Mahasiswa
1 bulan lalu · 46 view · 3 min baca menit baca · Pendidikan 62808_28243.jpg

Kontribusi Generasi Muda untuk Integrasi Nasional

"Bhinneka Tunggal Ika" merupakan semboyan yang sangat cocok digunakan di Indonesia. Semboyan ini sangat mewakili bangsa Indonesia yang memiliki banyak keanekaragaman, mulai dari segi etnis, budaya hingga bahasa.

Indonesia tumbuh dari beberapa daerah yang memiliki ciri khas masing-masing. Aceh dengan julukan Serambi Mekkah, Jakarta dengan hiruk pikuknya, Bali dengan keeksotisan alamnya, hingga Papua dengan kekayaan emasnya. 

Tidak lupa bahasa yang digunakan setiap daerah berbeda. Bahasa Jawa, Melayu, Sunda dan masih banyak lagi. Selain itu, tarian tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia pun bermacam-macam.

Kendati di atas, kita sebagai masyarakat majemuk wajib untuk menghargai setiap perbedaan yang ada. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan yang wajib dihafal oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia.

Dengan adanya perbedaan yang begitu banyak, diharapkan kita dapat menjaga integritas nasional yang sudah terjaga sejak dulu. Integrasi nasional sangat penting untuk bangsa Indonesia. Apalagi di kalangan generasi muda yang akan meneruskan pembangunan bangsa ini. 

Tanpa adanya integrasi, kita akan terpecah belah. Tapi sebelum itu, mari kita mencari tahu apa itu integrasi nasional.

Integrasi nasional sendiri merupakan penyatuan bagian-bagian yang berbeda menjadi satu kesatuan utuh yang membentuk bangsa. Integrasi nasional dibagi menjadi dua kelompok, yaitu integrasi nasional dipandang secara politis dan integrasi nasional dipandang secara antropologis.

Secara politis, integrasi nasional melahirkan segala sesuatu yang kemudian dipandang sebagai identitas di mana saja masyarakat Indonesia berada. Misalnya, yaitu sifat ramah yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Secara antropologis, merupakan proses yang membentuk penyesuaian diri satu masyarakat dengan masyarakat lainnya yang berbeda. Di sini setiap individu dan setiap kelompok masyarakat akhirnya akan membentuk keserasian fungsi.

Integrasi nasional mempunyai faktor pendukung yang juga dapat menjadi syarat integrasi nasional menuju suatu kemakmuran, yaitu:

1. Faktor Sejarah

Masyarakat Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke sama-sama pernah merasakan penjajahan dari Belanda. Karena perasaan senasib itulah yang membuat kita bersatu.

2. Keinginan bersatu

Keinginan masyarakat sendiri untuk bersatu dapat menjadi faktor pendorong integrasi nasional.


3. Cinta tanah air dan rela berkorban

Setelah suatu bangsa merdeka, yang menjadi faktor pendorong integrasi nasional adalah rasa cinta tanah air dan rela berkorban. Di mana kita ingin bangsa Indonesia tetap ada.

4. Konsensus atau kesepakatan nasional

Merupakan pendorong selanjutnya dari integrasi nasional. Dengan mendukung kemerdekaan atau pernyataan kedaulatan yang sudah ada. Ini berlaku ketika negara dalam keadaan tidak stabil.

Selain faktor pendorong, ada pula faktor penghambat yang dapat membuat disintegrasi nasional, yaitu: 

1. Masyarakat heterogen

2. Wilayah Indonesia yang luas

3. Ancaman dari luar dan dalam negeri

4. Ketidakmerataan pembangunan

5. Etnosentrisme

Dalam menciptakan integrasi nasional yang makmur, perlu adanya keterlibatan dari seluruh rakyat Indonesia. Salah satunya, yaitu generasi muda yang akan mewarisi bangsa Indonesia. Generasi muda dianggap pion penting. Sehingga perlu sekali menanamkan pada generasi muda untuk lebih mencintai dan dapat membanggakan Indonesia.

Namun saat ini rasa cinta dan memiliki bangsa Indonesia dari generasi muda mulai terkikis. Adanya globalisasi merupakan faktor yang besar terhadap perubahan ini. 

Generasi muda saat ini lebih menggandrungi sesuatu yang berbau impor atau berasal dari luar negeri. Karena ada anggapan dengan menyukai atau menggunakan barang dari luar negeri dianggap lebih gaul dan lebih kekinian.

Sedangkan generasi muda merupakan harapan semua orang tua untuk membuat Indonesia lebih maju dan lebih sejahtera. Karena potensi yang dimiliki generasi muda sangatlah besar. Dengan potensi ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mempertahankan integrasi nasional dan dapat berkontribusi dalam mengatasi persoalan-persoalan bangsa yang semakin hari makin kompleks.

Kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda dalam menjaga integritas nasional dengan menerapkan:

1. Pengenalan Bhinneka Tunggal Ika

Generasi muda harus memahami dan mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila untuk dapat melaksanakan integrasi nasional. Janganlah kita menonjolkan sikap kedaerahan atau keagamaan secara berlebihan yang dapat memicu perpecahan.


2. Toleransi antar ras, suku, dan umat beragama

Indonesia merdeka dengan hasil jerih payah para pejuang yang berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan golongan. Sehingga sudah sepatutnya kita saling menghargai satu sama lain. Perbedaan bukan berarti menjadi pembeda.

3. Menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi di ruang publik yang bersifat formal.

Perbedaan yang ada bukan menjadi sebuah alasan kita untuk terpecah belah atau lebih mengunggulkan kelebihan daerah asalnya. Bukan juga untuk membanding-bandingkan siapa yang paling bagus budayanya. Karena kita satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Selain itu, perbedaan merupakan suatu keindahan yang harus kita jaga.

Walaupun kita berasal dari daerah yang berbeda, dari rahim yang berbeda, bukan berarti kita tidak dapat bersatu. Kita memiliki ibu yang sama, yaitu Ibu Pertiwi yang harus kita jaga dan membuatnya bangga. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Mari kita bersama-sama menjaga bumi Nusantara dengan damai, makmur, dan sejahtera.

Artikel Terkait