98271_30888.jpg
Puisi · 1 menit baca

Kopi Hitam

Bagai jelaga menempel di tungku
Hitam yang kuhirup
Menebar aroma hangus di benakku
Merangkum kenangan padamu

Setiap satu seruputan adalah luka
Terurai perih bagai teriris belati
Setiap sampah kopi yang kugigit
Adalah obat luka yang kau tanam

Pahit ini adalah ulangan
Tikaman pisau penghianatan
Adalah hitam kopi ini
Membuat kenangan menyusut surut pula

Di seruputan terakhir
Kugambarkan wajah mu kembali
Namun yang tertinggal hanya gelap
Hanyut di tenggorokan. Sirna....

Luka dan jelaga
Menggilas jalan hidupku
Kopi hitam
Menghapus jejak luka luka. Kosong