Dalam sejarah Islam di China, ada salah satu tokoh yang paling terkenal yaitu seorang pelaut muslim terhebat sepanjang masa. Ia adalah Kasim San Bao atau lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho. 

Laksamana Cheng Ho lahir dengan nama Ma He dan berasal dari suku Hui atau dikenal dengan suku yang mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk agama islam yang terletak di provinsi Yunnan, China Selatan. Ia lahir pada tahun 1371 M dari pasangan Ma Hazhi yaitu ayahnya yang merupakan seorang pelaut dan ibunya yang bernama Wen, ia merupakan putra ke dua dari enam bersaudara. 

Dalam beberapa literatur menyebutkan bahwa, Cheng Ho merupakan keturunan bangsawan perisa karena ia adalah cicit dari Sayyid Ajjal Syams al-Din Umar yang merupakan seorang berkebangsaan Persia dan memiliki posisi strategis di Kekaisaran Mongol. Selain itu Sayyid Ajal juga sempat menjadi Gubernur Provinsi Yunnan di masa Dinasti Yuan.

 Cheng ho sudah fasih berbahasa Cina dan Bahasa Arab sejak usianya masih kecil, dimana saat itu ia belajar dengan ayah dan kekeknya. Di usianya yang menginjak 11 tahun, ayahnya wafat karena hukuman eksekusi akibat kekalahan Yuan Utara oleh pasukan Dinasti Ming. 

Saat itu, terjadi razia di kampung kampung pedalaman di seluruh Kawasan pinggiran kota untuk menagkapi semua lelaki dewasa dan anak anak tanpa terkecuali dan Cheng Ho adalah salah satu korbannya. Setelah itu, mereka semua yang tertangkap kemudian di kebiri sebagai bentuk teror agar tunduk terhadap negara. Setelah tertangkap, Cheng Ho dijadikan kasim di istana kaisar sebagai pelayan khusus dari anak keempat kaisar pada tahun 1382 M. 

Saat menjadi pelayan khusus pangeran Zhu Di tersebut, ia menjadi sering bergaul dengan pangeran dan membuatnya menjadi pemuda yang tangguh dan mahir dalam berdiplomasi dan juga seni berperang.

 Cheng Ho memiliki perawakan tegap dan tinggi besar, dahi yang menonjol, bentuk telinga yang lebar, bersuara lantang dan Langkah kakinya yang mantap. Selain itu, ia juga memiliki ketajaman dan otak yang cerdas yang membuatnya di angkat menjadi abdi istana pertama yang memiliki posisi tertinggi  dalam militer china saat Zhu Di menjadi kaisar ( 1402 M ). 

Cheng Ho, memiliki karakteristik militer yang cukup membanggakan dan kemudian ia didaulat menjadi laksamana dan diperintahkan melakukan ekspedisi. Saat itu, kaisar Zhu Di atau yang juga dikenal dengan nama kaisar Yongle menginginkan Dinasti Ming menerapkan kebijakan ekspansi ke beberapa wilayah dengan membentuk sabuah armada laut untuk Tiongkok. 

Dan, di tahun 1403 terbentuklah armada yang diberi nama ‘Xiafan Guanjun’ dengan meliputi 3 jenis kapal. Ekspidisi pertama, yaitu pada tahun 1405 M dengan di tunjuknnya laksamana Cheng Ho sebagai pemimpin yang mendapatkan wewenang penuh atas ekspedisi ini. Sebelum memulai ekspedisi, laksamana Cheng Ho dan rombongan besarnya menunaikan shalat terlebih dahulu di masjid tua di kota Quanzhou. 

Dalam ekspedisi pertama tersebut, laksamana Cheng Ho membawa 27.000 tentara dengan melibatkan 62 kapal besar & belasan kapal kecil untuk melakukan ekspedisi ke Samudra Hindia dengan melewati wilayah Asia Tenggara ( Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa ), Vietnam, Sri Lanka dan Malaka. Ekspedisi pertama tersebut, berakhir di tahun 1407 M setelah laksamana Cheng Ho berhasil mengalahkan perompak saat berada di Malaka.

 Dari keberhasilan ekspedisi pertamanya, laksamana Cheng Ho mendapat penghargaan dari Kaisar Yongle. Sesaat kemudian, laksamana Cheng Ho Kembali melanjutkan ekspedisi kedua dan ketiganya hingga tahun 1411 M dengan menjangkau Champa Jawa, Sumatera, India dan Sri Lanka. Di ekspedisi ketiga ini melibatkan 48 kapal besar dan membawa 27.000 tentara, selain itu armada pada ekspedisi ini juga membawa senjata militer & harta dengan jumlah yang besar untu menampilkan kekayaan Tiongkok pada Dunia. 

Selanjutnya, pada ekspedisi yang ke empat laksamana Cheng Ho dan rombongan sampai ke Teluk Persia ( Hormuz ) dan Afrika Timur ( Mogadishu ). Selanjutnya, dalam ekspedisi berikutnya laksamana Cheng Ho melakukan perjalanan lebih jauh ke semenanjung Arabia dan Afrika Timur yakni pada tahun 1417 M sampai 1422 M. 

Dalam ekspedisinya yang ketujuh dan juga menjadi ekspedisi yang terakhir, laksamana Cheng Ho berhasil mencapai Laut Merah yakni di tahun 1433 M. Selanjutnya, laksamana Cheng Ho Kembali mengarahkan armadanya ke Barat sesaat setelah berlabuh di Jawa. Dan, saat di perairan India laksamana Cheng Ho mengalamai sakit dan kemudian meninggal di tengah laut. Hal tersebut, membuat armada di kapal tersebut melarung jasad sang pelaut hebat ke lautan lepas.

 Dari ketujuh ekspedisi yang telah dilakukan laksamana Cheng Ho, ia berhasil menempuh sekitar 35 ribu mil dengan melewati 30 negara di benua Asia dan Afrika. Sejak ekspedisi pertama nya, laksamana Cheng Ho menghabiskan waktu selama 28 tahun. Dimana, enam ekspedisi diantaranya berlangsung pada masa Kaisar Yongle, dan di ekspedisi terakhir dilakukan pada masa kaisar Xuande. 

Dari ketujuh ekspedisi yang telah dilakukannya, bertujuan untuk membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Namun, laksanama Cheng Ho juga berperan dalam penyebaran agama Islam di Asia Tenggara, termasuk juga Nusantara. Laksamana Cheng Ho menyebarkan Islam dengan Damai dan membangun relasi yang harmonis sesuai dengan msisi yang ia bawa dari Dinasti Ming.