Pembangunan infrastruktur berbasis konstruksi berkelanjutan (sustainable construction) menjadi perhatian Pemerintah saat ini, guna menciptakan konstruksi infrastruktur yang tidak hanya berkualitas tinggi namun berdampak pada keamanan dan kesehatan lingkungan serta pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan sosial. 

Sasaran ini berkaitan dengan peran produk infrastruktur dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development); yaitu pembangunan yang mendorong generasi saat ini untuk mampu memenuhi kebutuhannya serta juga mampu mempersiapkan generasi mendatang memenuhi kebutuhan mereka kelak (WCED, 1987).

Konstruksi berkelanjutan adalah pendekatan yang berfokus pada pengembangan dan pembangunan bangunan yang mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan. 

Hal ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif pada lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mempertahankan sumber daya alam. Dalam praktik konstruksi berkelanjutan, aspek dasar yang harus dipertimbangkan adalah ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Aspek ekonomi dalam praktik konstruksi berkelanjutan. Pada tahap perencanaan, perencana bangunan harus mempertimbangkan efisiensi biaya dalam seluruh siklus hidup bangunan. 

Pada tahap konstruksi, kontraktor harus mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk meminimalkan biaya dan menghindari pemborosan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan material yang efisien, teknologi yang efektif, dan metode konstruksi yang tepat. Penentuan biaya harus diperhitungkan dengan cermat dan harus mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan dan sosial. 

Selain itu, praktik konstruksi berkelanjutan dapat mengurangi biaya operasi dan pemeliharaan bangunan di masa depan. Misalnya, penggunaan material yang tahan lama dan mudah dipelihara dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan perbaikan di masa depan.

Aspek sosial  dalam  praktik konstruksi berkelanjutan. Bangunan harus dirancang dan dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesejahteraan pengguna bangunan. Hal ini dapat dicapai melalui proses partisipasi masyarakat dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan dan perencanaan bangunan. 

Dalam praktik konstruksi berkelanjutan, masyarakat diharapkan menjadi bagian dari proses desain dan pembangunan. Dalam hal ini, arsitek dan insinyur harus memperhatikan perspektif masyarakat dalam merencanakan dan membangun bangunan yang berkelanjutan. Bangunan harus ramah bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus, seperti orang dengan disabilitas. 

Selain itu, konstruksi berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang aman dan layak bagi pekerja konstruksi. Konstruksi berkelanjutan juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan ruang terbuka publik yang ramah lingkungan, seperti taman dan area hijau. Juga dapat memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat setempat, seperti pekerjaan dan peluang bisnis lokal.

Aspek lingkungan dalam konstruksi berkelanjutan mengacu pada penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan penggunaan material yang lebih ramah lingkungan. Dalam hal ini, praktik konstruksi berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak lingkungan negatif dari bangunan. 

Penggunaan teknologi hijau, seperti panel surya dan sistem air hujan, dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama operasi bangunan. Selain itu, penggunaan material yang ramah lingkungan seperti bahan daur ulang, batu bata terbuat dari limbah konstruksi dan kayu dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi penggunaan bahan baku baru dan limbah konstruksi.

Aspek lingkungan merupakan salah satu aspek utama dari praktik konstruksi berkelanjutan. Konstruksi berkelanjutan memperhatikan penggunaan sumber daya alam yang terbatas dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Pada tahap perencanaan, perencana bangunan harus mempertimbangkan penggunaan energi dan air yang efisien, pengelolaan limbah, dan penggunaan material yang ramah lingkungan. Penggunaan material daur ulang dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam dan limbah. Pada tahap konstruksi, penggunaan material yang efisien dan efektif dapat mengurangi pemborosan dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.  

Ada beberapa tantangan yang terkait dengan praktik konstruksi berkelanjutan, termasuk biaya tambahan untuk teknologi dan material hijau, serta kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang konsep konstruksi berkelanjutan. 

Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan konstruksi dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang praktik konstruksi berkelanjutan dengan memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada karyawan mereka. Selain itu, mereka juga dapat menawarkan solusi yang efektif dan efisien yang menggabungkan aspek ekonom sosial dan lingkungan.

Kesimpulannya, praktik konstruksi berkelanjutan sangat penting dalam mengurangi dampak industri konstruksi pada lingkungan, meningkatkan efisiensi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konstruksi berkelanjutan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pembangunan. 

Aspek ekonomi dalam praktik konstruksi berkelanjutan memperhatikan pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi. Aspek sosial mempertimbangkan dampak pembangunan pada masyarakat sekitar, seperti kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Aspek lingkungan memperhatikan pengurangan dampak lingkungan dari pembangunan.

Pemilihan material yang ramah lingkungan dan teknologi hijau menjadi solusi untuk meminimalkan dampak lingkungan dari industri konstruksi. Dalam praktik konstruksi berkelanjutan, penting untuk memilih material yang ramah lingkungan dan teknologi yang efisien untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi pembangunan. 

Dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pembangunan, praktik konstruksi berkelanjutan dapat meningkatkan keberlanjutan industri konstruksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.