Menjadi atlet ataupun tidak, setiap invididu yang lahir ke dunia adalah seorang pemenang.

Selalu ada cerita menarik di balik kesuksesan setiap orang, termasuk para atlet Indonesia yang berhasil mengharumkan nama baik bangsa.

Di balik medali-medali itu, terdapat perjuangan dan pengorbanan yang amat besar. Berikut ini terdapat kisah-kisah inspiratif para atlet Indonesia pemenang olimpiade yang bisa kita ambil hikmahnya.

Rahasia di balik Kemenangan Tontowi Ahmad

Tontowi Ahmad atau yang akrab disapa dengan Owi semakin melambung saat ia bersama pasangan ganda campurannya, yaitu Liliyana Natsir. Ia berhasil membuat Sang Saka Merah Putih berkibar di Brasil. Pemain bulu tangkis berusia 29 tahun tersebut tentu saja telah mengorbankan banyak hal demi mengharumkan nama Indonesia di ranah internasional. 

Meninggalkan istri, anak, dan orangtua di rumah demi membela negara merupakan makanan sehari-hari yang harus ia lalui. Menunda bulan madu dengan istri tercinta demi berlatih untuk Asian Games pada tahun 2014 silam, juga bukti nyata pengorbanan seorang Owi.

Pengorbanan dan kerja kerasnya tidak sia-sia. Karena ia beberapa kali berhasil meraih emas untuk Indonesia, seperti kemenangan pada Olimpiade di Rio 2016 lalu.

Kerelaan Hati Liliyana Natsir Meninggalkan Masa Muda Demi Negara

Jika kita memundurkan waktu beberapa tahun ke belakang saat kita berusia 12 tahun, kira-kira sedang apa kita saat itu? Tentunya usia baru kanak-kanak hingga menginjak remaja adalah masa di mana kita mendapat limpahan cinta, kasih sayang, serta perhatian dari orangtua kita.

Sejak usia 12 tahun, Liliyana Natsir harus rela berjauhan dari kedua orangtuanya karena ia harus mengikuti sederet pelatihan untuk kejuaraan yang akan ia ikuti. Bukan itu saja, Liliyana juga rela melepas bangku sekolah agar ia lebih fokus dalam berlatih dan mengumpulkan medali-medali kemenangan bagi Ibu Pertiwi.

Tentu saja kenangan-kenangan manis masa remaja seperti pergi ke mall bersama sahabat-sahabat, menghadiri pesta ulang tahun, santai sore di kafe-kafe keren tidak sempat ia rasakan. Tetapi, semuanya terbayar lunas saat Liliyana berhasil menggigit medali emas yang ia peroleh pada Olimpiade Rio tahun 2016.

Eko Yuli Irawan, Sang Penggembala Kambing yang Sukses di Olimpiade Rio 2016

Lahir dan tumbuh besar di sebuah desa yang jauh dari kemudahan fasilitas tidak membuat seorang Eko Yuli Irawan putus asa. Atlet angkat besi yang berhasil menyabet perak di nomor angkat berat 62 kg putra pada Olimpiade Rio 2016 lalu telah melewati masa-masa pahit sebelum ia mengecap manisnya kemenangan.

Sebelum menjadi peraih medali tiga kali berturut-turut dalam setiap olimpiade, ia hanyalah seorang penggembala kambing.

Eko yang kini dibanjiri dengan berbagai bonus yang melimpah dari pemerintah tidak melupakan asal-usulnya. Ia tidak malu mengaku bahwa ia berasal dari keluarga yang kurang mampu dan harus menggembala kambing untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Meskipun Eko baru bisa berlatih setelah menggembala empat ekor kambing, ia tetap melakoni setiap sesi latihan demi latihan dengan serius. Ternyata, Tuhan telah menjawab doa dan mimpinya. Dengan semangat dan kerja keras yang ia lakukan, sebuah medali perak berhasil ia hadiahkan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 silam.

Bentuk Cinta Sri Wahyuni untuk Indonesia

Mencintai negara tempat kita dilahirkan adalah hal yang dirasakan semua anak bangsa, tidak terkecuali Sri Wahyuni, seorang atlet angkat besi wanita di kelas 48 kg putri. Bertanding dalam cabang olahraga angkat besi memang bukan hal yang mudah, apalagi Sri Wahyuni hanyalah seorang remaja yang baru menginjak usia 21 tahun.

Rasa takut, lelah, dan ribuan perasaan lainnya campur aduk dalam dada Sri saat berada di putaran final. Gagal mengangkat beban pada kesempatan pertama membuat Sri tidak menyerah dan mencoba lagi di kesempatan kedua.

Meskipun begitu, Sri berhasil membawa pulang medali perak. Dan, yang lebih membanggakannya, banyak olahragawan Jepang memuji kekuatan Sri Wahyuni karena berhasil menyingkirkan atlet angkat besi asal Jepang saat perebutan medali perak.

Pantang Menyerah karena Keterbatasan Fisik ala David Jacobs

Sepintas memang tidak ada yang beda dari David Jacobs, seorang atlet tenis meja Paralympic yang telah berhasil memboyong emas pada Paralympic 2012 di London. Namun, ternyata David mengalami kekurangan fisik berupa tangan kanan yang berukuran lebih kecil dari normal dan jari-jari yang sukar digerakkan. Sempat merasa minder akibat kekurangannya tidak membuat David berhenti untuk menggapai mimpinya sebagai atlet tenis meja difabel terbaik di dunia.

Jerih payah dan kerja keras yang dilakukannya selama bertahun-tahun lambat laun membuahkan hasil. Mulai dari kemenangan di tingkat nasional yang bertubi-tubi hingga kemenangan di tingkat Asia bahkan dunia telah dirasakan oleh David. 

Meskipun ia mengalami banyak hambatan dari mulai mengatur jadwal latihan dan jadwal sekolahnya, susahnya mencari sponsor hingga kesedihan saat harus menjalani proses pelatihan, membuat David semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan semua orang yang selalu memotivasinya. Keberhasilan David di Paralympic 4 tahun silam membuat atlet kelahiran Makassar ini kembali dikirim untuk bertanding di Paralympic 2016.

Setiap Individu yang Lahir ke Dunia adalah Seorang Pemenang

Selain lima atlet tersebut, tentunya banyak lagi atlet berprestasi dari Indonesia yang sudah mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia. Kemenangan dan kekalahan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Kedua hal tersebut menyimpan sebuah nilai dan pembelajaran bagi kita semua.

Menjadi atlet ataupun tidak, setiap invidivu yang lahir ke dunia adalah seorang pemenang. Bagi Erwina Salsabila, sahabat saya sekaligus mantan Mahasiswa Berprestasi UGM tahun 2014, kemenangan bukan hanya saat kita mengalahkan orang lain dan memperoleh medali. Saat kita mampu mengalahkan ketakutan dan rasa pesimis yang ada di dalam diri kita, tanpa disadari, kita telah menjadi pemenang. 

Meninggalkan zona aman dan demi hidup yang lebih baik, juga termasuk perjuangan dan hanya dapat dilakukan oleh seorang pemenang. Sebagai seorang pemenang, tentu saja kita harus terus berjuang dan berusaha untuk mempertahankan kemenangan tersebut dan menaklukan pertandingan-pertandingan yang akan datang. Selamat berjuang!