Udah bukan hal baru lagi stress dihadapi anak muda, banyak permasalahan yang hadir di saat menuju kedewasaan apalagi anak perempuan pertama, kuat ya ? Iya hanya sekedar kata kuat, namun realitanya sangat lemah. Seberapa besar mencoba untuk tetap kuat di situlah ada banyak rintangan.

Seperti cewek muda itu yang masih sangat bersemangat mengejar apa yang menjadi cita-cita nya. Di antara keterbatasan ekonomi keluarganya, ia masih punya mimpi setinggi langit. Di antara pertanyaan yang muncul dari kerabatnya dan tetangganya “Bagaimana bisa kamu menggapai mimpimu ?Tidak akan mungkin, sudah kerja saja, bantu ibu ayah cari uang.

Yaa, sangat sulit berjuang di antara banyak remehan dan pertanyaan itu di sekitarnya. Namun ia tetap dengan pendiriannya, tetap berjuang untuk membuktikan bahwa ia bisa dan mematahkan  apa yang sudah dikatakan oleh orang di sekitarnya itu. Kuat ya ? Iya. Dia selalu kuat, terlihat kuat dan selalu ceria. Tapi apa ada yang tahu bahwa sesungguhnya di dalam dirinya sangat remuk dan lemah.

Pikirannya kacau, banyak hal yang berputar-putar di dalam otaknya. Padahal ia terlihat baik-baik saja, bagaimana bisa ia menyembunyikan itu semua ? Yaa, karena itu adalah hal yang bisa dilakukan untuk terus hidup didunia yang kejam ini. Ia ingin menggapai bintang, tapi rasanya sangat sulit, ia ingin menjadi berhasil tapi rintangan terlalu banyak, hanya satu yang membuatnya kuat, yaitu melihat orang tuanya yang sedang bekerja keras.

Bagaimana bisa ia lelah ? Kalau ia lelah, orang tuanya lebih lelah. Yaa kan ?. Pada akhirnya ia harus tetap berjuang, meskipun sangat berat langkahnya, ia tetap berangkat sekolah, membantu orang tuanya, dan hidup layaknya si kuat yang ada di sekitarnya. Itu adalah hal yang saat ini bisa ia lakukan untuk tetap melanjutkan hidup.

Hingga saatnya tiba ia merasa sudah tidak kuat lagi, kali ini bebannya terasa cukup berat. Tak kuat lagi melihat ibu dan ayahnya kesusahan, ia beranggapan bahwa semua terasa sulit karena impiannya yang terlalu tinggi. Ia merasa bahwa semuanya tidak akan terjadi jika ia tidak memaksakan nasib. Yaa memang cukup berat, terasa sangat menyakitkan ketika ia ingat bahwa belum bisa membuat ayah dan ibunya bahagia padahal mereka sudah semakin tua.

Pernah terlintas di pikirannya untuk menyudahi mimpi yang tinggi itu, tapi kata ayahnya “Jangan! Kamu harus tetap berjalan nak, jangan goyahkan cita-cita mu, semua pasti ada jalan.” Kemudian kata si ibu “Tetap lanjut nak, buktikan kalau kamu bisa ibu dan ayah pasti akan melakukan yang terbaik untukmu, buktikan kalau kamu bisa!”

Yaa itu menjadi semangat lagi bagi ia. Tapi nasib tetap nasib, semua tidak semudah yang dibayangkan. Realitanya menjadi berhasil itu sulit ditambah dengan keterbatasan finansial keluarganya. Semua terasa sulit karena apa-apa membutuhkan biaya yang cukup besar apalagi saat ini sekolah sudah membutuhkan teknologi digital yang bisa dibilang menjadi wajib dipunya anak jaman sekarang. Rasanya sangat sulit bagi ia untuk meminta kepada orang tuanya, ia merasa tak tega jika harus meminta untuk keperluan sekolahnya.

Akan tetapi, tanpa meminta orang tuanya pun sudah tahu, ayah dan ibunya berusaha keras untuk membantu ia tetap lanjut bersekolah. Yaa memang tidak baru, tapi masih bisa dipakai kata ibunya. Seketika anak itu menangis tapi tidak di depan ibunya, ia merasa sangat sedih karena untuk mendapatkannya saja sangat sulit, tetapi orang-orang di sekitarnya terasa sangat mudah.

Anak muda itu tetap bersyukur, ia sangat berterima kasih kepada orang tuanya dan Tuhan karena telah memberikan jalan untuk ia tetap bersekolah. Namun, rintangan tetap ada itulah hidup dan cobaan dalam mencapai apa yang ia cita-citakan.

Ia mulai berpikir memang benar tidak akan mungkin bisa, ia bertanya pada dirinya apakah ia menjadi berguna untuk orang tuanya? Hatinya menjawab tidak dan “Aku hanya beban, dan tidak mungkin aku menggapai mimpiku, tidak akan pernah mungkin, apa aku sudahi saja semuanya?” Ia menangis di atas sajadah yang terbentang , bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan dan terus mengatakan “Aku tidak kuat Tuhan, tolong bantu aku”.

Dalam doanya ia meminta untuk diberi kekuatan,  meminta agar terus bisa bersama keluarganya, bisa membahagiakan kedua orang tuanya, dan mengubah hidupnya yang sekarang menjadi lebih baik lagi. Berharap setelah itu ia akan diberi kemudahan untuk menggapai mimpinya.

Masih kuatkah ? Selalu berusaha kuat itu yang ia lakukan, tetap ceria dan semangat. Yaa meskipun dalam dirinya sangat lemah, perempuan anak pertama dan terasa sangat berat. Tapi ia terus ingat bahwa jangan menyerah, ada orang tua yang harus dibahagiakan.

Memang benar Tuhan tidak pernah memberi cobaan yang melebihi kemampuan hamba-Nya. Anak muda itu terus diberi kemudahan, ia mendapat bantuan pendidikan, ia mendapat dukungan dari orang-orang baik untuk mengejar cita-citanya, dan ia tetap menjadi anak yang kuat.