Jakarta - Sungguh tragis nasib artis "Bang Ipul" yang sedang viral saat ini, konon akan di boikot masuk semua stasiun televesi. Yang baru saja akan menghirup udara segar karena sudah bebas dari masa tahanan, masa hukuman berarti sebagai pengganti karena mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan oleh "Bang Ipul" baik tindakan dan perbuatan yang melanggar hukum. Namun netizen menolak untuk tampil di stasiun TV swasta Indonesia, ini menjadi pertimbangkan untuk memanusiakan manusia pada tempatnya "kesalahan dan kekhilafan" sudah ditebus dengan lamanya dijeruji besi.

Penegak hukum atas kasus yang menimpah "Bang Ipul" seharusnya ikut memperjelaskan kepada semua masyarakat Indonesia, bahwa jangan mengambil tindakan yang membunuh rezeki dan masa depan orang lain, walaupun sebelumnya sudah melakukan kesalahan. Tidak seharusnya terpengaruhi dengan netizen dan intervensi atas boikot di stasiun TV. Ini sama saja menghilangkan jalan untuk mencari nafkah seorang publik figur, yang selamanya ini sudah terkenal sebagai penyanyi dangdut untuk menghibur masyarakat Indonesia.

Semenjak bebasnya "Bang Ipul" pekan lalu pada 2 September 2021, memang sih penyambutan terlalu berlebihan dengan mengalungkan bunga dan beberapa banyak yang datang juga baik dari masyarakat umum dan selebriti lainnya. Inilah kemungkinan besar mengundang protes dan kemudian aksi boikot "Bang Ipul" tersebut, terkesan terlihat lebay namun sebaliknya bagi pendukungnya hal yang biasa karena sudah lama tidak berjumpa sosok pelantun dangdut itu.
***
Bagi pendukung pasti merasa senang karena bisa melihat kembali seorang yang diidolakannya, walaupun pernah tersandung kasus pelecehan terhadapa inisial "DS". Namun, itukan masa pahit yang sudah berlalu dan sudah mengikuti proses hukum, sehingga mendekam dilembaga pemasyarakatan (LP) Cipanang atau tanahan selama kurang lebih lima tahun. Sebagai warga Negara Indonesia yang baik "Bang Ipul" sudah patuh dan taat terhadap konstitusi hukum, sehingga selama di tahanan semua berjalan dengan prosedur dan dapat remisi atau potongan kurungan tahanan selama 5 bulan dan sebagai hadiah juga di hari kemerdekaan republik Indonesia.
***
Pro dan kontra boikot "Bang Ipul" menjadi alasan netizen memilih kontra karena korban pelecehan mengalami "trauma" sehingga secara psikologis menganggu pola pikir korban untuk mengingatkan kejadian pelecehan masa lalu. Walaupun sudah terjadi perlu diberikan "rehabilitas" oleh pihak ahlinya, dengan tujuan trauma tersebut secara bertahap akan terkikis dan kembali normal. Tidak menjadi berlarut-larut mengakibatkan pelaku menjadi tidak nyaman kecuali ada unsur lain atau ada pihak lain yang dilibatkan, ya kemungkinan saja terjadi dan perlu diantisipasi agar terdeteksi oleh hukum agar di pemberlakukan secara adil antara "pelaku dan korban".

Berdasarkan penulusuran dari kompas.com (8/9/2021) jam 11.36 Wib. Ternyata "tidak hanya masyarakat umum yang tidak setuju dengan "Bang Ipul", beberapa selebriti juga menyinggung penyambutan meriah atas bebasnya "Bang Ipul". Mereka diantaranya adalah Deddy Corbuzier, Cinta Laura, Kemal Palevi, Ernert Prakasa dan Sutradara Angga Sasongko". Dengan demikian pasti ada hubungan juga atas boikotnya "Bang Ipul" walaupun tidak diungkapkan secara terang-terangan, namun dari pernyataan diatas ada unsur sengaja tidak menyetujui atas tampilnya "Bang Ipul" di layar kaca televesi.

Jauh sebelumnya, selama "Bang Ipul" berada di tahanan ada beberapa rekan selebriti yang memberi dukungan dan dorongan semangat agar tetap sabar dalam menghadapi ujian atau cobaan yang dialami oleh "Bang Ipul". Siapa saja rekan yang sering berkunjung ke tempat tahanan "Bang Ipul",  diantaranya "Ramzi, Inul Dartista dan Dewi Persik" sebagai mantan istri yang terus memberi support walaupun bukan sebagai suami lagi. Hal ini diungkapkan dari informasi atau berita melalui artikel online liputan6.com (2/09/2021). "Walaupun banyak rekan sesama artis lainnya, namun yang akan selalui di ingat nama 3 rekan artis yang dijelaskan diatas ungkap bang ipul".
***
Namun berbeda dengan kondisi saat ini hanya bisa berdo,a dan tetap bersabar untuk mengatasi persoalan baru ini, sebagai pelajaran yang berharga bagi publik figur atau masyarakat umum lainnya. Karena hal seperti ini bisa saja menimpah kita semua dalam arti menghindari perbuatan, tindakan dan perilaku yang berhubung dengan tindakan yang berhubungan kriminal baik dari pelecehan, pencurian, penipuan, pembohongan publik dan lain sebagainya. Memang sih, terkadang hal yang tidak terduga bisa terjadi kepada siapa saja. 

Respon yang cepat oleh netizen atau masyarakat lainnya sudah mengumpulkan 5000 tanda tangan untuk memboikot "Bang Ipul" baik dari televesi maupun youtube. Sedangkan pendukung "Bang Ipul" sudah mengumpulkan 2000 tanda tangan untuk memperjuangkan nasib bang Ipul tersebut. Ini menjadi pertanyaan juga kekuatan hukum yang sudah memberikan efek jera kepada "Bang Ipul", apakah masih ada kebijakan, arif dan adil untuk memperlakukannya yang sudah menjalankan hukuman di lembaga pemasyarakatan (LP) Cipinang selama 5 tahun.
***
Mungkin saja ada unsur tindakan personal yang benci kepada "Bang Ipul" atau ada orang yang mendukung dibalik ini semua. Analisanya selama 5 tahun sudah cukup memberikan hukuman untuk memberikan perubahan terhadap seseorang yang melakukan kesalahan, secara mental pasti ada ketakutan untuk menghadapi netizen yang terus mengejar "Bang Ipul" agar tidak tampil di stasiun televesi Indonesia. Semoga ada solusi yang saling menguntungkan semua pihak kecuali pelaku mengulangi perbuatan yang sama, mungkin diberikan hukuman yang seadil-adilnya.