai menggeliat untuk mempercantik diri. Taman-taman kota dibangun. Trotoar diperbaiki. Belum lagi wisata kuliner di kota ini. Semua itu membuat banyak orang datang ke Kota Bogor. 

Kota Bogor bukan lagi sekedar menjadi tujuan wisata sesaat saja. Kota ini telah menjadi salah satu tujuan orang untuk bermukim. Tak heran kemudian bermunculanlah perumahan-perumahan baru dan apartemen. Tak ketinggalan kawasan komersial baru tentunya.Iklan-iklan perumahan dan apartemen selain dapat dengan mudah dilihat di mall-mall, juga sepanjang taman pemisah di sepenjang jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor.

Namun, berkunjunglah ke Kota Bogor saat hujan lebat turun. Semua keindahan kota ini seakan menjadi sirna tersapu oleh derasnya hujan. Di sepanjang jalan, hampir semua drainase (saluran air) tidak mampu menampung air hujan. Air hujan pun meluber ke jalan-jalan raya. Di sepenjang Jalan Sholeh Iskandar, tempat iklan-iklan perumahan dan apartemen bertebaran, di saat hujan lebat turun, jalanan berubah menjadi seperti sungai.

Bahkan di Perumahan Tamansari Persada Kota Bogor, tak jauh dari jalan Sholeh Iskandar, selalu kebanjiran saat hujan lebat turun. Kota Bogor memang identik dengan hujan, namun beberapa tahun terakhir ini hujan justru menjadi sebuah kutukan warga kota. 

Kemegahan Kota Bogor ternyata menjadi pertanda adanya krisis ekologi. Maraknya pembangunan perumahan, apartemen hingga kawasan komersial baru membuat makin sulitnya air terserap dalam tanah setiap hujan turun di kota ini. Sebaliknya, setiap kali hujan turun air larian (run off) yang masuk ke sistem drainase menjadi semakin besar.

Akibatnya, sistem drainase tidak mampu menampung beban air larian tersebut sehingga meluberlah air itu di jalan-jalan raya. Ini yang menyebabkan jalan-jalan raya di sebagian Kota Bogor, termasuk di Perumahan Tamansari Persada, berubah menjadi sungai saat air hujan turun dengan lebat.

Bukan hanya itu, maraknya alih fungsi lahan untuk pembangunan perumahan, apartemen dan kawasan komersial lainnya juga mempersempit lahan pertanian. Sawah-sawah yang dulu nampak menghijau di kota ini, kini telah berubah menjadi kawasan perumahan.

Model pembangunan Kota Bogor yang mengesampingkan kesimbangan ekologis adalah sumber bencana di kota ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor seperti terlelap dengan kemegahan kota. Dan di saat para pengambil kebijakan Kota Bogor terlelap itulah, hujan yang dulu menjadi ciri khas kota ini berubah menjadi kutukan.

Artikel Terkait