Mahasiswa
1 bulan lalu · 135 view · 3 min baca menit baca · Hukum 60655_79292.jpg
Sumber : Tribunnews.com

Korupsi dan Masa Depan Bangsa

Korupsi menurut Nurdjana (1990) berasal dari kata "corruptio" yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental, dan hukum.

Sedangkan menurut UU nomor 20 tahun 2001 korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau perekonomian negara.

Korupsi di Indonesia bisa diibaratkan sebagai penyakit yang menular. Hal Ini bisa dilihat dari masuknya Indonesia dalam 100 besar negara paling korupsi di dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa per 31 Desember 2018 KPK sudah menangani 1.135 kasus sejak tahun 2005.

Kasus terbaru Wali Kota Tasikmalaya diperiksa terkait kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 400 juta kepada Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo dan rekan-rekannya.

Hal ini tentu membuat masyarakat Indonesia malu. Walaupun yang melakukan korupsi adalah para pejabat tetapi masyarakat terkena imbasnya. Hal ini tentu mengherankan sebagian besar rakyat Indonesia,dengan pendidikan yang tinggi ternyata tidak membuat para koruptor tersebut menjadi semakin baik akhlaknya.

Korupsi tidak akan terjadi tanpa adanya faktor yang menyebabkan. Salah satunya adalah kebiasaan berbohong dari kecil yang tumbuh dan dipelihara hingga dewasa. Banyak para koruptor yang sebelum diperiksa mengatakan bahwa mereka ࢢdak terlibat kasus tersebut hingga berani berjanji jika mereka korupsi silahkan potong leher atau lainnya. Tetapi keࢢka terbukti terlibat, tidak dilaksanakan.

Faktor kedua adalah pengawasan yang kurang ketat dari para penegak hukum. Banyak penegak hukum yang tidak bekerja maksimal dan hanya bekerja jika ada kasus yang terungkap, Terbaru mantan ketua DPR yang terjerat kasus korupsi E-KTP, Setya Novanto tepergok makan di salah satu restoran padang.


Bisa dibayangkan masa depan bangsa jika budaya korupsi ini terus dibiarkan berkembang dan tumbuh dalam diri masyarakat Indonesia. salah satunya adalah rakyat semakin menderita karena anggaran dana yang seharusnya digunakan untuk umum, hanya dirasakan oleh beberapa orang saja.

Hal ini terasa dampaknya karena banyak fasilitas publik yang mutunya bisa lebih baik. Seperti kasus korupsi dana Transjakarta yang memakai onderdil kualitas buruk sehingga masa pakainya lebih sedikit.

Dampak lain adalah meningkatnya jasa dan pelayanan publik, perusahaan jasa yang seharusnya mendapatkan dana untuk biaya operasional, kebersihan dan lain- lain dari pemerintah, karena dikorupsi mencari cara untuk menutup biaya tersebut dengan meningkatkan biaya.

Dampak lainnya bagi masyarakat adalah meningkatnya kriminalitas, hal ini bisa terjadi karena dampak dari faktor sebelumnya yaitu meningkatnya biaya, masyarakat yang ࢢdak memiliki uang cukup akan mencari cara untuk mencukupi kebutuhannya dengan cara mencuri, memalak, membegal, mencopet dan lain- lain.

Tidak hanya berdampak pada masyarakat, korupsi juga berdampak pada pemerintah. Dampak yang pertama adalah pemerintah tidak dipercaya lagi oleh masyarakatnya karena banyaknya pejabat yang melakukan korupsi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang demo dan menuntut keadilan.

Dampak kedua adalah meningkatnya hutang negara karena anggaran yang dipakai untuk kepentingan rakyat di korupsi, sehingga negara mencari cara agar bisa menutup biaya tersebut dengan meminjanm uang kepada negara lain ataupun bank dunia.

 Dari catatan Kementerian Keuangan, disebutkanbahwa utang Indonesia per Januari 2019 mencapai 4,5 triliun rupiah. Hal ini tentu mempersulit Indonesia untuk melaksanakan berbagai pembangunan negara.


Masa depan negara kita berada ditangan para generasi muda. jika generasi muda bisa memutus rantai setan kasus korupsi dan menjadi para pemimpin dan penegak hukum yang adil, dapat dipercaya maka negara ini akan terselamatkan dari kehancuran.

Tugas para guru, tokoh masyarakat dan kita semua adalah mempersiapkan para generasi muda tersebut agar siap di kemudian hari. Untuk mengurangi bahkan menghilangkan korupsi ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah.

Pertama adalah mengajarkan para generasi muda perilaku yang baik, cara ini bisa dimulai dari lingkungan keluarga dan ditunjang dengan pelajaran di sekolah. Seperti memberikan pembekalan religi sejak dini. Ini bisa melalui pendidikan yang berbasis agama ataupun aktif dalam kegiatan keagamaan

Kedua pemerintah memperketat peraturan terkait korupsi serta mengangkat penegak hukum yang memiliki intelektual dan perilaku yang baik serta professional sehingga praktek korupsi bisa dicegah.

Keࢢga mewajibkan pelajaran Pendidikan Anti Korupsi sejak dini sehingga sejak kecil bisa dihindari. Bisa melalui cerita anak-anak ataupun animasi sehingga anak- anak tertarik utuk membaca dan menontonnya. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman kejujuran sehingga sejak dini sudah mengerti pentingnya kejujuran.

Jika para generasi penerus bangsa memiliki perilaku dan sifat yang baik maka masa depan negara ini pasti akan cerah.

Artikel Terkait