Politik Islam telah melalui berbagai macam era dimulai dari era kenabian, Umayyah, Abbasiyah dan lain sebagainya. Dari beberapa era yang telah terjadi era Daulah Abbasiyah lah yang mengalami puncak kejayaan. 

Hal tersebut diawali dengan adanya perkembangan dalam bidang Pendidikan yang mana adanya penerjemahan naskah asing terutama dalam Bahasa Yunani ke Bahasa Arab, serta perkembangan ilmu perpustakaan, terbentuknya mazhab dan kebebasan berpikir mengenai ilmu agama. 

Daulah Abbasiyah juga merupakan era yang berhasil memajukan peradaban Islam pada saat itu. Kekuasaan Dinasti Abbasiyah ialah kekuasaan yang melanjutkan kekuasaan dari Dinasti Bani Umayyah. Akan tetapi diantara kedua kepemimpinan ini jelas saja mempunyai tatanan kepemimpinan yang berbeda.

Pada Dinasti Umayyah yang paling di tonjolkan ialah Arab-Sentris, sedangkan Dinasti Abbasiyah lebih menebarkan kekuasaannya dengan sangat luas termasuk masyarakat dari kalangan Arab hingga non-Arab terutama bangsa Turki dan Persia. Dinasti Abbasiyah lah merupakan puncak keemasan saat itu.

Situasi dan Kondisi Politik

Dinasti Abbasiyah yang mana di bawah kepemimpinan dan dikuasai oleh keturunan Al-Abbas atau paman Nabi Muhammad SAW. Dinasti ini didirikan oleh Abdullah al-saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn Al-Abbas.

 Kekuasaan yang berjalan dalam waktu cukup Panjang yang mana sekitar 132H-656 H (750M-128M) yang mana melalui periode ke emasan hingga kehancuran. Dinasti Abbasiyah melalui beberapa macam periode yaitu:

1) Masa Dinasti Abbasiyah I (pengaruh persia pertama), Pada periode ini para sejarawan berpendapat dengan adanya bukti yang otentik bahwa masa ini lah yang merupakan masa keemasan Dinasti Abbasiyyah.

2) Masa Dinasti Abbasiyah II (Munculnya Daulah Buwaihi), pada periode ini juga muncul persaingan antara militer baghdad di Samara, selain itu ada pula masing masing kelompok kota munculnya beberapa orang yang mengaku sebagai keturunan Ali BIN Abi Talib dan berkeinginan untuk menjabat sebagai Khalifah.

3) Masa Dinasti Abbasiyah III, pada masa periode ini dimulai dengan bangkitnya Bani Buwaihi hingga menjual nya Bani Saljuk. pada kawasan Bani Buwaihi mencakup Irak dan Persia barat dan pada masa ini jabatan yang berkuasa pada kekuasaan Khalifah Abbasiyah secara de facto dipegang oleh Bani Buwaihi.

4) Masa Dinasti Abbasiyah IV (periode saljuk), Masuknya orang-orang saljuk ke Baghdad sampai jatuhnya Baghdad ke tangan bangsa mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Masa ini diawali ketika suku salju mengambil alih pemerintahan dan mengontrol kekhalifahannya Abbasiyah di tahun 447 H/1055 M.

Pada Zaman Abbasiyah di masa periode I terkenalnya sebagai puncak kejayaan Islam. Perkembangan ilmu pengetahuan ekonomi dan pengetahuan masyarakat yang maju secara pesat terjadilah beberapa pembaharuan-pembaharuan.

Selain itu ada pula yang melakukan pertentangan di kalangan fuqaha dan mazhab. Seperti misalnya pelaksanaan hukum Islam diwilayah tertentu menggunakan hukum dan pendapat dari mazhab yang berbeda-beda yaitu dari mazhab Hanafi, mazhab Maliki, dan Mazhab Syafií. 

Kebijakan Dinasti Abbasiyah
Pada dasarnya kejayaan Daulah Abbasiyah dibangun oleh Abu al-Abbas dan Abu Ja’far al-Mansur akan tetapi Daulah Abbasiyah mengalami puncak masa kejayaan pada saat tujuh khalifah sesudajnya.

Adanya berbagai cara yang telah dilakukan untuk tetap mengamankan dan mempertahankan pemerintahan yang dijaga sampai masa kemunduran dari khalifah-khalifah sesudahnya yang telah mengakibatkan kemunduran pada saat itu.

Namun, tetap saja pada masa awal pemerintahan Dinasti Abbasiyah telah menjadi pemerintahan yang kuat, berwibawa dan disegani. Adapun bidang pemerintahan yang telah disusun pada periode keemasan Dinasti Abbasiyah sebagai berikut:

1. Adanya pengangkatan wazir atau sekarang yang lebih dikenal sebagai perdana Menteri, yang mana tugasnya untuk membantu para khalifah dalam menjalankan masa kepemimpinannya.

2. Terbentuknya sekretariat negara atau Ditabah Kitabah yang mana dipimpin oleh sekretaris negara atau raísul kitabah.

3. Terbentuknya departemen yang mana sebagai Lembaga pembantu perdana Menteri seperti: Diwanul Kharij, Diwanul Ziman, Diwanul Jundi,  Diwanul Akarah, dan  Diwanul Rasaíl.

4. Adanya pengangkatan seorang Gubernur dan penataan dalam mengurus desa.

5. Terbentuknya juga Angkatan bersenjata yang mana dibagi menjadi Angkatan darat dan Angkatan laut.

6. Adanya Lembaga kas negara atau Baitul Mal yang mana mengelola bagian perbendaharaan negara (Diwanul Khizanah), Hasil Bumi (Diwanul Aziraáh) dan Perlengkapan tentara (Diwanul Khazinussilah).

7. Dan terakhir adanya pembentukan Mahkama Agung yang mana menangani beberapa bidang seperti mengadili segala perkara dalam agama yang mana terdapat Qadi,  Al-Mustahib, dan yang terakhir Sahibul Mazalim.

Telah banyak yang diuraikan mulai dari kondisi,kebijakan, faktor yang menjadi pendukung Dinasti Abbasiyah, hingga faktor kehancuran dari Dinasti Abbasiyah ini.

Adanya tanda berakhirnya masa kepemimpinan ini ialah adanya pengabaian yang dilakukan oleh penguasa mengenai integrasi politik sehingga munculnya dinasti-dinasti kecil yang ingin memerdekakan diri, atau dalam kata lain tidak ingin lagi berhubungan atau terikat dengan kepemerintahan pada saat itu. 

Hal tersebut mengakibatkan goyangnya dan kurangnya control dalam system pemerintahan. Kemunduran yang terjadi pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah difaktori oleh beberapa hal.

Akan tetapi faktor yang mempengaruhi Dinasti Abbasiyah itu tidak datang secara tiba-tiba, namun tanda-tanda akan kemunduran dan kehancuran masa kepemerintahan Dinasti Abbasiyah ini telah muncul sejak periode pertama.