Informasi terkait pembelian BBM yang mengharuskan dengan aplikasi menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia saat ini. Pemerintah terus berusaha berbagai upaya agar penyaluran BBM pertalite dan solar bisa tepat sasaran.

Salah satu upaya yakni, kerjasama antara pemerintah dengan PT Pertamina (persero) yang menyatakan per 1 Juli 2022 pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar harus mendaftarkan kendaraannya di aplikasi MyPertamina. Hal ini menandakan bahwa pembelian BBM bersubsidi benar-benar diatur.

Terdapat niat dan program yang bagus dari pemberlakuan kebijakan ini. Namun, hal ini masih menjadi kekhawatiran serta perdebatan di masyarakat. Berbagai macam tanggapan dan kendala terjadi di masyarakat. 

Tak sedikit masyarakat yang kontra. Mereka merasa kesal dan menganggap kebijakan ini tidak jelas serta menyulitkan rakyat. Baik warga maupun sopir angkutan umum mengaku lebih mudah dengan cara membayar tunai dari pada harus menggunakan aplikasi.

Selain itu, perdebatan yang lain juga terjadi terkait penggunaan aplikasi. Bagaimana jika tidak mempunyai smartphone, adanya gangguan jaringan akses internet, kebocoran data ataupun kejahatan Cybercrime? Ini menjadi hal yang banyak diperbincangkan terutama masyarakat yang tidak paham digital.

Tak hanya itu, penggunaan smartphone di area SPBU yang sudah dipahami masyarakat menjadi area terlarang dan berbahaya, justru kini harus menggunakan smartphone untuk menunjukkan bukti registrasi di Area SPBU.

PT Pertamina (persero) menyatakan bahwa BBM subsidi harus diatur karena masih banyaknya BBM subsidi dikonsumsi oleh pengguna yang tidak berhak. 80% dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke atas dan 20% dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke bawah. 

Selain itu juga dikarenakan adanya potensi over kuota. Kuota pertalite 23.05 juta KL, realisasi hingga Mei 2022 sudah melebihi kuota sebesar 123%  dan untuk kuota solar 14.91 juta KL, realisasi hingga Mei 2022 sudah melebihi kuota sebesar 111%.

Harapannya, dengan adanya penggunaan aplikasi MyPertamina dapat mengenali siapa saja konsumen pertalite dan solar serta mendukung rencana revisi regulasi kategori konsumen yang berhak membeli pertalite sesuai dengan Perpres No. 191/2014 & SK Kepala BPH Migas No. 4/P3JBT/KOM/2020 

Pertamina juga terus melakukan sosialisasi sekaligus menjawab perdebatan serta kekhawatiran yang terjadi dimasyarakat yang dibagikan pada akun resmi media sosial milik Pertamina.

Terkait aman atau tidaknya penggunaan smartphone di area SPBU, PT Pertamina (persero) menjelaskan bahwa pada dasarnya aman selagi penggunaannya hanya boleh untuk transaksi berjarak 1,5 meter dari dispenser SPBU dan tidak boleh melakukan komunikasi telepon.

Selain itu, penggunaan Smartphone juga dilarang pada area tangki pembongkaran SPBU dan terlalu dekat dengan pompa pengisian. Kemudian, mengenai kendala dalam smartphone dan akses internet, Pertamina menyediakan konsultasi offline di SPBU. 

Petugas siap melayani dan membantu masyarakat yang ingin melakukan pendaftaran.Tidak perlu khawatir jika tidak memiliki aplikasi MyPertamina. Registrasi juga bisa dilakukan di laman website : subsiditepat.mypertamina.id.

Untuk tahapan pendaftaran cukup siapkan dokumen (KTP, STNK, atau dokumen pendukung lainnya). Kemudian, buka website, centang informasi memahami persyaratan, klik daftar sekarang, ikuti instruksi, apabila sudah terkonfirmasi, download kode QR dan simpan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.

Uji coba pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar melalui aplikasi sudah mulai diberlakukan di lima provinsi antara lain Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan D.I Yogyakarta. 

Sampai saat ini, Masih tetap ada cuitan – cuitan masyarakat terkait kendala yang dialami terkait infrastruktur telekomunikasi. Disaat masyarakat mencoba mengikuti kebijakan sayangnya, terdapat kendala atau eror yang mengakibatkan tidak bisa mengirim kode OTP sebagai bentuk verifikasi.

Pertamina menyatakan “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saat ini aplikasi MyPertamina sedang ada peningkatan sistem, sehingga sobat tidak menerima sms OTP, silahkan sobat tunggu maksimal 1x24jam. Terima kasih tetap setia menggunakan aplikasi MyPertamina," tulis akun Twitter resmi @MypertaminaID.

Dengan adanya digitalisasi pemerintah harus menyediakan dan memastikan terkait sinyal – sinyal sampai ke daerah pelosok. Jika dipastikan infrastruktur aman dan memadai maka, program ini dapat dinikmati oleh masyarakat. Terlebih lagi masyarakat pelosok yang bisa dikategorikan berhak sesuai target subsidi .

Sosialisasi belum bisa dikatakan cukup untuk menjalankan serta mensukseskan kebijakan ini. Perlu adanya edukasi. Mengingat bahwa pembeli BBM bukan hanya golongan muda saja. Ada golongan tua yang juga gaptek akan adanya teknologi apalagi digitalisasi, belum lagi pembayaran yang menggunakan E-Wallet.

Perlu adanya peninjauan kembali. Tidak semua masyarakat yang masuk target dari pengguna subsidi BBM jenis Pertalite dan Solar punya smartphone. Tidak semua masyarakat mampu membeli smartphone ataupun kuota. 

Selain itu, demi tercapainya tujuan untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan agar dapat menikmati subsidi energi yang diberikan pemerintah. Perlu penguatan infrastruktur, penguatan jaringan, serta penguatan ketahanan dari kejahatan Cybercrime.