Tepat hari ini (23/03/2020) saya sudah melangsungkan pembelajaran jarak jauh atau home learning bagi murid-murid saya. Jarak ini harus tercipta akibat wabah COVID-19 yang melanda negara kita tercinta Indonesia.

Awalnya saya cukup menikmati proses home learning ini sebagai bagian dari melaksanakan imbauan social distancing di sekolah kami. Namun seiring berjalannya waktu, perasaan rindu terhadap murid-murid saya yang saya didik di SMAK 1 dan 5 BPK PENABUR Jakarta pun muncul. Saya rindu untuk bercanda tawa dengan mereka seperti biasanya. Tetapi apa boleh buat, jarak harus ada di antara kami untuk sementara waktu.

Dalam proses karantina di rumah ini, saya teringat akan sebuah film berjudul “Five Feet Apart”. Sebuah film drama-romantis yang dirilis oleh CBS Film pada bulan Maret 2019. Lewat film tadi saya belajar untuk memberikan makna baru dalam keadaan saya saat ini.

Secara singkat, film itu menceritakan tentang seorang wanita muda, yang bernama Stella Grant, yang mengidap penyakit cystic fibrosis (CF) dan tengah di rawat di sebuah Rumah Sakit di New Orleans, Lousiana, AS. CF adalah sebuah penyakit kelainan genetika yang secara dominan menyerang paru-paru sang pengidap dan juga berpengaruh sistem kerja hati dan pankreas.

Dilihat sekilas, penyakit ini menciptakan dampak-dampak seperti batuk-batuk dan sesak napas akut seperti pada influenza dan COVID-19. Dalam proses pengobatannya di rumah sakit, Stella bertemu dengan pasien lainnya William Newman yang juga mengidap penyakit yang sama.

Berbeda dengan Stella yang sangat ketat dalam menjalani pengobatannya. William adalah seorang pasien yang tidak taat. Ia terkesan acuh terhadap pengobatannya dan terkesan terlalu “santui terhadap penyakitnya.

Tingkah Willian menimbulkan keresahan di kalangan para perawat dan dokter di rumah sakitnya sehingga William terkenal sebagai seorang pasien yang nakal. Sikap William ini diketahui oleh Stella dan membuat Stella bertindak sebagai pengawas William.

Sejak saat itu, Stella secara rutin mengajarkan cara meracik obat, membuatkan jadwal minum obat, dan secara ketat mengawasi secara perawatan diri dari William seperti Stella merawat dirinya sendiri.

Tetapi ada satu aturan main yang harus mereka jalani, yaitu mereka berdua mesti menjaga jarak sejauh 5 kaki (Five Feet Apart) atau setara dengan 152,5 cm. Jarak itu terpaksa harus diciptakan untuk mengurangi risiko infeksi penularan virus yang berdampak pada percepatan kerusakan organ tubuh mereka berdua.

Tentu saja, William yang sejak awal tidak begitu menanggapi serius penyakitnya kerap melanggar aturan itu hingga membuat Stella terus menerus memarahi William. Akhirnya Stella mengambil sebuah tongkat billiard untuk memastikan jarak 5 kaki itu terus tetap ada di antara mereka agar mereka dapat segera sembuh.

Upaya menjaga jarak antara Stella dan William dalam fillm Five Feet Apart, seperti penggalan sinopsis di atas, memberikan saya dan kita semua makna baru dalam menjalani masa social distancing (dan home learning) sebagai seorang pendidik saat ini. Social distancing yang tengah saya dan kita semua jalani ini adalah satu bentuk rasa cinta kita pada orang-orang yang kita kasihi dan kepada masyarakat luas untuk tidak terkena dampak COVID-19.  

Kita semua baik yang berada di rumah dan yang mereka yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit oleh karena COVID-19 adalah orang-orang yang sedang membangun komunitas cinta dengan cara menghadirkan jarak di antara kita. Social distancing yang kita jalani sekarang, entah itu 5 kaki, 1 meter, ataupun lebih mungkin akan mengganggu suasana hati kita adalah sebuah bentuk nyata dari perasaan cinta dengan cara melindungi diri kita dan sesama.

Akhir kata, social distancing memang tidak mudah untuk dilalui, tetapi ini adalah cara terbaik kita saat ini. Oleh karena itu, biarlah jarak itu terus jaga agar komunitas cinta ini terus kita jaga dan rawat bersama.

Melalui komunitas kita ini, kita sebenarnya sedang bersama-sama berusaha untuk tidak ambil bagian dalam penyebaran COVID-19 dan menghentikan penyebaran virus ini demi kesehatan dan kelangsungan hidup seluruh umat manusia di bumi ini.