Walaupun seratus gunung dalam negeri ini meletus tapi ingatan akanmu takkan pernah hilang sampai kapanpun

Plot cerita Aach Aku Jatuh Cinta (AAJC) sebetulnya sangat sederhana. Cerita tentang anak laki-laki dan anak perempuan bertetangga yang akhirnya saling jatuh cinta hingga mereka dewasa. Tentu saja hubungan yang tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Rumi (Chico Jerricho) adalah sosok yang kata-katanya puitis namun hidupnya kacau. Hubungan Rumi dan Yulia (Pevita Pearce) diwarnai gejolak cinta tapi benci, benci tapi cinta, bertemu lalu berpisah begitupun seterusnya. Kisah cinta yang kacau.

Ornamen-ornamen setting Indonesia tahun 1970-akhir 1980an, lagu-lagu dan fashion masa itu yang membuat AAJC lebih dapat dinikmati. Jangan lupa juga, dialog-dialog puitis yang menarik. Menjelang Valentine, penonton bisa mengutip dialog-dialog dalam AAJC untuk pasangan atau calon pasangan.

Fashion dan perabotan seperti radio, botol limun yang ditampilkan AAJC sangat indah dinikmati sebagai  perjalanan era dari 1970an hingga ke era akhir 1980an. Lagu-lagu Ismail Marzuki seperti “Dari Mana Datangnya Asmara” dan “Payung Fantasi” menghantarkan deskripsi masa lalu ke generasi sekarang yang tidak pernah melewati zaman itu.   

Kurang tepat jika mendefinisikan AAJC hanya sebagai drama romantis. Walaupun tema utama memang kisah cinta dua orang sejak kecil hingga dewasa, banyak adegan-adegan tawa dan kekonyolan di sana-sini. Sekalipun ada adegan mengiris hati seperti saat melihat perjuangan ibu Yulia menghidupi keluarga setelah suaminya pergi dari rumah dan adegan puitik romatis Rumi dan Yulia di hampir semua bagian film.  

Akting Pevita Pearce kurang kuat. Yulia yang dipresentasikan Pevita Pearce memang sosok yang cantik menawan secara fisik. Di dalam gedung bioskop Pevita sukses menampilkan Yulia sebagai sosok perempuan lemah lembut, pantas dirajuk dan dilindungi tapi selesai di situ. Setelah keluar bioskop, Yulianya Pevita gagal meninggalkan kenangan.

Kurang kuatnya akting Pevita tertolong oleh Chico Jerricho. Chico Jerricho sukses mendeskripsikan karakter Rumi sebagai pria puitis, menyebalkan dan terkadang berlebihan. Deskripsi pria yang mengombang-ambingkan hati perempuan  juga  berhasil diantarkan Chico.   

Adegan feses di  jembatan tepi sungai memang menggambarkan kelucuan anak-anak. Adegan itu sukses membuat penonton tertawa. Tetapi adegan itu sangat berlebihan ditampilkan  eksplisit. Buat sebagian penonton bisa menimbulkan rasa jijik.  

Annisa Hertami yang berperan sebagai ibu Yulia juga tampak kurang tua. Usia Annisa Hertami (kelahiran tahun 1988) memang hanya empat tahun lebih tua dari Pevita Pearce (kelahiran tahun 1992). Sebenarnya resiko “terlalu muda” bisa diatasi oleh tim make up,  jika memang ada pertimbangan tertentu  memilih dua orang aktris yang hanya berbeda empat tahun untuk peran ibu dan anak,.

Namun tim make up pun tidak terlalu sukses memoles Annisa Hertami menjadi lebih tua. Untungnya akting Annisa Hertami masih dapat menutupi “terlalu muda” tampilan fisiknya.  Pemeran Mariyem (Soegija, 2012) itu cukup mengesankan berperan sebagai perempuan tangguh yang menghidupi putrinya setelah ditinggal suami.

Secara keseluruhan, AAJC sukses memanjakan penonton dengan dialog puitis romantis. AAJC pun sukses membawa penonton ke lorong waktu Indonesia di era 1970-1980an akhir lewat fashion, perabotan dan lagu-lagunya. Jika hal-hal tersebut yang menjadi pertimbangan, maka AAJC layak ditonton. Harga tiket bioskop akan terbayar lunas.

Tetapi AAJC tidak terlalu sukses meninggalkan kesan sebagai drama romantis yang dapat dikenang sepanjang masa. Asam manis cinta Rumi dan Yulia memang menghibur. Namun, tidak terlalu banyak ingatan yang dapat dipanggil kembali dari kisah Rumi dan Yulia setelah keluar dari bioskop.

Dialog-dialog puitisnya bagus dinikmati sebagai sebuah karya sastra namun tidak menolong banyak. Rumi dan Yulia bukanlah Rangga dan Cinta (Ada Apa Dengan Cinta, 2002) atau Siska dan Leo (Badai Pasti Berlalu, 1977).  Sulit membayangkan pasangan Chico Jerricho dan Pevita Pearce akan dikenang seperti Dian Sastro-Nicholas Saputra atau Christine Hakim-Roy Marten.

Trailer Aach Aku Jatuh Cinta: