Pernahkah kalian mendengar istilah “Korean Wave” atau yang bisa juga disebut dengan “Hallyu/ 한류”?  Korean Wave merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan  penyebaran  berbagai budaya Korea ke negara-negara lain, baik di wilayah Asia, Eropa, bahkan Amerika, melalui musik, film, drama televisi, fashion, dan lainnya.

Korean Wave dimulai sekitar tahun 1990-an di Asia Timur, yang kemudian terus berkembang hingga ke berbagai dunia. Dari tahun 1990 populernya budaya Korea dikenalkan melalui drama televisi Korea, solo bahkan grup-grup music seperti  H.O.T, Sech Kies, S.E.S, Shinhwa, g.o.d, BOA, Rain, dan lainnya.

Pengaruh budaya sebagai sumber utama dari soft power dibagi menjadi dua jenis, yaitu high culture yang berfokus pada kesenian, bidang sastra, dan juga Pendidikan. Kemudian, ada pop culture yang berfokus pada perkembangan produksi hiburan massal (mass entertainment). 

Dengan menggunakan kekuatan daya Tarik yang dapat memengaruhi capaian target yang dituju maupun diterima, namun juga perlu memilah faktor apa saja yang membuat budaya tersebut bisa menarik dan dapat diterima.

Aktor-aktor yang terlibat sebagai soft power dari Korean Wave terdapat lebih dari satu, seperti pemerintah Korea Selatan, media, bidang industri (film, drama televisi, music, animasi, gim), produk komersial (MNC yang berpusat di Korea Selatan seperti LG dan Samsung) sebagai pemberi, dan juga masyarakat negara Asia, Eropa, Amerika, dan lainnya sebagai penerima.

Korean Wave digunakan sebagai instrumen soft power untuk memengaruhi cara pandang negara lain mengenai produk-produk Korea, semenjak terjatuhnya ekonomi dari Korea Selatan saat terjadi krisis finansial Asia pada tahun 1996.

Korean Wave digunakan sebagai pembuat citra serta profil dari Korea Selatan agar semakin dikenal oleh masyarakat dari negara lain, dengan menggunakan daya tarik melalui budaya yang didukung oleh beberapa faktor. Yang pertama, kebijakan pemerintah dalam mendukung finansial untuk peningkatan promosi budaya Korea ke luar negeri.

Faktor kedua, nilai-nilai tradisi historis dan modernitas dihadirkan dalam produk budaya seperti drama televisi, dan film. Korean Wave juga menggunakan nilai-nilai seperti penghormatan kepada yang lebih tua, kekeluargaan, juga bagaimana untuk menaati tradisi-tradisi yang ada.

Faktor ketiga, inovasi dan kreativitas dalam memproduksi budaya dalam Korean Wave, dengan mengembangkan strategi produksi budaya. Dari industri musik K-Pop utamanya di Asia, lagu-lagu yang dibuat menggunakan beberapa Bahasa, hal ini digunakan untuk memperluas penggemar music Korean Pop baik dari penyanyi solo, maupun grup.

Faktor keempat, mempromosikan drama televisi, dan K-Pop melalui media internet dengan sebaik mungkin. Youtube bisa menjadi sarana dalam mengakses music K-Pop, hal ini membuat semakin mudahnya penyebaran ke masyarakat di Amerika dan Eropa. Juga untuk penyebaran drama televisi bisa diakses melalui website atau aplikasi seperti Netflix, VIU, IQIYI, dan lainnya.

Korean wave memberikan keuntungan bagi Korea Selatan tidak hanya melalui ekspor produk budaya saja, namun dimanfaatkan juga sebagai sarana promosi dalam memasarkan pariwisata dan produk komersial. Dalam industri pariwisata, Korean Wave menjadi sarana promosi organisasi pariwisata Korea Selatan (KTO atau Korean Tourism Organization). KTO menyediakan paket wisata sesuai dengan lokasi-lokasi yang digunakan dalam drama atau muncul dalam film sebagai objek wisata bagi para wisatawan.

Korea Selatan juga memperoleh keuntungan dengan nilai yang lebih besar dari pemasaran serta penjualan produk budaya juga produk komersial, jumlah ekspor produk program televisi Korea mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2000 hingga tahun 2017.

Ekspor budaya Korea melalui Korean Wave tidak hanya memberikan keuntungan dari produk budaya saja, namun memberikan keuntungan pemasaran produk komersial lain di pasar internasional, yang membuat masyarakat menjadi terbiasa dengan gaya hidup ala Korea. Dengan ini mendorong adanya konsumsi terhadap produk yang muncul dalam drama televisi atau film.

Penggunaan gawai dengan teknologi terbaru, kosmetik, atau pakaian dalam suatu penampilan, bisa disebut sebagai suatu proses penanaman komponen nilai keindahan pada objek material yang dilakukan melalu tayangan dalam budaya Korea, yang dapat membuat produk-produk tersebut menjadi menarik bagi konsumen

Adanya Korean Wave ini juga memberikan banyak dampak positif, seperti memperluasnya wawasan yang dimiliki tentang negara Korea Selatan, utamanya pada budayanya, adanya kemajuan teknologi dan transportasi yang bisa digunakan oleh siapa saja, semakin banyaknya idol yang datang ke negara lain untuk melakukan konser, hal ini membuat media tentu saja akan tertarik dan meliput

Datangnya idol untuk melakukan konser di negara seperti Indonesia juga bisa bisa  membantu mengenalkan dan mempromosikan Indonesia ke dunia, beberapa idol yang telah melakukan konser dan memiliki waktu luang  mereka akan membuat Vlog tentang apa yang mereka lakukan selama berada di Indonesia, dan memperkenalkan budaya Indonesia atau bahkan negara lain, seperti yang telah penulis amati.