Ketika mendengar kata “konspirasi”, kita mengingat hal-hal seperti penampakan UFO, hoax pendaratan di bulan, serangan teroris yang terjadi terhadap gedung kembar WTC (World Trade Center) di New York pada 11 September 2001 atau yang paling terbaru adalah konspirasi mengenai bumi bulat.

Selain apa yang telah dituliskan masi begitu sangat banyak lagi kejadian-kejadian yang dikatakan masyarakat dunia bahwa hal tersebut adalah sebuah konspirasi belaka.

Menurut Wikipedia, teori persekongkolan atau teori konspirasi (conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan sering kali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh.

Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Dengan kata lain menjadikan sesuatu sebagai alternatif demi mencapai tujuan yang telah dirancang.

Setelah melihat contoh peristiwa atau kejadian yang terjadi di dunia dan dikatakan sebagai sebuah konspirasi dan mengetahui apa arti dari sebuah kata konspirasi, pertanyaannya sekarang apa hubungan antara konspirasi dengan amnesti pajak (tax amnesty) maupun timbulnya uang rupiah baru?

Apa itu amnesti pajak?

Pengertian amnesti pajak adalah penghapusan pajak bagi wajib pajak yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak lewat imbalan menyetor pajak dengan tarif yang lebih rendah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak orang-orang kaya di Indonesia yang memarkir dananya di luar negeri demi menghindari kewajiban membayar pajaknya.

Sedangkan tujuan dari amnesti pajak sendiri yaitu meningkatkan penerimaan pajak dalam jangka pendek, menambah jumlah wajib pajak, mengintegrasikan sektor informal ke dalam sistem perekonomian, memanfaatkan dana yang tidak terpakai, dan sebagai langkah awal kebijakan rezim baru untuk menerapkan sanksi yang lebih besar.

Dengan adanya amnesti pajak maka ada potensi penerimaan yang akan bertambah dalam APBN di tahun ini atau tahun-tahun sesudahnya yang akan membuat APBN lebih sustainable dan kemampuan pemerintah untuk spending atau untuk belanja juga semakin besar sehingga otomatis ini akan banyak membantu program-program pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi juga perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Adanya amnesti pajak tahun ini dan seterusnya akan sangat membantu upaya pemerintah memperbaiki kondisi perekonomian, pembangunan dan mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan serta memperbaiki ketimpangan.

Sedangkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tujuan dari digulirkannya program amnesti pajak bukan semata-mata mengejar target penerimaan negara. Dia menyatakan, hal penting yang ingin dicapai pemerintah melalui program ini adalah memperbaiki sistem perpajakan Indonesia dan memperluas basis pajak di dalam negeri.

“Saya tidak mau bicara masalah target karena yang ingin kita lakukan adalah memperluas basis pajak kita, memperbaiki sistem perpajakan kita, perbaiki sistem pelayanan kita,” ujar dia di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Meski demikian, Jokowi juga mengapresiasi pencapaian harta deklarasi dan repatriasi yang telah mencapai Rp3.540 triliun pada akhir periode I ini. Angka Rp3.540 triliun tersebut bukan angka yang sedikit

Artinya tujuan utama dari amnesti pajak sendiri adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk menarik seluruh uang dari rakyat Indonesia yang disimpan di bank luar negeri untuk untuk dipindahkan ke bank yang ada di Indonesia yang nantinya pemerintah dalam hal ini akan mendapatkan keuntungan dari amnesti pajak lewat pajak dari uang tersebut.

Kenapa diterbitkan uang rupiah baru? Sebenarnya pergantian tampilan uang suatu negara sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Bahkan, perubahannya ada yang rutin dilakukan. 

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Asmawi, mengatakan bahwa adanya tampilan baru mata uang suatu negara dapat memberikan penyegaran tersendiri dalam proses transaksi di negara tersebut. Selain itu, dapat menjadi ruang apresiasi terhadap pahlawan ataupun seni yang terkandung di dalam tampilan mata uang.

Telah kita ketahui bersama bertepatan dengan Hari Bela Negara, Bank Indonesia telah mengeluarkan dan mengedarkan secara resmi 11 pecahan uang baru Tahun Emisi (TE) 2016, yang terdiri dari tujuh pecahan uang kertas, dan empat pecahan uang logam, oleh Bank Indonesia.

Pada rupiah kertas yang diterbitkan, senilai Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp1 ribu. Sedangkan pada uang rupiah logam, yaitu Rp1 ribu, Rp500, Rp200, dan Rp100.

Kenapa sampai penulis mengatakan bahwa ada konspirasi di balik amnesti pajak dan penerbitan uang rupiah baru karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa dengan adanya program Amnesti pajak dan uang rupiah baru sebenarnya adalah dua program yang mempunyai satu tujuan yang sama.

Tidak lama setelah penerbitan UU No. 11 Tahun 2016 tetang amnesti pajak, pada 19 Desember pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia (BI) melakukan pergantian uang rupiah baru yaitu hal tersebut untuk mengcover UU No. 11 Tahun 2016 tantang amnesti pajak.

Tujuan utama dari amnesti pajak adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk menarik seluruh uang dari rakyat Indonesia yang disimpan di bank luar negeri untuk untuk di pindahkan ke bank yang ada di Indonesia yang nantinya pemerintah dalam hal ini akan mendapatkan keuntungan dari amnesti pajak lewat pajak dari uang tersebut.

Artinya pemerintah dalam upaya penguatan ekonominya merasa masih kurang ketika hanya melakukan program amnesti pajak saja, karena menurut mereka dalam hal ini pemerintah masih ada satu jenis penyimpanan uang masyarkat Indonesia yang tidak bisa dapat ditarik dan disimpan di bank akibat dari kebijakan Amnesti pajak tersebut.

Uang yang dimaksud adalah uang masyarakat atau para saudagar kaya yang ada Indonesia dan menyimpan uangnya lewat brankas atau dijadikan bantal guling untuk tidur. Dengan tidak menyimpan uangnya di bank pemerintah mereka tidak bisa mendapatkan keuntungan dari kekayaan yang mereka miliki, tentunya lewat pajak.

Akhirnya, dengan pemerintah mengeluarkan kebijakan mengganti uang rupiah dengan desain model rupiah yang baru, selain untuk lebih mempercanggih sistem keamanan yang ada pemerintah juga bisa dapat mengetahui jumlah uang yang disimpan di brankas atau jenis-jenis penyimpanan lainnya nonbank.

Pasalnya, Sebab pemerintah ketika menerbitkan uang rupiah baru tersebut meberikan batasan waktu selama 5 tahun untuk rakyat Indonesia menukar uang rupiah lamanya dengan uang rupiah baru, otomatis mau tidak mau mereka yang menyimpan uangnya selain di bank harus menukarkannya.

Hal itu agar nanti uangnya bisa dipakai dalam transaksi ekonomi di Indonesia. Kecuali masyarakat tersebut tidak mau lagi dengan uang, mungkin dia bisa tidak menukarkannya di mana hal tersebut adalah tidak mungkin!

Lalu siapa konspiratornya?

Yang menjadi dalang dari adanya amnesti pajak dan uang rupiah baru ini selain pemerintah dalam hal ini Joko Widodo, orang yang menjadi konspirator di balik ini semua adalah Sri Mulyani, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia atau sekarang ini Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Dia adalah orang yang belum sepekan ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi menteri keuangan langsung membuat kebijakan moratorium anggaran kepada tiap-tipa lembaga negara yang ada di Indonesia.

Yang pasti, seorang Sri Mulyani pernah terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah ternama, Forbes, pada tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia pada Oktober 2007.

Segala bentuk kebijakan yang akan diambilnya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia adalah semata-mata bertujuan ingin menciptakan kestabilan ekonomi untuk bangsa Indonesia.