Sumber Agung merupakan desa yang terletak di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Desa tersebut memiliki potensi yang sangat besar di sektor perkebunan yang bisa dikembangkan untuk menjadi produk lokal yang khas yakni Kopi Gambut kalimantan. Kopi gambut adalah sebutan dari masyarakat lokal agar namanya lebih kedaerahan dan tentunya kopi tersebut berada pada daerah lahan gambut. Lahan gambut itu tercipta akibat proses pendangkalan rawa akibat tumpukan pohon, daun dan material tanaman lainnnya yang membusuk puluhan tahun bahkan ratusan tahun.

Kopi Gambut sudah di tanam oleh warga sejak masyarakat transmigran berdomisili desa tersebut pada tahun 1988. Kopi gambut jenis liberika (Coffea liberica) ini sangat terkenal dulunya bahkan masyarakat dapat menghasilkan berton-ton kopi pertahun. Untuk pemasaran kopi ini sudah ke Pontianak, Kayong Utara, Ketapang, bahkan sampai keluar pulau seperti Jakarta. Kopi ini memiliki ciri khas rasa dan aroma yang tak kalah enaknya dengan kopi medan, ataupun kopi yang lainnya “kata Benni Sinaga , salah satu peserta Workshop Konservasi yang diselenggarakan oleh Qureta dan Yayasan Belantara saat mengunjungi desa Sumber Agung kemarin (29/4/2017)”.

Pada tahun 2015 masyarakat desa sumber agung mengalami musibah kebakaran lahan yang sangat parah.  Bayangkan saja , desa ini menjadi penyumbang asap terbesar akibat kebakaran hutan yang terjadi pada tahun tersebut. Akibatnya, banyak lahan warga yang hangus di lalap si jago merah. Lahan tanaman kopi juga ikut terbakar , yakni seluas 500 hektare tanaman kopi rusak akibat kebakaran hutan, “ menurut Kepala Desa Sumber Agung, Arifin Noer Aziz. Berbeda dengan arabika dan robusta, tanaman kopi jenis liberika berukuran besar, bisa mencapai tinggi 9 meter. Biji kopi liberika juga lebih besar, kadang mencapai dua kali lipat ukuran biji arabika.

Ada hal yang patut dicontoh dari desa Sumber Agung ini, yaitu semangat warga untuk bangkit dari sebuah keterpurukan akibat kebakaran lahan kemarin. Perlahan tapi pasti warga desa Sumber Agung bersama SAMPAN (Sahabat Masyarakat Pantai) membuat program yang dapat merevitalisasi ekonomi masyarakat . Sampan merupakan LSM yang bergerak di bidang lingkungan. Adapun visi dan misi dari LSM SAMPAN adalah menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan dalam mengelola wilayah pesisir untuk kesejahteraan masyarakat, “Ujar Djayus Sukma seorang aktivis lingkungan Sampan.

Penanaman kembali setelah kebakaran mempunyai potensi yang sangat besar di sektor perkebunan dan pertanian di lahan gambut. Potensi ini dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat desa untuk bisa berkembang menjadi desa mandiri. Tanaman yang sudah menjadi komoditi utama di daerah ini yaitu karet dan juga padi. Adapun tanaman yang dapat memiliki potensi untuk menambah kesejahteraan masyarakat yakni Kopi Gambut Kalimantan, karena memiliki cita rasa dan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi yang ada di Indonesia bahkan didunia. Hal ini dapat menjadikan Kopi Gambut sebagai brand-nya Kopi asal Kalimantan.

Saat ini sudah ada 300 hektar tanaman kopi yang sudah ditanam di lahan yang terbakar, Ujar Arifin. Harapan kedepannya produksi kopi gambut dari desa ini dapat meningkat, bahkan bisa melebihi produksi ketika sebelum desa ini tertimpa musibah kebakaran. Apalagi sekarang orang sudah sangat mudah menerima informasi , baik dari internet ataupun media sosial. Berarti untuk pemasaran Kopi Gambut Kalimantan tidaklah sesulit dulu. Kopi ini juga bisa menjadi aset untuk Kalimantan Barat khususnya Desa Sumber Agung karena memiliki cita rasa dan aroma kopi yang khas dibandingkan dengan kopi di daerah lainnya yang ada di Indonesia bahkan dunia. Akankah kejayaan Kopi Gambut Kalimantan dari desa Sumber Agung ini bisa kembali?