Luigi De Magistris, walikota Napoli, dipercaya sedang menyindir Juventus dalam salah satu unggahan status Facebook-nya, baru-baru ini. Sekalipun tidak menyebut obyek sasaran, pilihan kata “mencuri dari negara” dan “kekuatan korup” disinyalir mengarah ke Juventus. 

Kecurigaan tersebut menyeruak karena status Facebook tersebut diunggah De Magistris dua hari (30/4/18) setelah Juventus menang dari Inter Milan (28/4/18). Kemenangan tersebut diwarnai kontroversi keputusan wasit yang dianggap menguntungkan Juventus. Media seperti La Gazzeta Dello Sports mempercayai hal itu.

Melebarnya jarak poin Napoli dari Juventus dalam pacuan juara Serie A musim 2017/2018 setelah Juventus menang memang memanaskan sepakbola Italia minggu ini. Kemenangan Juve yang disusul kekalahan Napoli dari Fiorentina tiga gol tanpa balas, diduga menjadi latar belakang sindiran unggahan Facebook De Magistris. Juventus kini berada di puncak klasemen Serie A dengan 88 poin dan Napoli di peringkat kedua dengan 84 poin. Sisa pertandingan tinggal tiga bagi masing-masing kesebelasan. 

Kontroversi Wasit Daniele Orsato

Laga Inter Milan versus Juventus yang berakhir 2-3 untuk tiga poin bagi Si Nyonya Tua memang sangat dramatis. Setidaknya ada dua keputusan wasit Daniele Orsato yang cukup kontroversial dalam pertandingan itu.

Pertama, kartu merah untuk gelandang Inter, Matias Vecino. Vecino yang melanggar Mario Mandzukic hingga terluka, pertama-tama diberi kartu kuning oleh Orsato. Namun kemudian, sang wasit memberi kartu merah langsung pada Vecino setelah melihat VAR (video assistant referee).

Kontroversi terjadi karena Orsato berinisiatif melihat sendiri VAR, menurut laporan Sky Sports Italia. Padahal menurut prosedur, petugas di pinggir lapangan yang seharusnya mengusulkan wasit melihat VAR.

Graziano Cesari berpendapat sebenarnya Vecino layak dikartu kuning. Namun mantan wasit yang kini menjadi komentator Media Set Premium tersebut berpendapat, Orsato terpengaruh oleh darah Mandzukic.Sehingga ia mengubah keputusannya

Kedua, tidak dikartumerahnya Miralem Pjanic. Pelanggaran pertama gelandang Juve tersebut pantas dikartu kuning. Namun pada pelanggaran kedua terhadap Rafinha, hampir semua orang sepakat Pjanic layak dikartu merah. Di antaranya, Cesari dan Paolo Di Canio.

Keputusan kontroversial Orsato pada duel tersebut berakibat pada perlindungan polisi. Istrinya khawatir setelah mendengar percakapan publik pasca pertandingan yang dinilainya sudah berlebihan. Namun sebagai mantan wasit senior, Cesari menilai Orsato hanya salah memutuskan. Cesari membela Orsato sebagai wasit yang tidak korup dan tidak buruk.  

Menilai Tudingan Konspirasi

Persaingan merebut scudetto Serie A memanas setelah Napoli mengalahkan Juventus lewat gol tunggal Kalidou Koulibaly di stadion Juventus, Turin (22/04/18). Dengan kemenangan itu selisih poin Juventus di peringkat pertama klasemen dengan Napoli hanya satu poin.

Setelah kekalahan tersebut, Juventus memimpin klasemen dengan raihan poin 85. Sedangkan Napoli membuntuti dengan 84 poin. Sehingga kemenangan dramatis Juventus atas  Inter Milan yang diwarnai keputusan kontroversial wasit dicurigai sebagai konspirasi memastikan gelar Serie A untuk Juventus.

Padahal tuduhan konspirasi tersebut mengandung kecacatan. Kecurigaan konspirasi wasit dan Juve baru lebih masuk akal bila kemenangan Juventus atas Inter Milan terjadi setelah Napoli dikalahkan Fiorentina. Bila itu yang terjadi, maka dapat dirangkai sebuah dugaan bahwa wasit membantu Juventus untuk menjauhkan jarak dari Napoli. Namun yang terjadi adalah sebaliknya.

Pertandingan Inter Milan melawan Juventus diadakan pada 28 April 2018. Sedangkan laga Fiorentina melawan Napoli dilangsungkan pada 29 April 2018. Jikapun Inter Milan berhasil mengalahkan Juventus, Napoli tetap saja belum bisa mengambil alih klasemen sementara bila mereka tetap kalah dari Fiorentina. Juventus masih unggul satu poin di atas Napoli.

Napoli baru akan dapat menyalib Juventus, andaikan mereka bisa mengalahkan Fiorentina dalam laga sementara Juventus dikalahkan Inter Milan dalam partai yang digelar sehari sebelumnya.  Napoli, sebenarnya, berpeluang besar merebut scudetto dari Juventus mengingat jadwal pertandingan Juventus yang lebih berat.

Juventus masih harus menghadapi peringkat ketiga AS Roma setelah melawan Inter Milan. Sedangkan Napoli hanya melawan Torino, Sampdoria dan Crotone, setelah menghadapi Fiorentina. Tiga lawan terakhir Napoli relatif lebih ringan dari para penantang Juventus.

Demikian pula tuduhan konspirasi Massimiliano Allegri, pelatih Juventus dengan wasit keempat Paulo Tagliavento. Allegri diketahui berbicara dengan Tagliavento di lorong di mana wasit dan pihak lain bercampur. Setelah melihat rekaman video, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) memutuskan tidak ada tuntutan terkait percakapan tersebut.

Euforia Berlebihan

Pasca mengalahkan Juventus 1-0 pada 22 April 2018 di Turin, sebanyak 20.000 pendukung Napoli menyambut para pemain dengan gembira di Naples-Capodichino Airport. Perayaan tersebut dinilai berlebihan oleh Bruno Satin, agen bek Napoli Kalidou Koulibaly. Menurutnya, perayaan berlebihan pendukung Napoli menghilangkan fokus para pemain pada tujuan utama merebut scudetto Serie A musim ini.

Pendapat Satin masuk akal. Sambutan meriah fans di bandara setelah mengalahkan Juventus tampaknya cukup berpengaruh pada kondisi psikologi para pemain Napoli. Setidaknya Koulibaly terperangah dengan kegembiraan membuncah tersebut. Bek bertinggi 195 cm tersebut penasaran apa yang terjadi pada para fans jika Napoli memenangkan scudetto.

Setelah kemenangan melawan Juventus di Turin, dukungan untuk Napoli mengalir dari Luigi Simoni dan Ottavio Bianchi, dua mantan pelatih Napoli yang memberikan mereka Copa Italia dan scudetto. Setidaknya 6000 pendukung Napoli berkumpul di stasiun kereta api untuk mendukung tim bertanding di Firenze. 

Maurizio Sarri, pelatih Napoli, mengingatkan timnya agar tetap fokus. Pelatih Napoli itu menegaskan perburuan scudetto masih ketat. Marek Hamsik, kapten Napoli, juga mengingatkan timnya agar tetap fokus. Hal itu ditekankan sebelum pertandingan melawan Fiorentina. Namun yang terjadi malah hasil yang tidak diharapkan. 

Laga Final

Pasca kekalahan dari Fiorentina, Sarri mengakui penampilan Napoli sangat buruk. Ia sendiri mengakui anak asuhnya telah kehilangan taktik sejak menit awal. Reaksi timnya tidak logis. Sarri belum bisa memastikan apakah kemenangan Juventus mempengaruhi mental bertanding anak asuhnya. Namun jika itu yang terjadi maka timnya telah melakukan kesalahan total.

Baca Juga: Saya, Juventus

Kini, setelah membuang kesempatan menempel Juventus. Napoli hanya punya pilihan memulihkan mental. Bila masih menginginkan scudetto, mereka tidak boleh lagi memikirkan kontroversi partai Inter Milan-Juventus dan kekalahan atas Fiorentina.

Membuang godaan pikiran konspirasi lalu memusatkan konsentrasi untuk mengalahkan Torino, Sampdoria dan Crotone adalah satu-satunya pilihan yang dapat diambil Napoli saat ini. Sisanya, mereka bisa berharap Juventus terpeleset di tiga laga terakhir.

Bila musim ini Napoli gagal meraih scudetto, siapapun pelatih Napoli musim depan bertugas memecut semangat juara para pemain. Agar tidak kedodoran di pacuan akhir perburuan scudetto Serie A. Musim depan Napoli bisa tetap berjuang memenangkan scudetto, sambil memasang target memenangkan Copa Italia. Memenangkan gelar “kecil” dapat membangkitkan mental juara para pemain. Untuk merebut gelar yang lebih besar lagi seperti Serie A dan Liga Champions.

Sumber: Football Italia