Online Learning
1 tahun lalu · 744 view · 3 min baca menit baca · Pendidikan 61334_57227.jpg
Queens Daily Eagle

Kuliah Qureta, Pelengkap Misi Literasi di Indonesia

Membangun, merawat, dan mengembangkan tradisi literasi di Indonesia tentu bukan perkara yang mudah. Selain soal ketersediaan sarana atau minimnya hasrat pengayaan, sukarnya akses dan kurangnya minat para subjek/pelaku juga jadi kendala utama.

Kendala-kendala itu kian nyata membebani ketika Indonesia ditetapkan sebagai negara dengan tingkat literasi yang sangat rendah, yakni berada di urutan 60 dari 61 negara versi The Word’s Most Literate Nations (WMLN) 2016. Karenanya, sebagai solusi, kita butuh upaya yang tidak sekadar bersandar pada inisiatif, melainkan pula kesediaan dalam mengawal secara konsisten lagi kreatif.

Atas dasar kesadaran itu, Qureta hadir dengan platform terbaru berlabel Kuliah Qureta. Melalui ruang terbaru ini, upaya untuk terus membangun, merawat, serta mengembangkan tradisi literasi di Indonesia, yang memang menjadi misi utama Qureta, besar harapan akan makin termudahkan.

Dalam Tentang Kuliah Qureta, pendiri/CEO Qureta Luthfi Assyaukanie menegaskan itu. Bahwa metode pengajaran berbasis online, entah sebagai alternatif atau mungkin sudah menjadi pilihan logis di era kecanggihan teknologi, adalah upaya menghadirkan masa depan pendidikan tinggi yang tidak hanya cepat, tetapi juga lebih efisien dan efektif.


“Qureta meyakini bahwa akses terbaik kepada ilmu pengetahuan tidak lagi di ruang-ruang kelas atau bilik-bilik kampus, tapi di kanal-kanal atau situs-situs internet. Teknologi digital memungkinkan kita membangun kampus virtual, lebih baik dari universitas-universitas yang ada selama ini.”

Kuliah Qureta berawal dari keinginan yang sederhana. Qureta ingin memanfaatkan—tentu ke arah yang positif—dosen-dosen dan para pengajar terbaik yang tersebar di berbagai kampus dan lembaga pendidikan di Indonesia. Sumber daya potensial yang banyak itu ingin dihadirkan untuk memberi kuliah secara online, agar ilmu-ilmu pengetahuan yang mereka kuasai bisa dinikmati juga oleh sebanyak mungkin orang.

“Ketimbang membangun universitas baru dan merekrut orang-orang pilihan, yang tentu saja tidak mudah, Qureta ingin memanfaatkan sumber daya yang ada dan menampung mereka ke dalam satu platform pengajaran yang bisa dinikmati oleh semua orang.”

Adalah benar bahwa kecanggihan teknologi lebih memungkinkan kita dan banyak orang lainnya mengakses apa saja, tak terkecuali ilmu pengetahuan. Di saat ruang-ruang kelas dan bilik-bilik kampus nyaris tak lagi bersahabat kepada mereka yang kurang berpunya—biaya pendidikan sering jadi kendala, di titik itulah Kuliah Qureta hadir sebagai jawaban.

Belum lagi soal kurangnya jumlah dosen atau pengajar berkualitas di lembaga-lembaga pendidikan konvensional seperti perguruan tinggi atau universitas. Perihal inilah yang juga ingin direspons Qureta dengan metode kuliah berbasis online via jejaring sosial YouTube.


“Kesenjangan yang terjadi antara kota-kota besar dengan daerah-daerah pelosok yang ada di Indonesia, kita tahu semua, bukan hanya menyangkut ekonomi, tapi juga menyangkut pendidikan dan akses kepada tenaga pengajar. Qureta ingin menutup kesenjangan ini dengan menghadirkan dosen-dosen dari universitas terbaik di Indonesia.”

Semua dosen/pengajar terbaik, seperti dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, dan puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya di Indonesia, akan Qureta undang secara khusus. Mereka semua akan diajak terlibat-serta ke dalam platform pendidikan Qureta sebagai bagian dari proses pengayaan literasi dari dan untuk negeri.

Melalui gagasan Kuliah Qureta, ini setidaknya bisa jadi pemecah kebuntuan, seperti soal sukarnya akses kepada tenaga pengajar berkualitas, yang memang menjadi problem tersendiri di dunia pendidikan kita selama ini. Platform ini ingin menghadirkan model pendidikan tinggi yang efisien dan efektif, sekaligus menjadi wahana menebar ilmu pengetahuan secara lebih mudah, murah, yang bisa diakses siapa saja tanpa terkecuali.

Layaknya perguruan-perguruan tinggi pada umumnya, Kuliah Qureta juga memiliki beberapa fakultas. Qureta menamai fakultasnya sebagai Rumpun Disiplin Ilmu dengan 5 (lima) rumpun ilmu pengetahuan yang akan dikembangkan di dalamnya, yakni Sains dan Teknologi, Ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis, Seni dan Budaya, serta Ilmu Kesehatan.

Tentu tidak menutup kemungkinan bahwa kelima rumpun yang menjadi concern Kuliah Qureta itu akan terus berkembang. Perubahan zaman tetap akan menjadi tolok ukur dalam mewartakan kuliah-kuliah Qureta kini dan ke depan. Pada titik ini pulalah kreativitas itu sangat dibutuhkan, di samping juga kekonsistenan dalam mengawal.


Sekali lagi, dengan menggabungkan otoritas pengetahuan dan kemudahan teknologi, Qureta ingin menghadirkan model pendidikan tinggi yang terbaik, lebih efisien, dan efektif. Sebagaimana misi utama Qureta selaku media pewarta ide, model ini menjadi semacam pelengkapnya guna membangun, merawat, serta mengembangkan tradisi literasi secara lebih luas ke khalayak publik.

“Bergabunglah dengan Kuliah Qureta. Daftarkan diri Anda sekarang. Ikuti kuliah-kuliah menarik dari dosen-dosen terbaik di negeri ini.”

Luthfi Assyaukanie, Tentang Kuliah Qureta

Artikel Terkait