Aktivis
5 bulan lalu · 317 view · 4 menit baca · Politik 38137_18060.jpg
https://www.google.com/

KNPI dan Mandataris Kongres HMI

Proses pencalonan bakal calon Ketua Umum pada Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang ke-XV mengganggu internal kelembagaan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Hal ini berawal dari pencalonan dua alumni HMI, yaitu Noer Fajriyansah dan Haris Pratama.


Dua alumni HMI ini, beradu pengaruh untuk mendapatkan rekomendasi dari PB HMI. Sehingga, para pendukung bertarung. Antara pro-Noer Fajriyansyah dengan pro-Haris Pratama. Apakah kompetisi merebut rekomendasi PB HMI berjalan dengan baik? Jawabannya adalah tidak. Perbedaan pendapat antar pendukung memunculkan kekhawatiran.

Dampak permulaannya, beberapa pengurus mengeluarkan siaran pers. Meskipun menggunakan nama pribadi. Akan tetapi, diujung nama memakai jabatan di PB HMI. Sehingga menggambarkan bahwa pernyataan persnya adalah sikap PB HMI. Hal ini menambah riuh dilema internal HMI. Kenapa juga dua alumni dan pendukungnya mengobok-obok PB HMI.

Dengan membaca situasi pertarungan antar alumni HMI. Terjadilah kegaduhan yang tidak sehat. Alasan harus mendukung siapa dan kenapa menjadi pertanyaan antar pengurus. Bukannya mencari tawaran pengusungan atau mekanisme internal seleksi calon. Pengurus sibuk saling sindir. Ada yang dengan bangganya mempertanyakan hak pengurus lain.

Di lain sisi, Pleno Pertama PB HMI berujung pada reshuflle kepengurusan. Ada yang bertahan. Ada juga yang menghilang. Ada yang bahagia, begitu juga tidak sedikit yang kecewa. Isu reshuflle bagaikan bola liar. Kesana-kemari, tanpa arah yang jelas. Bahkan, ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab membawa masalah reshuflle dengan cocoklogi atas penyelenggaraan Kongres KNPI XV.

Demi mengurai masalah dan menemukan solusi. Maka, patutlah kita mencari jawaban atas pertanyaan ‘bagaimana cara PB HMI menyikapi Kongres KNPI?’


Mekanisme Internal

Pada dasarnya, PB HMI sedang bersuka-cita, dua alumni telah siap menjadi tokoh muda nasional. Maju sebagai calon Ketua Umum KNPI. Sebuah bukti bahwa HMI masih aktif untuk memproduksi calon-calon pemimpin bangsa. Kebahagiaan ini membawa euforia kebablasan. Bukannya mencari cara untuk saling menguatkan. Dua kubu, Noer dan Haris, malah saling claim suara HMI.

Demi menjaga stabilitas organisasi, PB HMI kemudian memutuskan perihal Kongres KNPI di Pleno I PB HMI. Rekomendasi yang umum sebagai mekanisme dukungan, yaitu mendahulukan atau prioritas pada alumni. Masalahnya, alumni HMI yang maju di Kongres KNPI ada dua orang. Nah, mekanisme lanjutan malah kehilangan bentuk. Entah bagaimana memberikan penjelasan logis untuk menyatakan ‘kenapa HMI mendukung seseorang?’

Oleh karena itu, perlu kiranya kita melihat pada struktur kelembagaan PB HMI. Dalam kepengurusan, PB HMI memiliki satu bidang yang bernama Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda. Kita mengenal dengan sebutan Bidang PTKP. Sederhana saja, Bidang PTKP adalah mesin organisasi HMI dengan tugas khusus bidang Perguruan Tinggi, masalah kemahasiswaan dan keaktifan dalam dunia kepemudaan, termasuk KNPI.

Dengan demikian, Bidang PTKP telah memiliki rencana dan program kerja yang berhubungan dengan tiga item tersebut. Bagaimana HMI berpartisipasi aktif dalam urusan Perguruan Tinggi? Bagaimana HMI memiliki peran dalam kehidupan mahasiswa? Juga, bagaimana HMI membangun semangat muda yang kritis dan menyatu? Itulah pertanyaan yang menjadi program kerja bulanan, semester (enam bulan) dan tahunan.

Bidang PTKP seharusnya memiliki mekanisme internal yang disepakati oleh PB HMI. Misalnya, bagaimana menyusun tahapan seleksi internal untuk mengusung calon Presiden Mahasiswa di kampus-kampus. Atau, bagaimana HMI memiliki tahapan seleksi internal untuk mendukung bakal calon Ketua Umum KNPI.

Dari dua proses seleksi itu, Bidang PTKP adalah panitia utama. Mereka menyusun persyaratan, tahapan dan rekomendasi. Pada bagian persyaratan, misalnya calon yang akan diusung memenuhi syarat standar tertentu. Seperti, syarat administrasi pernah ber-HMI, bentuk fisiknya adalah foto kopi SK Pengurus, Sertifikat Perkaderan dan mungkin saja karya ilmiah berupa buku.


Sedangkan tahapannya terdiri dari, pemungumuman, penerimaan berkas, seleksi berkas, wawancara, debat kandidat, dan pemilihan di internal HMI. Pada akhirnya, rekomendasi bukan hanya selembar surat. Tetapi, sudah menjadi keputusan organisasi untuk mendukung penuh. Serta mengupayakan kemenangan di setiap pesta demokrasi.


Kuasa Mandataris Kongres

Namun, ada waktunya, perdebatan memuncak. Setiap suara merasa benar dengan berbagai pembenaran. Bahkan, nafsu berpolitik dan takut kehilangan mamfaat menggerus kepercayaan organisasi. Belum lagi, konsepsi musyawarah terhalang oleh ego kubu-kubuan.

Dari pengalaman senior HMI, sebut saja namanya Muhammad Arfan Chaniago. Dia mengatakan bahwa pada masanya, saat perdebatan dukung-mendukung telah mencapai puncak. Diskusi pengurus berujung debat kusir dan hampir adu kuat (baca; fisik). Maka, solusi terakhir adalah mengembalikan keputusan organisasi kepada mandataris kongres HMI.

Siapakah mandataris kongres itu? Dia adalah Ketua Umum PB HMI, atau formateur yang terpilih di kongres HMI. Ketua Umum mengemban amanah kongres. Dia terpilih untuk mengambil kebijakan organisasi. Membawa nakhoda mengarungi lautan kehidupan. Sampai pada waktunya, mengembalikan mandat yang diteruma kepada kongres berikutnya.

Perlu diingat juga, bahwa kongres HMI memilih Ketua Umum. Lalu, sang pemimpin memilih pengurusnya untuk periode dua tahun ke depan. Sehingga, PB HMI harusnya mengikuti arahan sang pemegang mandat kongres. Ketua Umum berhak mengoreksi kebijakan pengurus (bidang). Ketua Umum juga memiliki kewenangan mengganti pengurus. Dia juga dapat memberikan reward pada pengurusnya, seperti rekomendasi, kenaikan posisi (jabatan) atau membantu perjuangan pengurus yang berprestasi.

Jadi, mandataris kongres HMI berhak menggunakan hak pribadi. Sepanjang keputusan tersebut bisa dijelaskan dengan baik. Dan pengurus harus menerima semua keputusan itu dengan tertib. Apabila ada kritik dan sanggahan. HMI memiliki forum untuk mengevaluasi semua kebijakan organisasi. Yaitu, Pleno dan Forum pertanggungjawaban organisasi pada kongres HMI.


Oleh sebab itu, membaca masalah dualisme kelompok HMI untuk kongres KNPI XV. Maka, mandataris kongres bisa mengambilalih kebijakan organisasi. Apakah pilihannya kepada salah satu calon. Atau tidak mengeluarkan rekomendasi. Itu adalah haknya pribadi. Karena, dia dipilih dan atas amanah kongres mendapat keistimewaan untuk mengeluarkan tanda-tangan mengatasnamakan HMI.

Ketua Umum PB HMI dapat memberikan penjelasan paska kongres KNPI. Apapun hasil pesta demokrasi pemuda itu. Keputusan sang pemegang mandat kongres HMI adalah koreksi program kerja. Dengan demikian, apapun masalah eksternal HMI. Bidang yang bersangkutan memiliki pedoman khusus dan logis. Demi menjaga dan mempertegas akademis, pengabdian, pencipta yang bertanggungjawab.

Terakhir, sebagai organisasi besar. HMI patut memberikan contoh pembaharuan kandidasi politik. Program seleksi internal bisa menjadi percontohan bagi organisasi lain. Sehingga, PB HMI mampu mempertegas sebagai lokomotif organisasi mahasiswa dan pemuda masa kini dan yang akan datang. Selamat berkongres, ingatlah jalan pulang ke HMI.

Artikel Terkait