Dewasa ini, seiring dengan kemajuan zaman, manusia dihadapkan dengan berbagai perubahan keadaan dan tantangan-tantangan dalam kehidupan yang selalu berkembang setiap harinya. Kemudahan akses dan penyebaran arus informasi yang sangat banyak akan berdampak pada munculnya berbagai permasalahan bagi manusia.

Kebanyakan dari kita masih belum mampu untuk mengkritisi kebenaran dari suatu informasi yang diterima. Hal ini, tentu akan memberikan pengaruh besar terhadap problematika sosial dan kekeliruan dalam berbagai aspek kehidupan.

Ketika beredar sebuah informasi mengenai suatu hal, sebagian dari kita langsung menerima dan menelan mentah-mentah hal tersebut. Padahal, jika dicermati lebih dalam sebagian dari informasi tersebut kadang miskin logika dan hanya sebuah asumsi yang sebenarnya belum tentu benar. Keadaan seperti inilah yang sedang terjadi di dalam masyarakat kita sekarang.

Inilah mengapa penting bagi manusia untuk memiliki kemampuan berpikir kritis atau critical thinking. Membiasakan diri untuk bisa berpikir kritis akan membantu kita memiliki kemampuan berpikir secara jernih dan rasional.

Sthepen P. Robbins dan Timonthy A.Judge menjelaskan bahwa kemampuan manusia pada dasarnya terbagi menjadi 2, yaitu (1) kemampuan intelektual yakni kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas mental seperti berpikir, menalar, dan memecahkan masalahl (2) kemampuan fisik yakni kemampuan menjalankan pekerjaan yang menuntut keterampilan, stamina dan kekuatan.

Artinya, manusia telah memiliki kemampuan dasar untuk bisa berpikir dan bernalar, karena manusia merupakan makhluk istimewa karena diberikan anugerah oleh Tuhan berupa akal untuk bisa memahami segala sesuatu yang ada.

Segala aktivitas berpikir manusia selalu bermula dari adanya permasalahan yang sedang terjadi dengan tetap memperhatikan proses berpikirnya. Proses berpikir yang dilakukan oleh setiap orang tentulah berbeda, tergantung pada permasalahan apa yang sedang ia hadapi.

Kemampuan berpikir kritis atau critical thinking merupakan sebuah keterampilan yang harus diajarkan kepada individu sejak dini melalui pengetahuan-pengetahuan atau disiplin keilmuan agar berhasil dalam kehidupannya di masa mendatang. Critical thinking adalah salah satu bagian dari kecakapan praktis yang dapat membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahannya.

Berpikir kritis adalah sebuah proses mental untuk menganalisis informasi yang diperoleh, informasi ini tentunya diperoleh melalui sebuah pengalaman, pengamatan, komunikasi dan membaca. Berpikir kritis meliputi berpikir secara produktif dan reflektif serta mengevaluasi sebuah bukti.

John Chaffe menjelaskan berpikir kritis ialah berpikir untuk bisa menyelidiki secara teratur proses dari berpikir itu sendiri, tidak hanya memikirkan dengan sengaja namun meneliti juga bagaimana kita dan orang lain menggunakan bukti dan logika.

Dacey dan Kenny mendefinisikan berpikir kritis sebagai kemampuan berpikir secara logis dan memakainya untuk menilai situasi dan membuat sebuah keputusan yang baik.

Facione dalam sebuah proyek penelitian America Philosophical Association, menjelaskan bahwa berpikir kritis merujuk pada penilaian yang bertujuan untuk mengevaluasi penafsiran, analisa, evaluasi dan kesimpulan serta penjelasan atas bukti, konsep, metodologi dan kriteria atau pertimbangan yang menjadi dasar atas penilaian tadi.

Facione berpendapat bahwa konseptual berpikir kritis sebagai variabel terdiri atas dua aspek utama yakni; (1) keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills) dan (2) sikap kritis (critical thinking dispositions).

Aspek pertama merujuk kepada kemampuan seseorang untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan. Sedangkan aspek kedua, merujuk pada tendensi seseorang untuk menggunakan atau berpikir secara kritis.

Lebih jauh, Elaine B. Johnson menjelaskan bahwa berpikir kritis merupakan suatu proses yang sistematis dan jelas yang digunakan dalam aktivitas mental seperti memecahkan masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi, dan melakukan penelitian ilmiah.

Dapat diketahui bahwa berpikir kritis adalah kemampuan untuk bisa berpikir secara logis, reflektif, produktif dan sistematis yang digunakan dalam menilai sebuah keadaan atau situasi untuk membuat sebuah pertimbangan serta keputusan yang baik.

Selain itu, berpikir kritis merupakan sebuah kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis nilai dari pendapat pribadi dan pendapat orang lain. Oleh karenanya, berpikir kritis atau critical thinking juga diartikan sebagai kemampuan berpendapat dengan cara yang yang sistematis (terorganisir).

Tujuan dari critical thinking menurut Sapriya, yakni untuk menguji sebuah pendapat atau ide, termasuk di dalamnya melakukan pertimbangan dan pemikiran yang didasarkan pada pendapat yang diajukan. Pertimbangan-pertimbangan ini biasanya didukung oleh kriteria yang bisa dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri dari seseorang yang memiliki pemikiran kritis diantaranya; (1) menyelesaikan masalah dengan tujuan tertentu. (2) menganalisis, mengevaluasi, mengorganisasikan ide dan pemikiran berdasarkan fakta dan informasi yang ada. (3) menarik kesimpulan dan menyelesaikan masalah tersebut secara sistematis dengan argument yang benar.

Jadi, berpikir kritis tidaklah berkonotasi negatif seperti yang diasumsikan oleh sebagian dari kita, seperti mencari-cari kesalahan atau menjatuhkan orang lain. Justru hal ini bersifat asistif yakni ke luar dan kedalam, artinya menolong orang lain karena menunjukkan solusi atas kekurangan atau kelemahan yang didapatkan. Selain itu, juga membantu diri sendiri karena dengan kemampuan berpikir kritis kita dapat berkembang.  

Critical thinking atau berpikir kritis penting bagi kita, karena dengan berpikir secara kritis membuat seseorang tidak akan mudah menerima begitu saja keyakinan, ideologi, asumsi, keinginan bahkan kenyataan yang dihadapinya, melainkan mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Manusia akan mencari kebenaran dari informasi yang ia dapat, kemudian mengkaji asumsi yang ada di belakangnya dengan metode-metode berpikir yang ada, lalu mengambil kesimpulan dari hasil kajiannya itu.

Sehingga seseorang yang berpikir kritis lebih dulu akan mendalami sesuatu sebelum ia memberikan pendapat atau tanggapannya serta mengambil makna dari tanggapan itu bagi dirinya. Dengan kemampuan ini, manusia diarahkan untuk melihat segi positif dan segi negatif dari semua yang ia hadapi sebelum ia menolak ataupun menerimanya