Pada saat ini warga negara Indonesia sedang dihebohkan dengan persidangan kasus Novel Baswedan. Novel Baswedan merupakan korban dari tindakan kriminal berupa penyiraman air keras yang menyebabkan matanya buta sebelah. Tindakan kriminal yang dilakukan pelaku dinilai berat, tetapi hanya dituntut satu tahun penjara oleh jaksa.

Dalam tulisan ini saya tidak akan menjelaskan kasus tersebut dengan panjang lebar, sebab saya yakin para pembaca pasti sudah tahu dan tidak akan tertarik untuk membaca tulisan yang memuat kasus tersebut. Karena para pembaca pasti sudah tahu dan bosan dengan tulisan yang memuat tentang kasus tersebut.

Dalam tulisan ini saya akan membahas tentang kriminalitas secara luas. Mayoritas orang berpendapat bahwa, kriminalitas itu sumbernya masalah dalam kehidupan.  Kalau tidak ada orang yang berbuat kriminal, niscaya kehidupan akan selalu baik dan berjalan lancar. Kriminalitas adalah bibitnya segala masalah dalam kehidupan. Menurut saya pendapat seperti itu perlu dikaji ulang.

Apakah benar sumber masalah dalam kehidupan adalah kriminalitas?, atau malah sebaliknya? Lantas bagaimana kriminalitas itu muncul?

Selain bertentangan dengan hukum dan ajaran agama, tindakan kriminal dilarang karena sifatnya merugikan. Karena yang namanya tindakan kriminal pasti ada korbannya, makanya bersifat merugikan. Mana ada tindakan kriminal yang tidak ada korbannya? Banyak orang beranggapan bahwa tindakan kriminalitas terjadi karena sifat buruk yang dimiliki si pelaku.

Padahal manusia itu waktu dilahirkan dalam keadaan suci bersih dari dosa. Faktanya juga tidak semua pelaku kriminalitas adalah orang yang bersifat buruk di mata masyarakat. Terkadang malah ditokohkan dan disegani di masyarakat. Jadi ada faktor lain yang menyebabkan kriminalitas, selain kepribadian si pelaku. 

Munculnya kasus-kasus kriminalitas sebenarnya merupakan akibat dari buruknya kondisi ekonomi dan penegakan hukum suatu negara. Orang mencuri, merampok, dan membegal karena butuh uang. Para pejabat banyak yang berani melakukan korupsi karena hukuman yang diberikan kepada koruptor tidak berat.

Menurut saya buruknya kondisi ekonomi dan penegakan hukum suatu negara itulah sumber utama masalah kehidupan yang sesungguhnya. Kondisi ekonomi, penegakan hukum, dan tingkat kriminalitas adalah hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Apabila kondisi ekonomi dan penegakan hukum itu baik, maka tingkat kriminalitas akan minim.

Begitu juga sebaliknya. Apabila kondisinya buruk maka tingkat kriminalitas akan sangat tinggi. Dua hal tersebut adalah sumber atau akar masalah yang sesungguhnya dalam kehidupan. Bukan kriminalitas yang menjadi sumber masalah dalam kehidupan.

Kalau ekonominya baik tetapi penegakan hukumnya tidak baik, maka orang mudah berbuat seenaknya. Karena merasa setiap perbuatan yang dilakukan tidak ada konsekuensinya. Sehingga tingkat kirminalitas pun tinggi.

Kalau penegakan hukumnya baik tetapi ekonominya buruk, tetap saja akan mendorong orang-orang melakukan tindakan kriminal dengan terpaksa seperti mencuri. Sebab faktor ekonomi. Jika terpaksa, sebaik apapun orang tetap saja bisa dengan mudah melakukan tindakan kriminal. Maka tingkat kriminalitas pun akan tetap tinggi.

Pada intinya kriminalitas itu merupakan sebuah hasil atau akibat. Kriminalitas bukanlah sebab yang menimbulkan masalah. Tetapi kriminalitas akibat dari suatu masalah. Ibaratnya kriminalitas itu produk, dan pabriknya adalah buruknya kondisi ekonomi dan penegakan hukum. Jika ingin memusnahkan suatu produk, musnahkan pabriknya, begitulah cara yang benar.

Kalau ingin kriminalitas musnah, hilangkan permasalahan yang ada dalam sistem ekonomi dan penegakan hukum. Jadi untuk memusnahkan kriminalitas, caranya tidak hanya dengan menghukum pelakunya.

Apalagi hanya dengan cara memberikan pelajaran agama kepada masyarakat. Saya akui memang benar memberikan pelajaran agama dapat membuat orang menjadi bermoral. Tetapi menjadikan masyarakat bermoral bukanlah alat penyelesaian masalah kriminalitas yang sebenarnya.

Kalau suatu negara rakyatnya bermoral baik, maka jaya dan tenteramlah negaranya. Begitulah pendapat banyak orang. Namun saya kurang sepakat dengan pendapat tersebut. Karena menjadikan masyarakat bermoral merupakan tujuan dari suatu sistem atau aturan. Bukan malah dijadikan sebagai cara atau alat penyelesaian masalah dalam sistem. Seperti permasalahan kriminalitas.

Bagaimana mungkin negara bisa jaya dan tenteram hanya dengan moral?. Lantas bagaimana membuat masyarakat benar-benar bermoral?. Dan apakah benar dengan adanya masyarakat bermoral tidak akan ada kriminalitas?

Sama halnya dengan kriminalitas. Moral juga merupakan produk. Baik buruknya moral masyarakat juga tergantung kondisi dan lingkungan hidupnya. Sebaik apapun moral yang dimiliki masyarakat, tetapi sistem ekonomi dan penegakan hukumnya buruk. Maka tetap saja akan menjadi masalah. Dan kemudian juga akan melahirkan masalah seperti kriminalitas.

Misalnya terjadinya penjarahan toko-toko makanan besar-besaran karena terjadi krisis pangan di suatu negara. Peristiwa kriminal tersebut terjadi bukan karena masyarakat tidak bermoral. Tetapi karena tidak beresnya kondisi sistem pengolahan pangan yang ada di negara tersebut. Maka selain moral yang baik, kepandaian juga diperlukan untuk mengelola dan memperbaiki sistem ekonomi dan penegakan hukum.

Dalam hal penegakan hukum, keadilan dan ketegasan merupakan hal yang penting. Sanksi yang diberikan kepada pelaku kriminal harus tegas. Istilah kasarnya adalah hukuman yang kejam. Dengan  begitu, sebelum para pelaku melakukan tindakan kriminal, mereka akan berfikir panjang dan timbul rasa takut untuk melakukan tindakan kriminal. Asalkan para calon pelaku kriminal tersebut memiliki akal sehat dan masih waras.

Cara tersebut memang tidak menjamin dapat memusnahkan kriminalitas. Tetapi sangat efektif untuk meminimalisasi kriminalitas. Selain hal tersebut, sistem ekonomi negara juga harus dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah menjadi bermoral. Karena kondisi ekonomi mendukung, dan kondisi penegakan hukum yang adil dan tegas mendorong masyarakat untuk bermoral. Serta tidak melakukan tindakan kriminal.

Namun, apakah hanya buruknya kondisi ekonomi dan penegakan hukum suatu negara yang menjadi sumber masalah dalam kehidupan? Dan apa yang menjadi sumber masalah dalam kehidupan selain dua hal tersebut?