Jakarta - Dosen merupakan tenaga pendidik di perguruan tinggi. Salah satu poin penting untuk memutuskan kemiskinan kehidupan bangsa di masa akan datang. Ini menjadi fokus terhadap pada anak beranjak dewasa, artinya secara pemikiran masih belum stabil yang mana hal ini perlu diberikan pemahaman secara mendalam kepada mahasiswa baik dari pemberian pelajaran, pembentukan sikap dan perilaku, perubahan pola pikir dan lain sebagainya.

Lantas, apa yang mendasari seorang dosen bisa membuat anak bangsa menjadi lebih cerdas serta meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa dalam menentukan tujuan hidup jangka panjang. Tentunya kemampuan dan keterampilan dosen jauh berada diatas dibandingkan dengan mahasiswa atau masyarakat umum lainnya, terutama berdasarkan dari sisi pendidikan, pengalaman, ya anggap saja jam terbangnya "sudah banyak makan asinya garam" maksudnya banyak ilmu yang bersifat intelektual dalam menjalani profesi dosen lebih memadai.

Dalam berbagai kesempatan memang seharusnya seorang dosen harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dan positif bisa menjadi role model bagi mahasiswanya dan yang utama kepada diri sendiri "Dosen" agar lebih mudah memperbaikinya dari hal yang ketidakpantasan atau ketidaksesuaian dengan kode etik dosen dan peraturan dari manajemen kampus. Terkadang masih ada juga beberapa oknum dosen yang tidak bisa menjadi suritauladan atau belum pantas menjadi role model karena tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh dosen tersebut belum menunjukkan secara profesional.

Namum demikian, perlu kita sadari bahwa dosen juga manusia yang tidak lepas dari khilaf atau lupa terutama dalam memberikan pelajaran, berdiskusi, memberikan bimbingan dan kegiatan pendidikan lainnya baik dalam kampus maupun diluar kampus. Karakter dan gaya dosen tentunya berbeda-beda tergantung dari mana kita menilainya, bagi yang sudah merasakan duduk di bangku kuliah pasti bisa memberikan pandangan sendiri terkait kualitas dosen saat berada di dalam kelas atau situasi pembelajaran daring saat ini.

Plashback belakang, sebelum pandemi covid-19 saat pembelajaran tatap muka yang saya alami sekitar 3-4 tahun saat menjadi mahasiswa S1 dan mahasiswa S2. Sering melihat dosen mengajar kurang berinteraksi dengan mahasiswa terutama diskusi dan tanya jawab, penguasaan materi masih belum mumpuni, sikap kakuh dalam menyampaikan materi pelajaran, penampilan dosen yang belum terlihat rapi, dan lain sebagainya. Masih ada yang belum saya sebutkan agar menjadi intropeksi seluruh Dosen dimanapun berada terutama untuk diri saya sendiri yang menjalani sebagai profesi dosen swasta di universitas wilayah tangerang selatan.

Fenomena dan analisa diatas bagian contoh kualitas dosen yang bisa dirasakan seluruh mahasiswa diseluruh Indonesia. Sehingga beberapa poin kualitas dosen bisa diperbaiki dari hal-hal yang mendasar seperti cara berkomunikasi dengan mahasiswa, cara berpakaian saat sedang mengajar, menyiapkan metode pembelajaran yang kreatif, melibatkan mahasiwa berdiskusi dan menyelesaikan masalah dalam beberapa study kasus yang diberikan oleh dosen.

Pengakuan kualitas dosen menjadi harapan pimpinan manajemen kampus dan mahasiswa yang ikut merasakan apakah dosen tersebut berkualitas atau tidak. Sederhananya kualitas dosen bisa dirasakan dan dilihat dari saran dan komentar mahasiswa dan penilaian dari manajemen kampus, karena kedua hal ini menjadi acuan untuk menyakinkan dan pembuktian dosen dalam menjalankan "Tri dharma perguruna tinggi" kewajiban yang tidak ada toleransi.

Selanjutnya, bagaimana semestinya dosen  yang berkualitas baik. Tentunya melaksanakan belajar mengajar baik daring maupun tatap muka, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, melaksanakan penelitian, dan kegiatan penunjang lainnya. Ini berdasarkan penilaian dari internal kampus yang mana sudah menjadi kewajiban dari pemerintah untuk menjalankannya, namun yang tahu hanya sebatas sesama rekan dosen dan bagian data secara tertulis untuk menuntaskan kewajiban dosen tersebut.

Kualitas baik dosen tidak hanya menjalankan Tridharma perguruan tinggi saja, namun ada kegiatan penunjang lainnya seperti membuat sebuah karya tulisan artikel atau opini, membuat buku berISBN, kontribusi jurnal nasional dan jurnal internasional, pengembangan modul pelajaran yang menarik, membimbing dan menguji mahasiswa terutama skripsi, tesis, disertasi dan kegiatan kampus yang melibatkan mahasiswa dan kegiatan lainnya.

Indikator penunjang lain agar seorang dosen terlihat sempurna untuk memperbaiki metode pembelajaran dikelas, cara berkomunikasi, mengetahui kekurangan dan kelebihan mahasiswa, diskusi melibatkan mahasiswa, konsisten, komitmen dan disiplin terkait pembahasan mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa, berpakaian rapi dan wangi, bersikap adil dan tegas kepada mahasiswa, tidak pelit dalam memberikan nilai ujian akhir dan indikator penting lainnya. Biasanya bila semua yang dimaksudnya bisa tercipta, maka kegiatan Tridharma perguruan tinggi akan mengikuti dan berjalan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh manajemen kampus.

Maka dari itu, dosen sebagai pintu utama "pencetus dan pencetak generasi penerus dan generasi muda" yang lebih cerdas dan pintar yang bisa mengembangkan bakat dan karakter untuk menjadi anak bangsa yang lebih berkualitas dan tentunya memiliki kemampuan dari seorang dosen yang berkualitas juga. Sisi lain dosen harus tetap belajar dan terus belajar dalam pengembangan potensi diri, sehingga menghasilkan inovasi dan kreativitas serta ilmu baru yang bisa di transformasikan kepada seluruh mahasiswa disetiap perguruan tinggi yang ada di Indonesia.