Mahasiswa
1 minggu lalu · 110 view · 3 min baca menit baca · Hiburan 44484_44796.jpg
Ilustrasi: Medium

Kita Ini Sebenarnya Hidup di Dunia Khayalan

Pikiran saya akhirnya melayang-layang setelah puas melahap tiga volume langsung komik One Piece. Saya tergerak untuk menulis hal ini setelah berpikir betapa kompleksnya pemikiran seorang Eiichiro Oda membangun dunianya sendiri. 

Membangun khayalan, imajinasi, fantasi, dan angan-angannya menjadi sebuah mahakarya yang menurut saya sangatlah luar biasa.

Berkutat dengan komik sejak kelas lima SD, komik menemani masa pertumbuhan saya hingga saat ini. Walaupun tidak banyak jenis komik yang saya lahap, namun bisa dibilang saya adalah maniaknya komik, terutama komik Naruto dan One Piece. Hingga akhirnya saya mulai tergerak untuk mencurahkan apa yang saya rasakan selama berkutat dengan komik, berkutat dengan dunia khayalan yang sangat menyenangkan hingga detik ini.

Saya berpikir, mungkin saja kehidupan kita ini didasari dari sebuah khayalan. Didasarkan dari sebuah imajinasi hingga berkembang menjadi sesuatu yang sangat penuh ambisi. Apakah mungkin kehidupan kita ternyata seperti itu?

Seperti ujaran Paul Coelho, “Semua orang punya khayalan, tetapi hanya sedikit yang mewujudkan khayalan itu.” Kita semua hakikatnya adalah makhluk yang lahir bersama khayalan.

Coba kalian renungkan kembali, dunia kita saat ini, dunia saya dan dunia kalian muncul dari sebuah awal yang sebenarnya belum pernah kalian rasakan. Kehidupan kita ini selalu dimulai dari angan dan berujung realitas jika kita berjuang. Dunia yang kita tinggali ini diisi oleh orang-orang yang hidupnya hampir setiap hari berkhayal.

Yang paling mudah adalah bagaimana kita melakukan sebuah rencana. Apa yang kita pikirkan? Apa yang ada di otak kita? Rencana ingin membeli baju, rumah, ingin masuk universitas favorit, dan rencana-rencana lainnya berawal dari sebuah khayalan.


Khayalan, mimpi, angan-angan hingga cita-cita, semua itu sama tujuannya, yaitu mencapai sebuah garis akhir bernama realitas. 

Kalian ingat apa yang guru kalian tanyakan ketika kalian SD, SMP dan SMA? Pertanyaan seperti ini pasti pernah kalian dengar, “Kamu mau jadi apa nanti?” Kita mau jadi apa? Logikanya tentu kita tidak tahu. Kita hidup di waktu itu dan kita pasti tidak tahu bagaimana kehidupan kita 10 tahun ke depan.

Lalu pasti kita menjawab ingin jadi ini dan ingin jadi itu. Kita tidak pernah memikirkan apa yang kita ucapkan saat itu, yang terpenting kita punya cita-cita. Khayalan, semua itu berawal dari khayalan. Cita-cita lahir dari khayalan. Itulah kehidupan dan itulah dunia kita, sebuah khayalan.

Tapi kalian tidak perlu mempertanyakan eksistensi kalian di dunia ini. Walaupun dunia ini dipenuhi khayalan, nyatanya manusia diciptakan lebih dari sebuah khayalan. “Manusia diciptakan untuk mencapai sesuatu yang luar biasa jika cita-cita mereka terancam,” ujar Herman Hesse. Manusia bisa menjadi lebih baik dari sebuah khayalan.

Manusia bisa menghancurkan sebuah khayalan lewat realitas. Lewat perjuangan dan kerja keras, orang-orang seperti Bill Gates, Steve Jobs hingga Albert Einstein lahir dari sebuah khayalan menuju realitas kehidupan.

Kita memang hidup di dunia khayalan. Tapi kita bukan diciptakan untuk mengkhayal. Kita diciptakan menjadi sebuah realitas yang tumbuh dari sebuah khayalan.

Kita adalah kenyataan yang hidup dari sebuah impian yang terus-menerus berkembang. Dari impian itulah kita hidup, berjuang hingga berusaha. Dan tujuan akhir, tentu saja, sebuah kesuksesan. 

Sebuah dunia yang sebelumnya hanya impian, khayalan, dan cita-cita, tulah kehidupan kita. Namun tentu khayalan bukan solusi dari berbagai permasalahan hidup ini.

Bahkan dunia yang diciptakan seorang Madara Uchiha pada akhirnya tidak bertahan lama. Sebuah dunia mimpi, sebuah khayalan yang diciptakan untuk membuat kedamaian abadi. Tapi itu cuma khayalan, hanya angan-angan yang diciptakan untuk kebahagiaan yang semu. 

Khayalan bukan sebuah jawaban untuk menciptakan kedamaian, tapi realitaslah jawaban dari dunia khayalan yang coba diciptakan Madara Uchiha tersebut.


Dunia khayalan kita saat ini sangat menyenangkan. Kita bisa berencana, namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan rencana kita ke depannya. Kita bisa bermimpi, namun kita tidak tahu apakah mimpi kita akan menjadi nyata sepuluh tahun kemudian. 

Bahkan kadang kita sering berencana ingin membawa kedamaian di dunia ini, tapi nyatanya itu hanya khayalan yang terus-terusan membelenggu kita. Kita tidak tahu jalan keluar menuju realitas jika menyangkut hal tersebut.

Khayalan menjadi sebuah kerangka dasar sebuah cerita komik. Cerita yang berdasar hal-hal tidak nyata membuat saya selalu terhibur. Dan komik selalu memberikan hal tersebut. 

Dua pengarang yang selalu saya favoritkan, yaitu Masashi Kishimoto dan Eiichiro Oda, ternyata berhasil menanam benih-benih khayalan yang kuat kepada saya. Bahwa ternyata Naruto dan One Piece itu adalah manifestasi dari dunia ini. Sebuah khayalan-khayalan yang luar biasa. Sebuah mimpi yang penuh ambisi. 

Dan, sebagai pembaca, saya adalah realitas yang mencoba merangkai khayalan-khayalan tersebut menjadi sebuah bentuk realitas di dunia penuh khayalan ini.

Artikel Terkait