Legal Officer
2 tahun lalu · 368 view · 5 menit baca · Kuliner kopikina.jpg
Sumber gambar: minumkopi.com

Kopikina, Kafe Ideal untuk Menikmati Kopi Nusantara

Terletak di Jalan KH. Abdullah Syafi'ie No. 21B, Tebet, Jakarta, Kopikina buka dari jam 10.00-02.00 WIB. Di daftar menu tertera Kopikina menyediakan 50 jenis kopi dari seluruh Indonesia. Bahkan baristanya mengatakan ada 90 jenis kopi yang mereka punya.

Namun saat saya ke sana, kurang lebih hanya 21 jenis kopi yang siap disajikan. Menurut barista hal itu disebabkan ekspedisi yang masih belum lancar setelah lebaran. Mereka juga enggan menyuguhkan biji kopi yang tak terlalu baik untuk konsumen. Setiap hari Sabtu jam 15.00, Kopikina juga mengadakan Coffee Cupping Session. Sebuah acara diskusi mengenai kopi dan membedakan rasa kopi. Tanpa dipungut biaya.

Tempat

Lokasi kafe ini berada di samping jembatan layang Jalan KH Abdullah Syafei dari arah Tebet ke arah Mal Kota Kasablanka. Ambil arah kiri sebelum jembatan layang. Kopikina berada di kiri jalan sebelum perempatan Jalan Saharjo. Sayang, tidak ada atau minimal sulit mencari tempat parkir mobil.

Beberapa meja dan kursi di Kopikina tersusun untuk empat sampai enam orang. Hanya sediikit meja yang dirancang untuk dua orang. Pengunjung juga bisa duduk di bangku dengan meja panjang di depan kaca yang menghadap ke jalan.

Terdapat juga model bangku panjang dan meja kayu seperti furnitur sekolah. Ruangan Kopikina relatif sempit. Saat saya ke sana, kertas daftar menu sudah sobek sebagian. Beberapa bagian dinding perlu dicat ulang. ACnya juga kurang dingin dibanding kafe-kafe lain. Kopikina bukan tempat yang nyaman buat ngobrol intim lama atau business meeting.

Menu

Setelah berbincang dengan barista saya memesan Arabika Kerinci Haro (Rp30.000,00) dengan metode seduh pour over menggunakan  V60. Menurut keterangan pada toplesnya, jenis kopi ini punya aroma asam jawa, karamel dan jambu. Dari semua rasa tersebut, karakter karamel yang terasa di lidah saya. Biji kopi ini ditanam pada ketinggian  1200-1450 meter di atas permukaan laut

Arabika Kerinci Haro meraih juara ketiga pada Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2015 yang diadakan oleh AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) dan Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao). Kontes ini diadakan pada Oktober 2015. Jenis kopi ini meraih cupping score 87,05. Cupping score tersebut berselisih 0,46 poin dari juara pertama. Tak salah jika Kopikina menyebut Arabika Kerinci Haro sebagai salah satu kopi terbaik mereka.

Kopi kedua yang saya pesan adalah Arabika Rinjani Sembalun Peaberry Honey (Rp30.000,00). Jenis kopi ini lolos seleksi 30 Besar Lelang Kopi Spesialti Indonesia tahun 2014. Pantas bila barista merekomendasikan Arabika Rinjani Sembalun sebagai jenis kopi terbaik Kopikina selain Arabika Kerinci Haro.

Arabika Rinjani Sembalun punya rasa seperti paprika, gula Jawa dan keasaman seperti asam Jawa. Rasa gula Jawanya khas terasa di lidah saya. Jenis kopi ini juga lebih kuat terasa dibanding Arabika Rinjani Haro. Setelah saya tanyakan sebabnya, barista bercerita Arabika Rinjani Haro yang disediakan Kopikina memang jenis peaberry alias biji tunggal. Kopi biji tunggal disebut juga kopi lanang.

Menurut barista, jenis biji ini menyerap nutrisi lebih banyak dibanding jenis biji berkeping dua. Oleh sebab itu, rasanya lebih kuat. Nikmatilah kedua jenis kopi itu tanpa gula secara perlahan. Kita akan merasakan suburnya alam Indonesia melalui dua jenis biji kopi tersebut. Sebuah kemewahan bisa menikmatinya dengan khidmat.

Selain kedua jenis kopi yang saya pesan, beberapa pilihan biji kopi lainnya yang tersedia saat saya datang adalah Arabika Yogya Gunung Manoreh, Arabika Enrekang Latimojang, Arabika Kepahiang Saba. Suburnya alam Indonesia terlihat pada dua jenis kopi yang punya karakter rasa berbeda walaupun berasal dari satu daerah.

Contohnya, Arabika Flores Bajawa dan Arabika Flores Manggarai. Juga Arabika Toba Tigaraja Silimakuta dan Arabika Toba Dolok Sanggul. Selain Arabika, saat itu Kopikina menyediakan juga jenis liberika, yakni Liberica Batang.

Untuk makanan atas rekomendasi pramusaji, saya pesan nasi goreng Kopikina (Rp36.000). Tampilannya menarik. Nasi gorengnya dibungkus telor dadar yang dihias mayones, tomat, selada dan timun. Namun rasanya biasa saja. Nasinya lembek untuk ukuran nasi goreng. Isinya cuma sosis dan telur. Tipe nasi goreng yang bisa dimasak di rumah. Harganya terlalu mahal untuk rasa nasi goreng seperti ini. Nasi goreng Kopikina gagal menjadi menu identitas khas kafe ini.

Setelah menyantap nasi goreng yang biasa saja saya pesan Pancake Affogato (Rp50.000,00). Konsep affogato pada dasarnya adalah satu scoop es krim vanilla yang dengan satu shot espresso. Kopikina memadukannya dengan pancake.

Pancakenya biasa saja jika dirasakan tanpa tambahan apapun. Rasa tepungnya yang dominan. Rasa susu khas pancake kurang terasa. Es krim vanilanya juga tak istimewa. Cukup aman di mulut namun tak meninggalkan kesan apa-apa.

Hidangan penutup ini baru terasa lezat saat ketiga elemen dicampurkan. Guyurlah espresso ke atas pancake dan es krim. Menurut barista, mereka menggunakan biji kopi Arabika Aceh Gayo untuk espressonya.

Espresso Aceh Gayo yang membuat Pancake Affogato ini spesial. Selain mencampurkan pancake, es krim vanilla dan espresso, cara lain menikmatinya adalah dengan cukup mencampurkan es krim vanilla dengan espresso. Pancake Affogato lebih sukses sebagai menu khas Kopikina yang lezat dibanding nasi gorengnya. 

Harga

Kisaran harga makanan dan minuman di Kopikina ini termasuk terjangkau murah. Berkisar dari Rp24.000,00 sampai Rp50.000,00. Harga yang masih masuk akal bagi kantong pelajar dan mahasiswa.

Single Origin & Daily Blend yang berisi berbagai macam kopi dihargai dari Rp25.000,00-Rp35.000,00. Sebagai contoh, cold brew Rp35.000,00, Tubruk Rp25.000,00, filter brewed 30.000,00, Americano/long black Rp27.000,00. Jika ditambah ekstra sirup seperti caramel, vanilla atau susu konsumen harus menambah Rp5.000,00. Tambahan kopi luwak dihargai Rp25.000,00.

Teh dan turunannya merentang dari harga Rp24.000,00 sampai Rp34.000,00. Sebagai contoh, organic green tea latte  Rp34.000,00. Lemon tea Rp27.000,00. Jasmine tea Rp26.000,00. Flavoured tea Rp25.000,00 dan Java black tea Rp24.000,00. Tambahan es dihargai Rp3.000,00. Menu minuman coklat dihargai Rp30.000,00. Tambahan es  400 ml dihargai Rp7.000,00. Air mineral dihargai cukup mahal Rp12.000,00.

Menu pancake dan waffle merentang dari harga Rp30.000,00 sampai Rp50.000,00. Classic pancake, misalnya, dihargai Rp30.000,00. Pancake banana Rp34.000,00. Banana delight (pancake ditambah pisang, caramel dan es krim) dihargai Rp.39.000,00. Sedangkan Affogato Pancake dihargai Rp50.000,00.

Snack merentang dari harga Rp28.000,00 sampai Rp35.000,00. Tempe Kopikina dihargai Rp28.000,00, tape goreng Rp27.000,00, beef island pancake Rp35.000,00. Main course Rp36.000,00-Rp45.000,00. Nasi goreng Kopikina beef black pepper fried rice Rp45.000,00. Marinara Spaghetti Rp39.000,00. Harga-harga yang tertera di sini adalah harga per tanggal 28 Juli 2016.

Kesimpulan

Kopikina jelas dirancang bagi konsumen yang betul-betul mencintai atau ingin tahu kopi nusantara. Banyaknya pilihan kopi dan kedalaman pengetahuan barista tentang kopi menunjukkan itu. Tipe kafe impian untuk merasakan istimewanya kopi nusantara.

Ruangan di Kopikina relatif kecil. Melihat kertas daftar menu yang sudah rusak dan dekorasi Kopikina saat saya datang, kurang tepat mengadakan business meeting di sini.

Kopikina bisa jadi tempat sangat tepat jika mengajak pasangan kencan yang memang suka kopi atau ingin mendalami kopi. Namun jika tujuannya ngobrol intim tanpa menikmati kopi, ruangannya yang cukup kecil bisa membuyarkan konsentrasi mendengarkan obrolan pasangan bila kafe sedang ramai pengunjung.

Tampaknya tidak ada yang khas dari menu utama dan snack Kopikina. Nasi goreng Kopikina adalah tipe nasi goreng yang tak perlu kita beli di kafe. Hanya Pancake Affogato yang memang betul-betul mengesankan cita rasa kita. Terutama karena guyuran espresso Aceh Gayonya.

Sebaiknya fokus saja menikmati kopi dan produk turunannya, seperti Pancake Affogato. Jangan terlalu berharap merasakan kelezatan menu-menu lain seperti nasi goreng Kopikina atau menu kudapan.

Harganya yang wajar membuat konsumen bisa merasakan dua sampai lima jenis kopi. Aroma kopinya betul-betul membayar lunas harganya. Bahkan bisa disebut murah. Namun menu lain bisa dikatakan terlalu mahal dibandingkan rasanya. Mungkin juga sebagai kompensasi harga dan rasa kopi.