"Kebangkitan Partai Komunis Indonesia" ; merupakan isu populis yang masih dan seringkali dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Selain itu Tindakan Intimidasi dan Reperesif dari aparat ke Rakyat atau konflik antar kelompok, baik itu berlatar belakang agama ataupun lainnya, semua itu adalah akumulasi dari memori kolektif ( kelam ) bangsa yang belum juga terselesaikan.

Peristiwa itu menjadi Warisan turun temurun, setiap generasi dipaksa untuk ikut mengutuk bahkan biar perlu dibarengi dengan kekerasan untuk menghadapi Partai Tersebut. Selama Pasok an ketakutan-ketakutan akan Kebangkitan PKI terus produksi dan Disuplai, maka selama itu pula Okestra Kekerasan akan terus berlangsung. Perlu ada jalan lain untuk mengakhiri Produksi dan penyebaran Ketakutan Tersebut.

Partai Komunis dan Komunisme

Sepak terjang Partai Komunis di seluruh dunia hampir meninggalkan kesan yang buruk, mulai dari cara memperoleh kekuasaan, mempertahankan Kekuasaan hingga menjalankan Kekuasaan. Kekerasan yang berujung pada perampasan nyawa sebagai bagian dari cara memperoleh, mempertahankan dan menjalankan sisitem.

Bisa dilihat dari total nyawa yang hilang di China pada masa kepemimpinan Mao Zedong, diperkirakan dia telah merampas nyawa jutaan orang. Sejauh ini belum ada angka pasti mengenai berapa banyak warga China yang tewas pada masa pemerintahan Mao. Sejumlah peneliti menyebut 40 juta orang dan peneliti lainnya menyebut 100 juta orang, (International.sindonews.com).

Eskatologi” Marx yang menjadi Doktrin Perjuangan Partai Komunis Tak Kunjung Tercapai, Revolusi Boleshevik yang kemudian melahirkan Lenin sebagai Penguasa, dikisahkan oleh Ebenstein dalam Bukunya “Isme-Isme yang Mengguncang Dunia”, Stalin yang menggantikan lenin pada saat itu, menerapkan berbagai kebijakan yang dinamakan Rencana Lima Tahun. 

Akibat dari kebijakan nya ini diantara 1929-1933 sekitar empat sampai lima juta petani meningal, selain itu terjadi kelaparan juga dimana-mana, setelah Stalin meninggal, kemudian digantikan oleh Krushchov, dia secara terang-terangan menyatakan bahwa “Politik Agraris Komunisme Soviet telah gagal dan pertanian soviet tidak sanggup memberi makan penuduk dengan cukup”.

Soviet merupakan Negara yang diharapkan dapat menjadi contoh buat Negara lain untuk melaksanakan apa yang diridhoi oleh Marx, berbagai Negara yang berupaya untuk menerapkan sistem Komunisme berujung gagal, seperti Uni Soviet (1922-1991), Jerman Timur (1949-1990), Republik Rakyat Hongaria (1949-1989), Republik Rakyat Bulgaria (1946-1990), Republik Rakyat Polandia (1944-1989), Republik Sosialis Rumania (1947-1989), Republik Sosialis Rakyat Albania (1944-1992), Republik Federal Sosialis Yugoslavia (1943-1992), Republik Sosialis Cekoslowakia (1948-1989), Republik Rakyat Angola (1975–1992), Republik Rakyat Benin (1972–1990).

Republik Rakyat Kongo (1970–1992), Republik Demokratik Rakyat Ethiopia (1987-1991) dan Derg (1974-1987), Republik Rakyat Mozambik (1975–1990), Yaman Selatan(1969–1990), Republik Demokratik Afganistan (1978–1992), Republik Rakyat Kamboja (1979-1989) dan Republik Demokratik Kamboja (1975-1979). Semua Negara ini akhirnya hanya pelengkap cerita perjuangan Marx dalam membangun dunia Ideal, (https://id.wikipedia.org/wiki/Negara_komunis).

Kegagalan Partai Komunis diseluruh Dunia tak serta-merta menghilangkan Nama Marx dari perbincangan akademik maupun politik. Sampai hari ini Beliau masih menjadi tokoh penting dalam diskursus Akademik maupun politik.  Partai Komunis boleh Hilang Namun tidak dengan “Ide Komunisme”.

Komunisme merupakan sebuah paham yang bersumber dari pemikiran Marx, Esensi yang ingin disampaikan Marx di berbagai Bukunya maupun yang tersirat dari berbagai perjuangnnya diwaktu muda ialah “Mewujudkan Masyarakat Tanpa Kelas, Dimana Tak Ada Lagi Orang Kaya Dan Orang Miskin, Tak Ada Penghisapan Tenaga Manusia, Tak Ada Lagi Tindakan-Tindakan Yang Menabrak Prinsip-Prinsip Humanisme”, Harapan inilah yang kemudian menjadi mantra bagi kaum PKI dalam merekrut Anggota maupun partisipan. Baginya harapan diatas tidak datang dengan sendirinya harus ada perlawan dari kaum proletar terhadap kaum borjuasi.

Ketakutan akan kebangkitan PKI di Indonesia yang berujung tindakan Intimidatif dan represif atau dengan memberangus Buku-Buku yang di cap kiri, semua itu tak akan membunuh “Harapan tentang Dunia Ideal Ala PKI”, artinya masih ada potensi untuk bangkit kembali Partai Komunis dan hal ini tidak bisa dilawan dengan kekerasan, kalau  dalam bahasa Bung Rocky “Bagaimana Bisa, Ide dilawan dengan fisik (baca : kekerasan), Ya Ide dilawan dengan Ide”. Oleh sebab itu harus ada alternative lain untuk melawan Komunisme.

Menapaki Jalan Baru

Pertama, Sebuah Ide lahir dari proses benturan Realitas yang terjadi di masyarakat, jadi pasti selalu ada konteks. Permasalahanlah yang menjadi pemantik berbagai benturan tersebut. oleh sebab itu masalah tersebut lah yang harus diselesaikan.

Menurut Andi Muawiyah Ramly dalam bukunya “Peta Pemikiran Karl Marx”, dia menyatakan bahwa Komunisme merupakan Obat, Artinya Komunisme selalu muncul untuk mengobati penyakit (Ketidakadilan) yang mengidap bangsa Indonesia. Komunisme memberikan Harapan tentang kesejatheraan, jadi ketika terjadi ketidakadilandi masyarakat, konsep komunisme sangat dengan mudah diterima diterima masyarakat, karena mereka muncul dengan menunjukan wajah keberpihakan terhadap kaum yang termarjinalkan.

Jadi Melawan komunisme ialah dengan Menciptakan obat baru atau yang lebih bagus ialah dengan Menyembuhkan penyakitnya. Salah satunya ialah dengan Menciptakan tatanan kehidupan sesuai dengan Sila Kelima Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dan tujuan Negara yakni “memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,”

Kedua, Merumuskan Ide baru sebagai metode perlawanan, Banyak sekali Ide yang berserakan di Luar sana yang dapat melawan konsep komunisme nya Marx, pada prinsipnya sebuah Ide tidak bisa dihilangkan, namun sebuah Ide dapat Berakhir. Relevansi menjadi ukuran untuk melihat sebuah Ide, apabila tidak relevan maka Sebuah Ide itu akan berakhir.

Alternatif lain untuk menyudahi Fobia PKI dengan cara menghasilkan Ide baru sebagai Anti Tesa. Salah satu cara memproduksi ide ialah dengan Hadirnya berbagai organisasi yang nantinya menjadi wadah untuk menghasilkan Ide-Ide yang Relevan dengan Kondisi masyarakat dan dapat mengatasi permasalahan di masyarakat..

Utopia yang tak Berujung

Merumuskan ide baru yang sifatnya menandingi atau bisa juga yang membantah Doktirn Komunisme, agar orang tak lagi berharap akan dunia ideal ala Komunisme. Doktrin Komunisme tentang kehidupan yang ideal serta cara untuk sampai pada tujuan tersebut mendapat tanggapan yang diuraikan di dalam Manikebu (Manifest Kebudayaan), Manifest ini menurut penulis secara telak membantah doktrin Komunisme, penjelasan ini disampaikan oleh Goenawan Mohamad dalam bukunya yang berjudul ;  “Seni, Politik, Pembebasan”.

Satu pernyataan yang menurut hemat penulis masih sangat relevan dan dapat membantah Doktrin Utopis  kamu kiri, ialah sebagai berikut :

“Kami tidak mungkin menerima setiap bentuk utopia karena kami menyadari bahwa dunia bukan sorga. Karena berpikir secara dialektik, maka kami mengakui kenyataan-kenyataan bahwa lingkungan sosial kami senantiasa mengandung masalah-masalah, dan setiap tantangan yang kami jawab akan menimbulkan tantangan-tangan baru.” 

Kemudian perjelas oleh Goenawan Mohamad, Dengan menyebut “kami berpikir secara dialektik”, teks itu ingin menegaskan bahwa dialektik tak akan berhenti dalam sebuah "Telos" tertentu. jadi terdapat kontradiktif antara konsep dialektik dengan "Eskatologi" nya Marx. 

Nasib Komunisme, Secara Konsep sudah banyak yang dibantah dan tak relevan lagi untuk masa kini, Mungkin Komunisme Masih cocok untuk dijadikan sebagai bahan kajian akademik. Kemudian Untuk "Eksistensi" Komunisme sebagai partai sudah tidak bisa lagi, Indonesia menjadi salah satu negara diantara beberapa negara di dunia yang melarang hadirnya Partai Komunis. 

******