3 bulan lalu · 112 view · 3 menit baca · Ekonomi 27349_52035.jpg
Dok. Pribadi

Kreativitas Limbah Industri Kertas

Kertas industri menjadi salah satu produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas karena fungsi dan aplikasinya yang sangat beragam. Kardus, kemasan makanan, dan kemasan rokok merupakan contoh kecil dari aplikasi kertas industri ini.

Isu pemanasan global dan pengurangan penggunaan plastik sebagai kemasan juga menambah luas penggunaan kertas industri sebagai kemasan di masyarakat. Seperti di Bali, dalam Pergub No. 97 Tahun 2018, berisi tentang larangan penggunaan plastik. Hal ini membuat kertas industri makin digandrungi masyarakat sebagai substitusi dari plastik.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Serang Mills (Indah Kiat Serang), unit industri APP Sinar Mas yang berdomisili di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, memiliki nilai-nilai heroik yang dikembangkan melalui masyarakat sekitar kawasan pabrik.

Tidak hanya menjalankan roda bisnisnya, Indah Kiat Serang juga membimbing dan memfasilitasi masyarakat sekitar kawasan industri untuk mengembangkan kreativitasnya.

Mitra Kreasi Handicraft adalah sebuah gerai kreatif yang dimiliki oleh Farid (45 tahun). Gerai ini merupakan program dari Indah Kiat Serang. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kreativitas dari masyarakat sekitar pabrik sekaligus memanfaatkan limbah kertas untuk didaur ulang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai seni dan nilai jual.

Dimulai dari tahun 2009, Farid merupakan satu-satunya pengrajin limbah industri kertas yang masih konsisten melakukan usahanya. Ia memberikan nilai bagi masyarakat di sekitarnya.


Dari gerai ini, Farid mampu menghasilkan karya-karya yang sangat kreatif, seperti miniatur Becak Mini, Kapal Phinisi, Menara Banten, Badak Bercula Satu, dan masih banyak produk kreatif lainnya.

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah gerai kreatif. Farid merasakan jatuh-bangun di dalam menjalankan usaha ini, dimulai dari proses mencari ide kreatif, mencari tenaga kerja yang mampu menunjang kinerjanya, sampai dengan belajar proses pembuatan produk.

Semua proses pembuatan produk ini Farid pelajari secara autodidak. Karena sebelum menjadi pengrajin limbah kertas, Farid adalah seorang teknisi las yang memiliki usaha di rumahnya.

Latar belakang inilah yang menjadi nilai tambah yang sangat tinggi terhadap produk yang Farid hasilkan. Dan dengan kerja kerasnya, Farid berhasil membuat Mitra Kreasi Handicraft bertahan sampai usianya yang ke-10 tahun. Ia juga mempekerjakan pemuda-pemuda yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Pemberdayaan pemuda-pemuda ini juga merupakan tantangan tersendiri bagi Farid. Keberagaman tingkat pendidikan sampai kemampuan beradaptasi yang berbeda dari para pemuda terhadap proses produksi sempat menjadi hambatan bagi gerai ini. Farid dengan sabar mengajarkan mereka tentang cara menghasilkan handicraft yang kreatif.

Tentu bukan hal yang mudah melakukan pemberdayaan terhadap para pemuda. Saat ini, Farid memiliki sepuluh pekerja yang membantunya di dalam proses kreatif gerainya. Mereka terseleksi dari proses yang terjadi selama sepuluh tahun Farid melakukan bisnis kreatifnya.


Indah Kiat Serang juga memiliki andil yang besar dalam proses pengembangan gerai milik Farid. Salah satu sumbangsih yang dilakukan perusahaan tersebut adalah dengan mengajak Farid menghadiri pameran-pameran kreatif handicraft.

Kunjungan-kunjungan inilah yang kemudian menjadi inspirasi Farid untuk menghasilkan model-model baru dari produk yang dihasilkan di gerainya, seperti model Kapal Phinisi, Menara Banten, dan Badak Bercula Satu. Miniatur Menara Banten dan Badak Bercula Satu bahkan menjadi salah satu produk unggulan dari gerai kreatif Farid.

Farid berani mengangkat kearifan budaya lokal Banten sebagai produk kreatifnya. Farid melihat peluang bahwa produk-produk kerajinan yang mengangkat budaya lokal Banten masih sangat jarang.

Bahkan, karena keunikan produk kreatif yang berani mengangkat budaya lokal Banten, Farid dan gerainya sering mendapatkan undangan untuk menghadiri acara-acara yang diadakan oleh pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Acara termutakhir yang Farid ikuti adalah AKCF (Anyer Krakatau Culture Festival) 2018 di Anyer, Banten. Hal ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap produk kreatif yang Farid hasilkan.

Karena konsistensinya terhadap kerajinan limbah kertas ini, Farid telah mendapatkan banyak penghargaan, baik dari yang bersifat daerah sampai berskala nasional. Bahkan produk-produk yang Farid hasilkan juga telah mampu menembus beberapa pameran handicraft dan dikenal masyarakat luas.


Tidak hanya itu, sosok Farid juga berhasil masuk sebagai salah satu tokoh daerah yang memberikan inspirasi di Harian Kompas pada tahun 2017.

Indah Kiat Serang dan Mitra Kreasi Handicraft mengajarkan bahwa tidak cukup hanya memiliki mimpi, kita juga harus memiliki kreativitas dan usaha serta konsistensi, sehingga usaha kita dapat berguna bagi banyak pihak.

Artikel Terkait