Arsiparis
5 bulan lalu · 80 view · 3 menit baca · Buku 40230_96226.jpg
https://mizanstore.com/THE_GEOGRAPHY_OF_GENIUS_54776

Kreativitas Bukan Karunia Genetis

Perlu Kerja Keras dan Situasi yang Mendukung

Kenapa  banyak orang kreatif yang lahir dari daerah tertentu? Ada hubungan seperti apa antara kondisi alam maupun sosial budaya yang mampu menjadi pendorong suatu daerah melahirkan orang yang jenius? Itulah yang mendasari Eric Weiner , seorang pelancong filosofis sekaligus penulis, pembicara dan mantan koresponden sebuah media radio.

Setelah mengejutkan pembaca dengan buku sebelumnya yaitu geografi kebahagiaan atau  History of Bliss kini ia melakukan kembali pemetaannya dengan topik yang lebih subyektif lagi, The Geography of Genius.

Ada beberapa kota yang menjadi obyek ulasannya di antaranya: Athena, Hangzhou, Florence, Edinburgh, Kolkata, Wina dan Silicon Valley. Nama kota kota tersebut sudah tak asing bagi kita pecinta ilmu pengetahuan. Mereka adalah kota yang banyak melahirkan para jenius di bidangnya masing masing.

Bagi orang kreatif tidak penting apakah lingkungan sekitar mereka baik atau buruk karena mereka ingin mengambil inspirasi dari dua keadaan tersebut. Dan kebanyakan dari kita berada pada puncak kreatif saat kita mengalami keterbatasan.


Garis lurus dari semua itu adalah bahwa orang kreatif selalu berdampingan dengan resiko. Orang jenius tak jarang memepertaruhkan kekonyolan mereka. Kejeniusan selalu ada harganya  dan sebagian orang juga sebagian tempat lebih  bersedia untuk membayar harga tersebut dibandingkan yang lainnya.

Athena, adalah penghasil filosof terkemuka,  Plato, Aristoteles, Phitagoras dll, adalah ilmuwan yang lahir dari negeri Yunani tepatnya di Athena. Kondisi alam dan lingkungan yang seperti apakah hingga melahirkan orang orang kreatif itu membuat Eric blusukan ke museum dan situs situs bersejarah di sana. Mencoba merekonstruksi masa lalu dari bukti bukti yang ada. Kondisi alam dan penghargaan pada pengetahuan dari luar membuat mereka berkembang. Ilmu dari Mesir, Babilonia dan Sumeria mereka adaptasi menjadi ilmu baru. Dan memang benar di mana sesuatu itu dihargai maka sesuatu itu pun akan tumbuh.

Apa yang diuraikan tentang Athena tak berbeda jauh dengan Hangzhou. Hangzhou sebagaimana kota di China adalah suatu tempat dengan penghargaan tinggi terhadap orang orang kreatif di masanya. Namun bagi orang orang di sini apa yang disebut dengan inovasi lebih pada seberapa berguna penemuan itu bagi masyarakatnya. Dan satu hal yang pasti meski berguna penemuan tersebut harus tetap berpijak dari tradisi masa lalu.

Ada yang khas dari apa yang diuraikan oleh eric dalam bukunya ini, bahwa kejeniusan itu beragam bukan hanya milik ilmuwan alam semata tapi juga ilmuwan sosial dan tak ketinggalan ilmuwan di bidang  seni. Baginya kreatifitas bisa dimiliki oleh semua bidang keahlian. Ada ahli matematika, sastra, musik yang menghiasi deskripsi orang kreatif dalam buku ini. Dan semuanya adalah maestro, dan tentunya daerahnya berbeda beda.


Florence, sebuah kota kecil di Italia tentunya tak luput dari perhatian Eric. Kota tempat lahirnya renaisans ini tentunya menyimpan berjuta misteri hingga melahirkan begitu banyak seniman dan ilmuwan terkemuka didunia. Ketika Athena menghargai kebijaksanaan dan melahirkan Socrates, lantas apa yang ditawarkan oleh kota yang kumuh dan rawan banjir ini? Ternyata di sana banyak sekali Bottega yang berarti bengkel kerja. Di sini sebuah formula baru diuji dan dipelajari tak jarang mereka berhasil membentuk penemuan baru dari tempat ini. Dan yang terpenting adalahmemeupuk bakat bakat baru di sini.

Di Bottega inilah para ilmuwan tersohor memulai kreativitasnya, Michaelangelo dan  Leonardo da Vinci adalah dua dari sekian banyak jenius yang menjadi   alumni Bottega. Mereka  magang pada ilmuwan yang berkompeten pemilik bottega itu. Dan mereka belajar secara alami learning by doing di sana. Florence adalah kota yang mau menghargai  sebuah karya dengan mahal. Mereka  tak berhitung untuk membayar seorang seniman dan inilah yang membuatnya melahirkan banyak ilmuwan dan seniman.

Dan hal yang dihargai di suatu negeri akan tumbuh di sana. Ungkapan ini memantik dan menjadi garis lurus pembahasan buku ini.  Dan seperti diyakininya setelah melalui perjalanan ke Athena, Kolkata, Hangzhou, Edinburgh, Florence, Wina dan Silicon Valley, eric menganggap bahwa kreativitas bukan sebagai karunia atau anugerah, melainkan sesuatu yang diusahakan melalui kerja keras. Dan tentunya itu akan tumbuh jika ada situasi yang mendukung. Dan saya pun setuju dengan pendapatnya. Selamat membaca.

Judul                    : The Geography of Genius, Pencarian Tempat tempat  Paling kreatifdi Dunia dari Athena kuno Sampai Silicon Valey.

Penulis                 :Eric  Weiner


Penerjemah         :Barokah Ruziati

Penerbit              : Qanita PT Mizan Pustaka Bandung,  Cetakan I

Tebal                   : 576 hlm.

Artikel Terkait