Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh  pemuda. - Tan Malaka

Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Organisasi mahasiswa merupakan sekumpulan mahasiswa yang membentuk sebuah kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kefektifan sebuah organisasi tergantung pada visi dan misi yang dimiliki oleh organisasi tersebut. 

Karena idealnya suatu organisasi pasti memiliki visi dan misi untuk mencapai tujuannya. Begitu juga halnya dengan organisasi mahasiswa. Intinya mahasiswa harus bisa mengembangkan fungsi dan oerannya sebagi mahasiswa. Seperti peengembangan intelektual akademis yang berguna nantinya untuk terjun ke masyarakat. Oleh sebab itu untuk mengembangkan peran tersebut dapat dilakukan dengan bergabung dengan organisasi mahassiswa.

Organisasi adalah sebuah wadah tempat orang belajar, tempat orang mengembangkan skill. Sedikit cerita, saya dari SMP, SMA sama sekali tidak pernah mengikuti organisasi. Saya adalah benar-benar orang yang tidak aktif, saya tidak suka organisasi. 

Tapi ketika saya baru pertama kali masuk kuliah, saya di tawarkan berbagi macam organisasi. Dan akhirnya hal ini membuat saya mencari organisasi sebanyak-banyaknya. Dan akhirnya saya tertarik untuk berorganisasi. 

Dan ternyata, setelah saya bergabung  dalam organisasi, ada begitu banyak ilmu yang saya dapat dan teman-teman baru tentunya. Dengan berorganisasi inilah saya bisa lebih memahami karakter seseorang yang berbeda daerah. Dan akhirnya ketika sudah mengetahui semuanya disitu kita akan menjadi orang yang menghargai perbedaan.

Seperti kita ketahui bersama dengan organisasi  kita bisa mengembang skill, bisa mengembangkan bakat kita. Walaupun sebenarnya dalam organisasi ada hal-hal negatif, ada hal positif. Tapi percayalah, kalau sekiranya niat kita uda bagus, niat kita uda baik, maka insyaallah kita akan diberikan jalan yang baik oleh allah swt. 

Kalau hari ini ada yang mengatakan, kamu tidak boleh mengikuti organisasi, kamu fokus saja belajar, nanti ketika kamu bergabung di organisasi, nanti terganggu dengan perkuliahan. Dengan tegas  saya katakan kepada anda, Selama organisasi itu dilegalkan oleh pemerintah, selama organisasi itu diizinkan oleh pemerintah, way not? tidak ada masalah.

Dalam tulisan yang unfaedah ini, saya fokusnya kepada organisasi eksternal. Seperti kita ketahui bersama, mengenai organisasi. Ada beberapa bentuk organisasi mahasiswa di kampus, di antaranya dapat di golongkan menjadi dua yaitu: organisasi intra kampus seperti Senat Mahasiswa/Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit-unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi, dan organisasi ekstra kampus seperti PMII,  HMI, GMNI, GMKI, PMKRI, KAMMI, dan lain-lain. 

Semua organisasi tersebut mempunyai kegiatan yang berbeda-beda dan ideologi yang beda bahkan berlainan pula. Ada yang berlatar belakang minat bakat seperti olahraga, seni, korespondensi, dan sebagainya, dan ada juga yang berlatar belakang agama seperti PMII, IPNU, HMI, GMKI dan lain-lainnya.

Pada dasarnya semua organisasi itu baik, selagi itu tidak bertentangan dengan UU dan Pancasila. Tinggal dari kitanya saja mau mengambil dari sisi  yang mana, yang terpenting kamu masuk dan bergabung dalam organisasi itu sudah cukup. Paling kurang, ketika kita sudah berorganisasi, disamping kita belajar kita juga bisa menjadi manusia yang beradap dan bisa menghargai perbedaan.

Kenapa harus organisasi eksternal?

Karena begini, secara sederhananya, kalau dalam intra kampus itu kita bisa melihat lingkupnya itu  begitu-begitu saja, tapi kalau kita berbicara mengenai organisasi ekstra kampus  itu lingkupnnya sangat luas, bahkan bisa seindonesia, dan cabangnya ada dimana-mana, dari sabang sampai merauke. Maka saya mengajak kepada kita semua untuk ikut berorganisasi, jangan pernah takut, kalau kita merasa kita butuh ilmu, way not. 

Dan hari ini banyak mahasiswa yang terambung nilai dan IPK, huruf dan angka yang menjadi tolok ukur bahwa dirinya bisa, dirinya mampu. Maka hari ini dengan tegas saya katakan dengan pelan rakyat saat ini tidak butuh angka, mereka perlu aksi nyata.

Sangat disayangkan lagi ketika hari ini ada mahasiswa yang mengatakan, takut berorganisasi, dengan alasan nanti begitu jadinya, nanti kuliahnya berantakanlah dan masih banyak alasan fiktif  lainnya. Kalau begitu jadinya, saya katakan mending tidak usah kuliah, bila perlu tidak usah hidup. Karna sejatinya dalam kehidupan kita itu akan digembleng tantangan, kita akan di gembleng sebuah persoalan, dan itu selalu ada tidak ada batasanya.

Kalau hidup sekadar hidup, babi dihutan juga hidup, kalau bekerja sekadar bekerja kerbau juga bekerja(Buya Hamka)

Kalau sekiranya hari ini kita masih ada yan  takut akan sebuah persoalan, mending kita tidak usah menjadi manusia. Kalau kita punya masalah, kita  punya tekanan kita bisa  belajar di organisai. Yang salah itu ketika kita tidak mau belajar, masih takut, dan  akhirnya kita tidak mempunyai pengalaman apa-apa. Lebih baik berani salah dan berani mencoba, dibandingkan kita tidak pernah mencoba. Karena dengan kita dibenturkan dengan berbagai persoalan disitulah kepribadian kita dibentuk.

Sekalipun dalam sebuah organisasi ada yang namanya orang-orang yang tidak benar, no problem. Kalau kita cerdas, kita jangan meniru yang tidak benar, tapi tirulah yang benar. Dan yang paling terpenting ketika kita bergabung dalam organisasi, apa pun organisasinya, kita harus punya prinsip masuk organisasi, yang pertama kali yang harus ditanamkan dalam diri kita adalah fondasi kita, kekuatan kita, niatkan didalam diri kita, ketika kita mengikuti organisasi itu, kita akan memberikan kontribusi yang positif. 

Jangan sesekali kita mempunyai pikiran ketika bergabung dalam organisasi kita akan mendapatkan sesutu yang lebih,  tapi seharusnya kitalah yang memberikan sesuatu ke dalam organisasi.  Kalaupun semisal ada teman-teman kita di dalam organisasi ada yang kurang bagus, jangan sesekali kita terpengaruh, tapi rubahlah teman kita menjadi lebih baik lagi.

Organisasi itu merupakan wadah yang ada masanya yang ada jangkanya, jadi tidak selama-lamnya kita hidup di dalam organisasi. Kalau seumpama sudah cukup,  silahkan kita mencari dan mengembangkan skill kita, entah itu menjadi seorang pengusaha, dan melanjutkan bisnisnya silahkan. tapi kalau selama-lamanya kita mengabdi di organisasi sampai kita tidak lulus-lulus dan mendapatkan sebuah gelar MA (Mahasiswa Abadi) ini realita. 

Banyak orang yang mengabdi di organisasi sampai dia tidak lulus-lulus. Orang tua sudah capek-capek menyekolahkan kita,  sudah begitu banyak mengelurakan biaya untuk perkuliah  kita. Inilah yang menjadi pelajaran buat kita semua, yang nantinya kita tidak terjerumus ke jurang yang sama.  Maka dari itu  organisasi dan kuliah itu harus seimbang. 

Kalau pengen dapat ilmu, dan teman-teman yang baru dan jaringan-jaringan. Kuliah juga penting, tergantung dari fokus kitanya nanti. Kalau dirasa  anda sudah cukup dalam organisasi, saya sudah mau lulus saya harus mengembangkan usahanya  silahkan. Itu malah bagus, kasi kesempatan buat ade-ade anda untuk belajar. Organisasi itu penting kuliah itu penting, membangun passion itu penting semuanya itu penting.

Diakhir tulisan yang unfaedah ini, saya mengajak kita  semua untuk lebih berperan di mana saja, baik di kampus, masyarakat, di jalan bahkan ke sistem pemerintahan. Jadi rugilah mahasiswa ketika berkutat di dalam kampus saja sebagai jagoan kandang.