Mahasiswa
3 minggu lalu · 151 view · 3 min baca menit baca · Budaya 43953_64210.jpg
Foto: Wikicommon

Komitmen Hidup Anak Punk dalam Subkultur Straight Edge

Straight edge pada dasarnya adalah sebuah subkultur yang diinisiasi oleh para anak punk di Amerika pada tahun 80-an. Mereka membudayakan gaya hidup anti-alkohol, narkoba, rokok, dan secara tegas menolak gaya kehidupan seks bebas. 

Gaya hidup ini berawal dari band Hardcore Punk Amerika bernama Minor Threat yang merasa muak dengan gaya hidup anak punk yang cenderung menghancurkan diri sendiri. Straight edge yang diusung oleh Minor Threat sendiri memotivasi gaya anak muda untuk kembali ke kontrol diri masing-masing. Gaya hidup ini menjadi salah satu irisan dari berbagai subkultur punk.

Punk dan Straight Edge

Punk secara sejarahnya berasal dari Inggris, yang merupakan singkatan dari “Public United not Kingdom”. Punk muncul pada awal tahun 60-an di mana pada waktu itu punk hanya sebatas pemberontakan di bidang musik dan akhirnya menjadi sebuah subkultur modern. 

Punk berawal dari kebosanan anak-anak muda di Inggris yang pada saat itu musik-musik yang didengarkan didominasi oleh kaum rocker, yang memiliki skill tinggi dalam bermusik, ritme yang rumit, suara tinggi, serta lirik-lirik yang melankolis. Karena kebosanan itu, akhirnya punk muncul dengan membawa semangat baru dan inovasi dalam bermusik. 

Ciri musik khas Punk adalah distorsi gitar yang tajam, drum yang tidak beraturan, serta penggunaan kur yang simpel karena hanya terdiri dari 2 - 3 chord saja dalam setiap lagunya. 


Dalam setiap konser punk, aksi panggung yang ditampilkan ugal-ugalan dan cenderung brutal. Selain itu, dikenal juga istilah moshing dalam setiap kali pertunjukan musik punk. Moshing ini berarti setiap penonton membentuk sebuah lingkaran kemudian membanting diri satu sama lain.

Dalam kultur punk, mereka juga dikenal dengan dandanan yang nyentrik dan berbeda dari kebanyakan orang. Potongan rambut mohawk ke atas ala suku Indian, jaket kulit hitam, sepatu boots tinggi, tattoo, piercing, bahkan dengan lipstik berwarna hitam. 

Bagi mereka, kostum tersebut merupakan simbol perlawanan dalam semangat punk yang khas dengan prinsip Do It Yourself (DIY), anarkisme, vandalisme, antisosial, dan kaum-kaum terabaikan. 

Tidak sedikit mereka yang memegang teguh prinsip punk melakukan berbagai perilaku merusak diri sendiri, seperti mengonsumsi alkohol, mengonsumsi narkoba, hidup di jalanan, dan menjadikan hal-hal negatif tersebut menjadi lifestyle. Konstruksi masyarakat atas budaya punk ini akhirnya menjadikan punk sebagai sesuatu yang keluar dari sikap dominan pada budaya masyarakat.

Atas dasar sikap punk ini, para remaja yang menginginkan hidup dalam prinsip punk namun menolak untuk menghancurkan diri sendiri, berdiri sebuah gaya hidup yang dikenal sebagai Straight Edge

Straight Edge merupakan sikap politis yang secara tegas menolak dan berkomitmen untuk hidup sehat, tidak mengonsumsi alkohol, tidak merokok, tidak mengonsumsi narkoba, dan tidak melakukan seks bebas. Melalui gaya hidup yang diusung oleh para penganut Straight Edge, seseorang dapat memilih menjadi punk yang tidak merusak diri sendiri.

Straight Edge sebagai Sebuah Subkultur

Sebagai sebuah subkultur, straight edge merupakan budaya yang lahir dari budaya punk yang mana mereka merupakan sesuatu yang sangat jauh dari norma umum di mana mereka berada. 

Punk, seperti yang dijelaskan di atas, memiliki budaya self-destruction, seperti mengonsumsi alkohol, mengonsumsi narkoba, merokok, dan perilaku seks bebas. Melalui pemikiran dan penolakan terhadap gaya hidup punk itulah akhirnya straight edge menjadi kesatuan tersendiri dalam subkultur punk yang menolak untuk bertahan pada gaya hidup tersebut. 

Sebagai anggota dari subkultur straight edge, seseorang dapat merenungkan nilai-nilai identitas ke dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, individu atau kelompok yang menganut paham straight edge akan berusaha untuk merawat tubuhnya, atau menghargai penggunaan organ-organ di dalam tubuhnya. Hal inilah yang akhirnya mempunyai makna yang sama dari punk itu sendiri yang artinya sebuah perlawanan.


Kesimpulan

Dalam akses kebudayaan dan gaya hidup yang berjalan sangat cepat, terdapat kebudayaan yang selalu dikonstruksikan sebagai sesuatu yang bersifat negatif dan akhirnya terpinggirkan oleh orang banyak. Dalam hal ini, salah satunya adalah budaya straight edge yang dianut oleh anak punk. 

Berdasarkan penjelasan di atas, konstruksi yang dibuat oleh masyarakat terhadap anak punk adalah: pertama, sebagai salah satu kebudayaan yang dianggap sebagai kekacauan terhadap masyarakat.

Kedua, masyarakat cenderung memandang punk sebagai sesuatu yang mengganggu ketertiban. Ketiga, masyarakat tidak mengetahui bahwa dalam subkultur punk yang secara tegas menolak untuk merusak diri sendiri.

Referensi

Artikel Terkait