Nanny
6 bulan lalu · 139 view · 3 min baca menit baca · Budaya 54165_47646.jpg
wallpaperup.com

Kita Harus Bersaing?

Makanan adalah aspek terpenting dari kebutuhan pokok manusia. Mereka masih bisa hidup tanpa pakaian dan tempat tinggal, tetapi tidak tanpa makanan. 

Oleh karena itu, peradaban selalu berkembang di tempat yang menyediakan banyak sumber pangan. Zaman prasejarah sebagian besar terlacak di daerah tropis, yakni daerah penghasil pangan sekaligus tempat tinggal yang nyaman bagi manusia. 

Kini, setelah bumi bukanlah tempat yang nyaman, manusia terbang ke luar angkasa untuk membangun peradaban. Untuk itu diperlukan makanan di sana agar manusia dapat bertahan hidup. Itulah yang dilakukan oleh Cina saat mereka berhasil mendaratkan The Chang’e-4 probe pada 3 Januari lalu. 

Robot buatan Cina itu berhasil mendarat di permukaan terjauh bulan yang pernah dijangkau. Mereka menanam beberapa jenis tanaman, di antaranya tanaman pangan di bulan.


Mereka merilis gambar benih kapas yang mulai tumbuh di sana. Tanaman itu adalah tanaman pertama yang berhasil tumbuh di sana, mahluk hidup pertama yang hidup di bulan. 

Walaupun 24 jam setelah rilis tersebut benih kapas itu diberitakan oleh independent akhirnya mati. Belum banyak informasi yang diberikan oleh otoritas terkait. Namun Cina sangat visioner mempersiapkan kehidupannya di bulan kelak, karena selain menanam kapas yang dapat digunakan sebagai bahan pakaian, mereka juga menanam kentang dan lobak untuk makanan serta brasica rapa yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. 

Organisme yang dibawa lainnya adalah telur lalat buah, ragi, dan arabidopsis. Tidak banyak dijelaskan mengapa organisme ini dibawa, yang pasti mereka sedang mempersiapkan kehidupan kecil dengan mengambil perannya. Mungkin untuk menguji coba bagaimana oksigen dihasilkan dan dimanfaatkan oleh mahluk hidup.

Pada awalnya manusia bertahan hidup di bumi dengan bersaing untuk mendapatkan makanan, tidak hanya antar sesama manusia tetapi juga dengan mahluk hidup lainnya. Pada akhirnya menyisakan manusia sapiens setelah menyingkirkan manusia naendhertal sebagai mahluk yang sama-sama bisa mengolah makanan dengan peralatannya. 

Hal tersebut diutarakan oleh Youval Noah Harari di dalam Sapiens. Melihat kondisi tersebut, bisa dikatakan peradaban manusia di bumi ini dilakukan dengan penuh persaingan.

Sejarah mencatat bahwa peradaban manusia modern menghasilkan bangsa kolonial. Mereka menjajah tempat-tempat yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. 

Tempat-tempat tersebut seperti yang telah disebut di atas adalah wilayah tropis, daerah dengan vegetasi yang menghasilkan bahan pangan dan kebutuhan lainnya. Meskipun saat itu manusia telah memiliki kompleksitas sosial yang lebih tinggi dari masa prasejarah, nyatanya mereka tetap saja berebut bahan makanan, khususnya rempah-rempah.

Persaingan yang terjadi saat ini adalah dalam hal perekonomian dan politik. Seperti yang kita ketahui, keduanya tidak dapat dipisahkan bagi suatu negara untuk menjadi negara nomor satu di dunia. 

Cina yang dikenal sebagai negara komunis, nyatanya mampu menguasai dunia dengan pilihan kebijakan politik dan ekonominya. Pesaing mereka yang menggunakan demokrasi liberal bergejolak dengan dirinya sendiri. Misalnya Amerika serikat yang saat ini sedang menjalani Government Shutdown atau Inggris yang sedang tarik ulur tentang Brexit. Bagaimana dengan demokrasi Pancasila?


Cina mampu mengelola negaranya dengan matang sehingga mereka telah mempersiapkan kehidupannya di bulan. Komponen kehidupan yang akan dibangunnya pun sudah jelas, mereka langsung mempersiapkan bahan makanan sebagai kebutuhan yang paling penting. Hal ini seperti yang dilakukan oleh koloni sapiens di masa lalu. 

Jika menurut para peneliti manusia naendhertal lebih pintar daripada sapiens, toh pada akhirnya mereka bisa dikalahkan oleh sapiens. Keberhasilan sapiens menguasai peradaban bukan karena ukuran otaknya, tetapi karena mereka mempersiapkanya dengan matang dan penuh strategi. 

Dalam hal ini Cina tidak dilihat dari apa pilihan politik dan ekonominya, mereka sudah jelas sampai ke bulan untuk membangun peradaban. Karena mereka menyadari persaingan manusia selanjutnya adalah membangun peradaban di luar bumi. Ini adalah masa di mana apa yang dulu hanya ada di film fiksi ilmiah sekarang bisa terwujud.

Sadar atau tidak, manusia telah mengeksploitasi segala hal yang ada di sekitarnya. Mulai dari mendomestikasi kebutuhan hidupnya yang mana mengubah keseimbangan alam hingga menghasilkan polusi dari industri yang dibuatnya. 

Karena memiliki kemampuan bersaing dan daya jelajah yang tinggi, manusia cenderung mencari tempat yang baru ketimbang memperbaiki alamnya. Saat manusia bisa membuat kehidupan di luar bumi, kebakaran hutan atau pencemaran lingkungan karena industri bisa dianggap hal kecil. Karena jika dibandingkan dengan luasnya alam semesta yang terdiri dari banyak galaksi, tempat hidup manusia yang mengalami kerusakan di bumi ini sangatlah kecil.

Persaingan akan terus terjadi. Bayangkan jika nanti koloni manusia tinggal di bulan, bagaimana cara membagi kekuasaannya? Persaingan memperebutkan kekuasaan dalam satu negara saja sangatlah rumit dan tak jarang menimbulkan pertumpahan darah. 

Akankah manusia selalu bergerak maju mengekspoitasi semua yang ada di sekitarnya? Ataukah harus mencari petunjuk terlebih dahulu tentang bagaimana seharusnya manusia hidup? 

Siapa tahu dulu manusia berasal dari planet lain yang pergi ke bumi untuk meneruskan peradabannya, seperti yang dilakukan Cina saat ini. Siapa tahu saat itu nenek moyang kita meninggalkan pelajaran tentang cara untuk tidak bersaing.


Artikel Terkait