COVID-19 atau yang biasa disebut dengan virus corona menjadikan pandemi berkepanjangan di dunia.   COVID-19 disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 atau yang disingkat dengan SARS-CoV-2. COVID-19 merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan telah menyebabkan banyak korban jiwa.  Oleh karena itu membuat masyarakat begitu panik dan takut dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Berbagai ilmuan di seluruh dunia sedang berupaya untuk mengembangkan pengobatan COVID-19, salah satunya adalah vaksin. Namun disamping itu, pemberian vaksin di Indonesia dilakukan secara bertahap,sehingga masyarakat harus tetap waspada dan harus tetap mengikuti protokol kesehatan.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat terhindar dari penyakit COVID 19. Salah satunya dengan menggunakan pengobatan non obat yaitu kulit jeruk. Kulit jeruk sering dibuang begitu saja setelah dikupas. Memang, kulit jeruk tidak dapat dikonsumsi langsung karena rasanya yang pahit, namun banyak yang belum tahu jika kulit jeruk ini memiliki segudang manfaat, salah satunya adalah untuk pengobatan preventif (pencegahan) COVID-19.

Jeruk atau Citrus reticulata sebelumnya telah dipercaya dapat dijadikan sebagai pengobatan influenza, mengatasi batuk, radang tenggorokan, mengurangi lendir pada tenggorokan (peluruh dahak), menurunkan demam, menambah stamina, dan sebagai antioksidan dengan menghambat aktivitas oksidasi radikal hingga 50%. Kulit jeruk diklaim memiliki aktivitas antivirus dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal tersebut lantaran kulit jeruk mengandung berbagai senyawa meliputi Vitamin C, B1, B2, B3, B6, dan B9. Selain itu, senyawa yang paling banyak ditemukan dalam kulit jeruk adalah senyawa Hesperidin, dimana dalam proses ekstraksi kulit jeruk, diperoleh kandungan Hesperidin hingga 60-70% .

Hesperidin dapat digunakan sebagai pencegahan untuk COVID-19, dimana salah satu khasiatnya yang memiliki efek antioksidan dan aktivitas antiinflamasi. Efek antioksidan hesperidin memiliki kontribusi yang signifikan dalam melawan superoksida dan radikal hidroksil, serta turunanya yang juga dapat menghambat produksi oksida nitrat oleh sel mikrogial yang distimulasi oleh lipopolisakarida. Penggunaan terapi antioksidan telah banyak disarankan selama terjadinya pandemi COVID-19, seperti penggunaan N-asetilsistein, melatonin, polifenol, suplemen vitamin K, C, D, dan E. 

Hesperidin dianggap dapat memberikan efek perlindungan terhadap kerusakan sitotoksik yang disebabkan oleh virus COVID-19, meskipun belum ada penelitian yang dilakukan sejauh ini. Aktivitas antioksidan hesperidin tidak hanya sebatas pada aktivitas free radical scavenger, namun juga dapat meningkatkan pertahanan seluler terhadap stress oksidatif dan mengurangi terjadinya peradangan.

Berdasarkan hasil penelitian secara in silico yang dilakukan oleh Utomo dkk pada tahun 2020, ditemukan bahwa senyawa diosmin dan hesperidin memiliki interaksi yang lebih baik dengan protein virus SARS-CoV-2 dibandingkan dengan senyawa lain termasuk obat-obat yang ada seperti lopinavir, nafamostat, dan camostat. Sehingga, diosmin dan hesperidin memiliki peluang yang tinggi untuk digunakan sebagai pencegahan COVID-19. 

Kulit jeruk dapat diolah menjadi infuse water untuk mendapatkan senyawa vitamin C dan hesperidine yang terkandung didalamnya. Langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Bersihkan kulit jeruk dengan air bersih
  2. Iris tipis-tipis sebanyak 14 gram kulit jeruk
  3. Irisan kulit jeruk direbus dalam 40 mL air mendidih selama kurang lebih 10 menit
  4. Rebusan disaring lalu diminum 1 kali sehari (rebusan kulit jeruk ini mengandung dosis harian 1 g hesperidin)


Namun, harus selalu diingat kembali bahwa penggunaan kulit jeruk ini bukan sebagai pengobatan COVID-19 melainkan sebagai salah satu upaya pencegahan COVID-19. Sehingga selain membekali diri dengan langkah pencegahan seperti mengonsumsi makanan sehat, kita juga harus menjalankan protokol kesehatan yang berlaku guna mencegah penyebaran COVID-19 yaitu dengan menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi)


Referensi :

Bellavite, P dan Alberto D. 2020. Hesperidin and SARS-CoV-2: New Light on the Healthy Function of Citrus Fruits. Antioxidants.  9 : 742; doi:10.3390/antiox9080742.

Cascella, M., Rajnik, M., Aleem, A., Dulebohn, S.C., Napoli, R.D. 2021. Features, Evaluation, and Treatment of Coronavirus (COVID-19). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/. Diakses pada 15 Mei 2021

Meneguzzo, F., Rosaria C., Federica Z., dan Mario P. 2020. Accelerated Production of Hesperidin-rich Citrus Pectin from Waste Citrus Peel for Prevention and Therapy of COVID-19. Processes. DOI:10.20944/preprints202003.0386.v1

Mubarok, I., Astika S.N.P., Clarrisa A.C.K., Kristanti W., Mury R., Nabila Z.K., Rofiah A.W.N.T. 2020. Orange Peel and Java Sugar As An Alternative to Natural Disinfectant in Covid-19 Prevention Efforts In The Tobacco Farming Area, Coastal Area, Jember District. The Third Virtual Conference ICATD. Universitas Jember.

Utomo, R.Y., Muthi I., Dyaningtyas D.P.P., Irfani A.S., dan Edy M. 2020. The Chemopreventive Potential of Diosmin and Hesperidin for COVID-19 and Its Comorbid Diseases. Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention. 11 (3) : p. 154. doi: 10.14499/indonesianjcanchemoprev11iss3pp154-167.