Mahasiswa
3 tahun lalu · 292 view · 2 min baca menit baca · Politik images-7_0.jpeg
foto: google.com

KPK Yes, Saut No

Setelah pernyataannya menuai polemik dan berbuntut panjang, Saut Situmorang lenyap, ia bersembunyi di belakang layar. Seolah ada kesengajaan untuk membiarkan masalah ini berlarut-larut dan menjadi 'bola salju' yang semakin hari kian membesar.

Puncaknya, Senin 9 Mei 2016 ini, Pengurus Besar HMI dan Majelis Nasional Kahmi akan menempuh jalur hukum, dengan melaporkan Saut Situmorang ke Mabes Polri atas sangkaan perbuatan tidak menyenangkan, penghinaan, dan pencemaran nama baik.

Ajakan KPK untuk duduk santai dan ngopi bareng pun ditolak mentah-mentah. Karena pihak HMI hanya ingin pribadi Saut minta maaf dan bertanggung jawab atas apa yang ia tuduhkan kepada HMI tempo itu.

Tidak ada maksud untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hanya ingin KPK dipimpin oleh sosok yang santun, beretika, dan berintegritas.

Coba anda pikirkan, bagaimana jadinya jika suatu saat kejadian seperti ini terulang kembali? Misalnya, ada salah satu oknum partai yang melakukan tindak pidana korupsi, kemudian perwakilan KPK jumpa pers dan menyebut partai tersebut korup dan jahat.

Justru pernyataan Saut akan menuai konflik dan menjadi preseden buruk yang efeknya akan menggerus citra dan integritas lembaga. KPK akan lemah dan hancur oleh oknum KPK itu sendiri.

Jika tidak percaya, mari kita lihat beberapa respon yang terlontar dari beberapa tokoh bangsa atas sikap yang dilakukan Saut, sebagai berikut:

Jendral Moeldoko: "Wah kok ada pimpinan Lembaga Negara yang mengeluarkan pernyataan serampangan seperti itu, sadar tidak ucapannya menyinggung banyak orang. Pernyataan salah satu pimpinan KPK tersebut sangat tendensius dan membuat banyak sakit hati banyak Kader serta alumni HMI. Ada baiknya oknum pimpinan KPK tersebut segera meminta maaf."

Din Syamsuddin: "Saya kira mengabaikan kode etik KPK itu sendiri. Generalisasi tentang kejahatan adalah kejahatan itu sendiri."

Abdullah Hehamahua: "Pak Saut harus menyampaikan pernyataan maaf secara terbuka."

Mahfud MD: "Saya tak habis pikir Saut bisa berbicara seperti itu, saya pribadi kenal dia sebagai orang yang cukup baik. Mungkin dia keseleo lidah saja."

Elza P Taher: "Setelah menyebut HMI sebagai sarang korupsi, Saut Situmorang raib, entah kemana. Intelejen kok pengecut."

Dan masih banyak lagi respon-respon negatif dari masyarakat luas yang ditujukan ke Saut Situmorang. Karena ini adalah masalah pribadi seorang Saut, jangan sampai KPK secara kelembagaan terkena getahnya.

Yakinlah bahwa kami, keluarga besar HMI sangat mendukung KPK untuk bekerja secara profesional dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. Tidak ada sedikit pun niatan dan upaya untuk melemahkan apalagi melumpuhkan lembaga anti rasuah tersebut. Prihal Saut, jangan sampai ia jadi 'kerikil dalam sepatu' bagi KPK itu sendiri.

Perlu kiranya slogan 'KPK Yes, Saut No' lantang dikumandangkan. Karena bagaimana pun, HMI ikut andil dan berkontribusi dalam pendirian KPK di awal reformasi. Hamdan Zoelva menyatakan: "Tanya Saut Situmorang, siapa tokoh-tokoh yang bentuk Undang-Undang KPK. Kalau jadi pimpinan belajarlah rendah hati. Jangan karena dengki anda lupa diri."

Jadi, KPK tenang-tenang saja dan stay cool, kami pastikan bahwa engkau aman dan akan kami kuatkan. Khusus untuk Saut, segera keluarlah dari persembunyian, minta maaf dan pertanggungjawabkan atas apa yang engkau katakan tempo itu.

Artikel Terkait