"coba kamu gemuk, pasti cantik"

"coba kamu kurus, pasti cantik"

Salah satu ungkapan celetukan orang sekitar ketika bertemu, ia mungkin saja bagi mereka  hanya ungkapan basa-basi, mereka akan berlindung di balik alasan hanya bercanda, di balik kalimat "halah gitu saja baper, gitu saja tersinggung, kamu ngga asik di ajak ngobrol".

Yang membuat saya heran, kenapa orang orang malah menjadikan fisik sebagai topik basa-basi, padahal ada ribuan topik pembicaraan yang bisa di bahas  tiap kali bertemu.

Setiap orang pastinya ingin memiliki badan yang ideal, tapi nyatanya manusia hanya bisa berusaha dan sisanya adalah hal yang perlu kita syukuri.

Gemuk, kurus adalah nikmat Tuhan

Banyak perempuan merasa mulai kurang percaya diri karena adanya basa-basi tentang fisik setiap bertemu dengan orang yang di temuinya. Mereka mulai berfikir "kenapa ya, aku tidak bisa se kurus si A, kenapa aku tidak bisa segemuk si B "

Padahal dasarnya setiap perempuan gemuk atau kurus tetap cantik.

Para perempuan  butuh suport bahwa mereka tetap diri mereka, mereka tetap sempurna kurus atau gemuk badan mereka.

Mari kita beri sedikit contoh penyadaran bagi perempuan yang sedikit merasa kurang percaya diri, "banyak perempuan di luar sana yang gemuk ingin kurus, banyak perempuan kurus ingin gemuk seperti kamu" 

Yuk mulai bersyukur untuk diri sendiri.

Belum lagi pernahkah kalian mendengar banyak dijualnya obat gemuk, obat kurus, susu kurus, susu gemuk, jamu gemuk, jamu kurus, begitulah sebutan beberapa perantara hal yang di percayai bisa membantu impian para perempuan mencapai tubuh yang ideal.

Segala cara akhirnya di lakukan agar bisa di akui cantik, sempurna di mata teman-teman dan orang sekitar.

Kasus-kasus terdampak efek obatpun mulai bermunculan, seperti yang kita baca di atas, terlalu banyaknya  jenis obat yang di konsumsi.

Banyak efek samping  yang terjadi pada para perempuan akhirnya, contoh terjadinya pembekakan jantung dikarenakan terlalu banyak mengkonsumsi bahan kimia di dalam obat untuk jangka panjang juga banyak efek samping lainnya.

Selain itu turunnya kepercayaan diri di tambah dengan ucapan lingkungan sekitar kurang lebih seperti ini 

"jangan gemuk-gemuk, nanti  kalau menikah suami kamu cepat bosan, jangan terlalu kurus, coba sedikit gemuk supaya suamimu tidak bosan, dengan badan kamu seperti itu siapa yang mau menikah dengan kamu"

Tubuh perempuan lagi-lagi dijadikan titik fokus masyarakat sebagai penilaian, mereka menjadikannya kurus atau gemuk sebuah kekurangan karena tidak bisa sesuai ekspetasi masyarakat, bahkan tanpa sadar kritik fisik akan memiliki efek kurang baik pada korbannya.

Padahal sebenarnya seseorang yang mencintai kita akan menerima kita apa adanya, tidak menuding kekurangan kita.

Posisi perempuan dijadikan ajang penilaian harus sempurna

Tidak bisa menapik hal tersebut kita menyadari hal ini, perempuan selalu harus sempurna menurut versi masyarakat "perempuan yang cantik seperti itu, seperti ini"

"Emang benar ya perempuan selalu ada saja salahnya di mata masyarakat" miris.

Penilaian masyarakat menjadi sebuah ketakutan bagi para perempuan, minimnya kepercayaan diri akan perlahan timbul karena komentar masyarakat yang terkadang cukup menusuk hati.

Kajian tentang keperempuanan adalah sesuatu hal yang cukup seru jika di perbincangkan, salah satunya bagaimana kajian peningkatan kepercayaan diri untuk perempuan. Tetapi masih kurangnya kajian yang membahas tentang hal ini "gemuk atau kurus" merupakan suatu ukuran penilaian   yang tidak akan berpengaruh apapun  dengan kondisi fisik mereka.

Orang-orang dalam kajian gender masih lebih banyak fokus terhadap hak bagaimana perempuan di ruang publik, bagaimana perempuan bisa menjadi pemimpin tanpa melihat jenis kelamin.

Jika di lihat dari sisi lain pula menurut surfey  yang saya baca dari salah satu artikel Banyak perempuanyang merasa dirinya kurang percaya diri dengan penampilannya. 

Menurut data hasil survey Merz Aesthetics APAC Consumer Study: ‘Discovering The Truth About Beauty and Self-Confidence’ menunjukkan bahwa kepercayaan diri masyarakat di wilayah Asia pasifik masih rendah, indonesia meruapan salah satu negara yang memiliki  orang-orang yang kepercayaan dirinya masih rendah. 

Mereka tidak percaya diri bahwa dirinya cantik karena mereka mengikuti cantik dari standart masyarakat. Banyak perempuan memilih menutup diri dari kegiatan publik karena takut fisik mereka di jadikan kritik sekitarnya.

Bagaimana cara kita mengurangi beban sesama perempuan

Saya rasa ada baiknya kita  harus mulai menyadarkan sesama, bagaimana suport untuk sesama perempuan memiliki pengaruh yang baik bagi para perempuan sekitar kita.

Perlunya saling menguatkan, saling mendukung sesama perempuan, perlunya saling mendengarkan ketika ada keluh kesah dan satu hal yang tidak perlu kita lakukan yaitu membalas ucapan orang yang menghina fisik kita, karena hal ini akan menimbulkan penilaian fisik yang akan berkelanjutan.

Kalian tetap cantik, bagaimanapun kondisi fisik kalian, gemuk ataupun kurus. Tetap semangat ya dan semoga bisa bertemu di tulisan selanjutnya.