Pandemi masih belum berakhir. Meskipun mulai ada pemberlakuan kebijakan yang memperbolehkan untuk melakukan kegiatan secara tatap muka dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, namun kebanyakan kegiatan masih harus dilakukan secara online, salah satunya adalah perkuliahan.

Banyak hal yang mengalami perubahan. Dari yang awalnya kuliah harus datang ke kampus, sekarang cukup membuka laptop atau handphone saja. Tentu hal ini memberikan perubahan yang besar, dan salah satu perubahan itu adalah etika kita dalam menghargai dan menghormati orang lain.

Jika dulu bentuk menghormati dosen saat bertemu di kampus adalah dengan menyapa dosen, memperhatikan dosen saat menjelaskan di kelas, atau bahkan berjabat tangan dengan dosen. Namun, di masa pandemi, untuk bertemu secara langsung saja adalah hal yang sulit dilakukan apalagi untuk menyapa dan berjabat tangan.

Terdapat cara lain untuk menghormati dosen dan orang lain ketika kuliah online. Tetapi, banyak mahasiswa tidak menyadari “etika” kuliah online ini. Sehingga, banyak dari mereka yang cenderung melakukan hal-hal yang bisa jadi mereka anggap hal yang sepele, namun sebenarnya hal itu adalah bentuk menghargai orang lain di era yang serba online.

Hal yang cukup sering dilakukan oleh mahasiswa saat mengikuti kuliah online adalah mematikan kamera. Saat kita mematikan fitur kamera pada aplikasi video conference, maka orang lain tidak akan bisa melihat kita dan tidak tau apa yang sedang kita lakukan.

Bahkan hal yang cukup miris ketika kuliah online adalah hanya dosen yang menyalakan kamera, sedangkan hampir semua mahasiswa mematikan kameranya.

Meskipun dosen tidak meminta kita untuk menyalakan kamera, seharusnya kita sebagai mahasiswa memiliki kesadaran untuk menyalakan kamera ketika memang tidak memiliki kendala. Hal ini sebagai bentuk menghormati dan menghargai dosen.

Saat kita mengikuti kuliah namun malah mematikan kamera dan melakukan hal lain, misalnya kuliah sambil rebahan atau sambil sarapan, tidakkah kita merasa malu pada dosen yang sudah rapi dan siap memberikan materi? Padahal disini kita sebagai mahasiswa yang membutuhkan dosen, bukan sebaliknya.

Hal tersebut tidak hanya terjadi ketika kelas wajib, namun juga terjadi pada kelas tambahan, seperti saat kuliah umum bersama praktisi. Meskipun pemateri bukan dosen kita, kita harus tetap menghormati mereka dengan menyalakan kamera, sebagai tanda kita memperhatikan apa yang disampaikan.

Bayangkan jika kalian sedang melakukan presentasi di kelas dan tidak ada satupun dari mahasiswa lain yang menyalakan kamera. Bukankah kalian akan merasa dihargai dan kurang diperhatikan ketika menyampaikan materi presentasi?

Hal lain yang sering dilakukan di era online ini adalah penyampaian segala bentuk informasi, baik informasi seputar kuliah ataupun kegiatan lain diluar kuliah wajib, seperti informasi pembukaan pendaftaran kepanitiaan, organisasi atau informasi beasiswa, yang dilakukan melalui chat group.

Jika dulu, sistem penyampaian informasi dilakukan melalui mading, saat ini semua informasi disampaikan melalui sosial media. Sosial media yang sering digunakan adalah grup whatsapp atau telegram.

Namun, yang sering terjadi adalah saat ada salah satu teman yang memberikan informasi melalui grup, tidak ada satupun yang merespon. Bahkan untuk informasi penting yang membutuhkan respon cepat juga masih banyak yang hanya membaca pesan tanpa memberikan tanggapan.

Misalnya, saat dosen meminta tolong salah satu mahasiswa untuk berkoordinasi dengan teman-teman yang lain terkait jadwal kuliah yang berubah dan memerlukan kelas pengganti, masih banyak mahasiswa yang mengabaikannya.

Dengan membalas pesan di grup kita telah menunjukkan rasa terima kasih kepada orang yang memberikan informasi, bahkan meskipun kita hanya sekadar memberikan balasan dengan kalimat “oke”.

Membalas pesan orang lain di grup, selain sebagai bentuk terima kasih, hal tersebut juga sebagai bentuk menghargai informasi yang disampaikan. Meskipun informasi tersebut tidak kita butuhkan dan kita rasa itu adalah informasi sepele dan tidak penting, seperti sekadar mengingatkan untuk presensi. Namun, bisa jadi ada orang lain yang sangat membutuhkan informasi tersebut.

Jika tidak ada satupun orang yang membalas pesan di grup, maka lama-kelamaan orang juga akan malas memberikan informasi. Padahal kita tidak pernah tau, mungkin selain kita ada orang lain yang membutuhkan informasi tersebut.

Beberapa orang memang sering kali kurang nyaman untuk berkomunikasi melalui grup, karena merasa malu atau sungkan. Dengan kalian membalas pesan meskipun hanya sebatas mengetik “oke” atau bahkan “ya”, orang yang memberikan informasi akan merasa sangat dihargai dan kalian tidak perlu malu atau sungkan untuk melakukan itu.

Itulah dua hal yang sering dilakukan mahasiswa di era kuliah online ini. Diperlukan kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati, tidak hanya kepada dosen tetapi juga kepada sesama mahasiswa.

Mari mulai sama-sama menghormati dosen dengan menyalakan kamera ketika kuliah online, serta mari mulai membalas pesan di grup dari siapapun itu sebagai bentuk terima kasih dan saling menghargai.

Bagaimana cara kita memperlakukan orang lain menggambarkan bagaimana sikap kita dan bagaimana kita tumbuh.