Mengenal Bonus Demografi   

  Menurut United Nations Population Fund (UNFPA) bonus demografi ialah potensi pertumbuhan ekonomi yang tercipta akibat perubahan struktur umur penduduk, di mana proporsi usia kerja (15-65 tahun) lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja (0-14 tahun dan >65 tahun). 

Hal ini tentunya menjadi peluang yang besar bagi negara-negara yang dapat memanfaatkannya.Anugerah tersebut dapat mendobrak pertumbuhan ekonomi di suatu negara karena jumlah penduduk produktif akanlebih besar dari penduduk non-produktif.

Besarnya jumlah penduduk produktif dapat menjadi momentum pengentasan kemiskinan suatu negara.Tentunya hal ini bisa terjadi apabila suatu negara dapat memanfaatkannya dengan tepat,sehingga dapat menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan berkurangnya tingkat kemiskinan secara signifikan, sebaliknya apabila suatu negara tidak dapat memanfaatkannya hal ini dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar dikarenakan jumlah masyarakat usia produktif sangat banyak,tetapi sangat minim keahlian maupun keterampilan.

Minimnya kemampuan para tenaga kerja ini dapat meningkatkan tingkat kemiskinan, kriminalitas, dan malah pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi dikarenakan tidak adanya lapangan pekerjaan yang sesuai.   

Menurut hasil sensus penduduk 2020 (SP2020) pada September 2020 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa.Jumlah ini bertambah sebesar 32,56 juta jiwa dari hasil SP2010.

Berdasarkan struktur demografinya Indonesia diperkirakan mendapatkan bonus demografi dengan persentase 70% penduduknya merupakan penduduk usia produktif dan diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030-2040 yang akan datang.

Negara Indonesia bukan satu-satunya negara yang akan mendapatkan bonus demografi,namun banyak negara yang telah melewati era bonus demografi diantaranya ada yang berhasil memanfaatkan momen tersebut,tetapi ada juga negara yang gagal memanfaatkannya. Negara apa sajakah itu?


Bonus Demografi di Brazil

Dalam diskusi dengan DPP GPK (16/2/2020), Staff Khusus Presiden Jokowi Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan Brazil dianggap gagal sejak awal era bonus demografi di tahun 1970-an hingga berakhir pada 2018 lalu.Resesi yang dialami Brazil mengakibatkan fokus pemerintah dalam alokasi sumber daya beralih ke sosial dan dana pensiun.

Hal ini mengakibatkan defisit anggaran pemerintahan Brasil yang pada akhirnya tidak mampu menyediakan sumber daya ke pembangunan pendidikan yang berkualitas, infrastruktur, kesehatan, dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Bonus Demografi di Afrika Selatan

Arif Budimanta menceritakan kegagalan Afrika Selatan dalam memanfaatkan bonus demografi ialah karena terjadinya skill mismatch kepada para pekerja di Afrika Selatan.

Skill mismatch ialah suatu keadaan dimana terjadi ketidakselarasan antara kebutuhan dunia kerja dengan apa yang ditawarkan para pekerja.Hal ini disebabkan kegagalan pemerintah Afrika Selatan mewadahi baik pendidikan maupun pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kondisi yang terjadi mengakibatkan sekitar 53% generasi milenial di Afrika Selatan menganggur karena tidak terserap pasar tenaga kerja”, kata Arif.

Bonus Demografi di Jepang

Meskipun era bonus demografi sudah usai dan jumlah usia non-produktif  sedang tinggi-tingginya,tetapi negara jepang tetap menjadi negara yang memiliki kondisi perekonomian yang cenderung stabil.

Jepang selalu mencetak angka pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan sebelum masa pandemi di mana jepang dapat mengungguli Amerika dan China.Hal ini mengindikasikan kesuksesan Jepang dalam memanfaatkan bonus demografi.Jepang dapat menghasilkan para pekerja yang berkompeten dan unggul meskipun minim sumber daya alam.

Bonus Demografi di China

Mantan M‎enteri Koordinator bidang Kesejahteraan Masyarakat (Menko Kesra) Haryono Suyono ‎dalam diskusi mengenai bonus demografi di Indonesia yang digelar di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Keberhasilan China dapat dilihat dari penciptaan industri rumah tangga yang memproduksi berbagai komponen-komponen peralatan elektronika sehingga menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat luas di negeri tirai bambu tersebut."China berhasil membangun industri-industri rumahan yang diarahkan pada pembangunan industri penguatan komponen," katanya.

Bonus Demografi di Korea Selatan

Korsel berhasil mengarahkan industri-industri rumah tangganya untuk membuat komponen telepon genggam alias handphone (HP).Haryo Suryono mengatakan,"Di Korea juga berhasil. Korea nggak ada satu pun perusahaan yang bisa bikin HP,karena industri rakyat‎ diarahkan untuk bikin komponen HP dan yang bisa bikin HP itu pabrik perakitan.Pabrik perakitan juga nggak bisa bikin HP kalau nggak ada komponen jadi saling melengkapi dan terjadi pemerataan industri.Jadi,Semua orang dapat kerjaan".

Itulah negara-negara yang gagal maupun yang  berhasil dalam memanfaatkan era bonus demografi tersebut. Dari contoh diatas kita ketahui bahwa negara yang telah berhasil memanfaatkan bonus demografi kebanyakan menjadi salah satu dari 10 besar negara-negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia.

Berkaitan dengan hal ini bagaimana pemerintah Indonesia dapat mengambil manfaat dari contoh negara-negara diatas dan strategi apa yang diterapkan pemerintah melalui kementerian terkait untuk menjalankan program-programnya di tengah pandemi ini?


Sebuah Pelajaran Berharga

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan ada lima upaya intervensi pemerintah dalam memaksimalkan pemanfaatan bonus demografi,meskipun ditengah pandemi yaitu sebagai berikut :

1. Kesehatan

Intervensi kesehatan dilakukan sejak anak usia kandungan dengan menjalankan program intervensi gizi pada ibu hamil dari 1000 hari pertama kehidupan anak dan balita demi menghasilkan generasi bangsa yang bebas dari stunting.

Program intervensi di bidang kesehatan juga mencakup peningkatan jumlah kader dan pengetahuan di posyandu serta peningkatan mutu sarana dan prasarana melalui Program Revitalisasi Posyandu.


2. Pendidikan Wajib 12 tahun dan Pengembangan Pendidikan Karakter

Fase kedua ialah pemerataan akses pendidikan melalui wajib belajar selama 12 tahun yang tentunya didukung dengan program KIP, BOS, revitalisasi kurikulum, serta akreditasi SMK.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono menjelaskan saat ini pemerintah tengah melakukan pembinaan talenta muda melalui program Manajemen Talenta Nasional.

  Deputi Agus memaparkan saat ini pemerintah fokus untuk membangun talenta di bidang seni budaya dan olahraga.Agus menyatakan untuk menciptakan talenta muda bidang-bidang tersebut.Pendidikan dan pengembangan karakter menjadi ujung tombaknya.

"Pendidikan itu tujuannya membentuk karakter dan membangun keadaban perlu membentuk karakter yang kuat dalam mempersiapkan talenta-talenta muda kita," ujarnya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLVIII yang disertai secara daring oleh Lembaga Administrasi Nasional (LAN), pada Selasa (13/7).

Lebih lanjut Deputi Agus menyampaikan karakter yang perlu ditanamkan pada talenta muda adalah couriosity (rasa ingin tahu), integritas, etos kerja, dan gotong royong. 

Proses pendidikan dan pengembangan karakter talenta muda terangnya harus dilakukan sejak dini yang tidak hanya melalui pendidikan formal,tetapi pendidikan non-formal di lingkungan terkecil yakni keluarga juga sangat berperan besar mendidik dan mengembangkan talenta muda.

"Setiap kita harus menjadi guru, harus menjadi suri tauladan dan menjadi contoh. Pembangunan talenta nasional harus dimulai sejalan dengan pembangunan karakter harus dimulai sejak kecil," terangnya.


3. Peningkatan Akses Pendidikan ke Perguruan Tinggi dan Revitalisasi Perguruan tinggi

Program KIP-Kuliah menjadi program peningkatan lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta pemerintah melakukan revitalisasi perguruan tinggi berbasis vokasi,supaya dapat menghasilkan lulusan siap kerja.


4. Pemberian Bantuan kepada melalui bantuan dana dan program  pelatihan

Melalui kartu Pra-Kerja pemerintah memberikan bantuan dana dan pelatihan melalui kolaborasi dengan platform digital Ruang Guru sebagai mitra pelatihan kartu Pra-Kerja.

Skill Academy menyediakan berbagai kelas pelatihan bagi para muda mudi yang ingin belajar banyak hal sesuai minat mereka seperti kelas bisnis,kelas strategi penjualan,kelas dunia kreatif dan kelas bidang teknologi dan pengolahan data melalui platform Skill Academy dari Ruang Guru.Selain Skill Academy dari Ruang Guru,pemerintah juga menyediakan pelatihan gratis yang bisa diakses melalui website resmi Kementerian Ketenagakerjaan yaitu https://pelatihan.kemnaker.go.id untuk mendapatkan pelatihan sesuai minat dan daerah tempat tinggal  masing-masing.


5. Perlindungan Sosial, Keamanan dan Kesejahteraan Lansia

Tidak hanya menyiapkan tenaga keja produktif,melainkan pemerintah juga menaruh perhatian terhadap kelompok usia non-produktif atau lansia supaya para lansia berada dalam sehat dan bahagia pada era Indonesia Emas.

Plt Asisten Deputi Bidang Disabilitas dan Lansia Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Ade Rustama menjelaskan Kemenko PMK akan berupaya mengakselerasi program-program dan isu lansia sejak ke hulu hingga hilir termasuk mempersiapkan lansia menghadapi era Indonesia emas 2045.

Ade menjelaskan bahwapemerintah terus mempersiapkan investasi modal manusia dipersiapkan dengan baik dari sebelum kelahiran, usia dini, remaja, dewasa sampai usia lansia.

Hal itu disampaikan Ade dalam webinar bertajuk "Brain & Neuroscience Penuaan Dini bagi Lanjut Usia dalam memecahkan masalah Goal-Target-Indikator-Sarana 100 Tahun NKRI serta Aktif di masa Pandemi Covid 19", pada Rabu (4/8)."Untuk lansia paling tidak kami mencatat beberapa yang dibutuhkan lansia dalam mewujudkan kelanjutusiaan seperti lingkungan ramah lansia, penyelarasan sistem kesehatan,termasuk pengembangan sistem jangka panjang juga,"ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  Prof.Dr.Teguh Ranakusumah yang juga merupakan dokter spesialis saraf.Teguh menerangkan konsep Brain & Neuroscience untuk menciptakan lansia yang berkualitas menghadapi era Indonesia emas 2045.

Lebih lanjut teguh menjelaskan bahwa konsep Brain and Neuroscience ini dimaksudkan menciptakan kehidupan manusia yang berkualitas dan bahagia yang juga akan meningkatkan kualitas hidup,sehingga mampu menciptakan lansia yang sehat mandiri, aktif, dan bermartabat.


Kesimpulan

Dengan membandingkan dengan negara-negara yang sudah pernah mengalami era bonus demografi,seharusnya Indonesia bisa mendapatkan pelajaran dari kebijakan ekonomi yang diterapkan  oleh negara-negara yang telah berhasil memanfaatkan momen tersebut.

Dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan memulai era bonus demografi lebih tepatnya pada tahun 2030.Pada tahun tersebut tingkat dependency ratio sekitar 46 dalam artian setiap 100 orang usia produktif menanggung 46 usia non-produktif.

Keadaan Pandemi yang masih menggerogoti bangsa Indonesia seringkali dianggap memiliki implikasi yang dapat mengagalkan Indonesia dalam mencapai Indonesia emas 2045.

Oleh karena itu peran pemerintah melalui kementeriannya dan program kerjanya diharapkan akan terus dilaksanakan meski dalam keadaan pandemi sekalipun.

Pemberlakuan intervensi pemerintah pada revitalisasi posyandu di desa demi meningkatkan tingkat kesehatan bayi dan penurunan angka stunting di Indonesia dapat menjadi menjadi langkah awal pengawasan bibit sumber daya manusia yang unggul.

Pemerintah juga mendukung pendidikan baik dari formal maupun pendidikan karakter yang berwawasan yang tentunya hal ini harus dimulai dari lingkungan keluarga yang memberikan dukungan dan mengetahui isu-isu permasalahan kependudukan dalam bonus demografi ini.

Pemerintah melalui program pelatihan seperti kartu Pra-Kerja dan Skill Academy juga memberikan pelatihan yang dapat diakses secara daring di tengah pandemi yang  dapat menjadi solusi bagi para anak-anak muda dalam mengasah keterampilan sesuai minat dan bakatnya tanpa harus melakukan banyak mobilitas.

Sikap pemerintah dalam menanggapi peningkatan tenaga kerja harus diimbangi dengan peningkatan lapangan pekerjaan.Pemerintah harus mempercepat program yang mendukung masuknya investasi besar-besaran demi terbentuknya lapangan pekerjaan yang produktif sesuai dengan kebutuhan pasar dunia agar tidak terjadi skill mismatch.

Melalui program pemerintah dari berbagai sektor dan tentunya dukungan dari masyarakat serta pengaruh dari tokoh adat lintas agama diharapkan dapat menaikkan tingkat indeks pembangunan manusia secara berkelanjutan dan menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat perekonominan tertinggi di dunia.



DAFTAR PUSTAKA


Falikhah, Nur.UIN Antasari Banjarmasin."Bonus demografi Peluang dan tantangan bagi Indonesia".

Halim, V. 2020."Bonus Demografi RI Perlu Belajar dari Jepang". https://economy.okezone.com/read/2020/02/16/320/2169342/bonus-demografi-ri-perlu-belajar-dari-jepang?page=2,diakses 25 Agustus 2021 pukul 20.46.

Aryo. 2020."Negara yang Gagal Tangani Bonus Demografi". https://thepengusaha.com/negara-yang-gagal-tangani-bonus-demografi-sebuah-pelajaran/, diakses 25 Agustus 2021 pukul 20.18.

Ramadhan, A. 2021."Pemerintah Jalankan 5 strategi untuk Memanfaatkan Bonus Demografi". https://www.antaranews.com/berita/1982235/pemerintah-jalankan-lima-strategi-untuk-memanfaatkan-bonus-demografi, diakses 25 Agustus 2021 pukul 21.00.

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan. 2019. "Kebijakan Perlindungan Sosial Menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial". https://www.kemenkopmk.go.id/ksp-kemenko-pmk-untuk-kebijakan-perlindungan-sosial-menurut-data-terpadu-kesejahteraan-sosial-0, diakses 25 Agustus 2021 pukul 20.18.

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan. 2021. "Pemerintah Siapkan Lansia Berkualitas Hadapi Indonesia Emas 2045". https://www.kemenkopmk.go.id/pemerintah-siapkan-lansia-berkualitas-hadapi-indonesia-emas-2045, diakses 25 Agustus 2021 pukul 20.23.

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan. 2021. "Talenta Muda Perlu Dipersiapkan Sejak Dini Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045". https://www.kemenkopmk.go.id/talenta-muda-perlu-dipersiapkan-sejak-dini-untuk-wujudkan-indonesia-emas-2045, diakses 25 Agustus 2021 pukul 21.00.

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan. 2021. "Jelang Bonus Demografi Pemerintah Fokus Buka Lapangan Pekerjaan". https://www.kemenkopmk.go.id/jelang-bonus-demografi-pemerintah-fokus-buka-lapangan-pekerjaan, diakses 25 Agustus 2021 pukul 21.02.

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan. 2021. "Posyandu Harus Ikut Perkembangan Zaman". https://www.kemenkopmk.go.id/posyandu-harus-ikut-perkembangan-zaman, diakses 25 Agustus 2021 pukul 20.20.

Badan Pusat Statistik. 2020. "Hasil Sensus Penduduk 2020". https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk-2020.html, diakses 25 Agustus 2021 pukul 21.11.