Belajar merupakan kegiatan yang pasti pernah dilakukan oleh semua orang. Akan tetapi, mayoritas orang menganggap belajar berkaitan dengan kegiatan di sekolah. 

Padahal belajar bukan hanya saat berada di sekolah, seperti saat seseorang belajar berenang di kolam renang atau saat seorang anak yang sedang belajar berjalan untuk pertama kalinya. 

Dengan demikian, belajar adalah suatu kegiatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan maupun suatu kemampuan yang baru melalui latihan sehingga orang yang belajar akan mengalami perubahan menjadi lebih baik, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa, maupun dari yang tidak memiliki pengalaman menjadi berpengalaman.

Pada tahun ini, telah terjadi peristiwa yang menyebabkan kekacauan di seluruh dunia, yaitu pandemi Covid-19. Peristiwa pandemi Covid-19 ini, telah banyak memakan korban jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah tercatat lebih dari 4 juta kasus dan ratusan ribu korban jiwa akibat pandemi Covid-19

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menetapkan lockdown untuk seluruh penduduk Indonesia sehingga semua kegiatan mengalami penghentian atau pembatasan termasuk kegiatan pembelajaran di sekolah dan kampus. 

Pembatasan kegiatan pembelajaran di sekolah dan kampus tersebut mendorong munculnya kegiatan pembelajaran secara daring. 

Daring sendiri merupakan singkatan dari “dalam jaringan” sebagai pengganti kata online yang berkaitan dengan teknologi internet. Pembelajaran daring artinya pembelajaran yang dilakukan secara online melalui aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial yang tersedia. 

Sehingga pembelajaran daring sederhananya dapat diartikan sebagai sebuah sistem kegiatan pembelajaran yang dilakukan tanpa melalui tatap muka secara langsung melainkan melalui jaringan internet. 

Kebalikan dari daring adalah luring, yang merupakan singkatan dari “luar jaringan” sebagai pengganti kata offline yang bermakna pembelajaran secara tatap muka langsung.

Belajar daring merupakan hal baru dan mendadak bagi para pelajar dan pengajar di Indonesia. Hal ini terlihat ketika awal penerapan belajar daring di mana mayoritas masih belum siap dalam melaksanakannya. 

Akan tetapi, karena bantuan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat Indonesia pada akhirnya belajar daring semakin mudah dilakukan. 

Hal ini terlihat ketika akses pada media belajar daring lebih mudah dan bantuan kuota internet dari pemerintah. Biasanya belajar daring menggunakan teknologi multimedia, seperti kelas virtual, video pembelajaran, E-mail, dan sebagainya. 

Selain itu, juga bisa menggunakan pesan chat di media sosial dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Belajar daring pada dasarnya pembelajaran tidak tatap muka secara langsung. Hal ini tentu saja mengubah peraturan tata tertib dan cara belajar baik bagi peserta didik maupun pengajar. 

Perubahan tersebut telah menimbulkan beberapa kondisi ketika belajar daring yang berbeda ketika belajar secara tatap muka langsung. Beberapa hal yang terjadi ketika belajar daring adalah gangguan sinyal internet, tugas yang menumpuk, kurang bersosialisasi, dan kurang berolahraga dan disiplin.

Pertama, hal cukup sering terjadi adalah gangguan sinyal internet. Belajar daring merupakan pembelajaran secara online maka akan sangat bergantung pada internet. 

Pemerintah sebenarnya telah memberikan bantuan kuota internet, tetapi tetap masih ada kendala pada kualitas sinyal internet yang biasanya disebabkan cuaca dan masalah pemerataan jaringan.

Kedua, hal yang terjadi ketika belajar daring adalah tugas yang menumpuk. Belajar daring memiliki suasana yang berbeda dibandingkan ketika belajar secara langsung. 

Pada saat belajar secara langsung atau tatap muka, pembelajaran lebih dapat difokuskan pada materi, tetapi saat belajar daring tidak dapat difokuskan pada materi karena terkadang pikiran peserta didik tidak fokus pada pembelajaran. 

Sehingga pengajar lebih sering memberi tugas pada peserta didik yang apabila terlalu banyak menyebabkan tugas menumpuk. Selain itu, apabila peserta didik yang tidak fokus pada tugas juga dapat menyebabkan tugas yang menumpuk.

Ketiga, hal yang terjadi pada suasana belajar daring adalah kurang dalam bersosialisasi. 

Perbedaan utama pada saat belajar daring dan tatap muka adalah tidak adanya pertemuan secara langsung baik dengan teman maupun dengan pengajar karena pembelajaran daring dilakukan melalui media belajar yang tersedia secara online. 

Sehingga hal ini mengurangi kesempatan dalam bersosialisasi dengan orang lain yang dapat menyebabkan kemampuan sosialisasi dapat menurun terutama pada peserta didik yang baru sekolah atau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di mana memerlukan relasi pertemanan.

Keempat, hal yang dialami ketika suasana belajar daring adalah kurang berolahraga dan disiplin. Ketika proses belajar daring maka biasanya peserta didik lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga terkadang menjadi malas keluar atau berolahraga. 

Hal ini sebenarnya tidak baik karena dapat menyebabkan tubuh tidak bugar dan dapat menyebabkan penyakit di kemudian hari. Selain itu, ketika belajar di rumah dapat menyebabkan peserta didik kurang disiplin karena merasa nyaman dan santai di rumah sendiri.

Belajar daring merupakan hal baru yang dialami peserta didik di Indonesia sehingga terdapat beberapa hal yang menjadi tantangan ketika belajar daring. Tantangan tersebut dapat menjadi sebuah motivasi, tetapi juga dapat menyebabkan peserta didik tidak termotivasi dalam belajar. 

Beberapa tantangan yang dialami antara lain munculnya banyak teknologi informasi dan komunikasi yang apabila tidak dimanfaatkan dengan baik dapat menyebabkan malas belajar. 

Selain itu, peraturan tata tertib yang lebih bebas dapat menyebabkan peserta didik tidak serius dan bermain-main, dan adanya gangguan dari luar ketika belajar daring sehingga perlu meningkatkan semangat dalam belajar.

Belajar daring pada dasarnya bukan pembelajaran yang sempurna karena masih ada kekurangan di dalamnya. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, terdapat sisi positif atau keunggulan dan sisi negatif atau kelemahan dalam belajar daring. 

Keunggulan belajar daring adalah lebih menghemat waktu pada proses pembelajaran, menghemat biaya keperluan pendidikan, menjangkau wilayah yang luas, dan pembelajaran dalam menuntut ilmu lebih mandiri. 

Kelemahan belajar daring adalah perlu penguasaan dan pemahaman terhadap teknologi informasi dan komunikasi, kurangnya pengawasan dalam pembelajaran dan ujian, dan materi yang disampaikan kadang kurang dimengerti peserta didik.

Dengan demikian, pembelajaran daring atau online merupakan solusi dalam mengatasi permasalahan pandemi Covid-19 di Indonesia di mana pembelajaran dilakukan secara online melalui teknologi yang menggunakan internet. 

Pembelajaran daring pada dasarnya belum sempurna karena masih banyak kondisi ketika belajar daring yang menjadi masalah bagi peserta didik dan masalah perlunya penguasaan teknologi. 

Sehingga perlu beberapa solusi dalam mengatasi masalah ketika belajar daring, seperti dengan mempersiapkan kualitas jaringan internet yang baik, pemahaman terhadap teknologi, meningkatkan motivasi belajar, dan mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik.

Di samping itu, perlu untuk menjaga sosialisasi dengan teman dan masyarakat di sekitar, selalu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, serta selalu taat pada peraturan yang ada. 

Selain itu, perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat dalam pelaksanaan pembelajaran daring sehingga tercipta keselarasan dalam kehidupan negara Indonesia.