Naskah kuno ini penting sekali adanya, karenanya merupakan salah satu identitas bangsa, banyak sekali rekaman masa lalu di dalamnya. Maka dari itu dengan mengkaji nya kita dapat mengetahui apa isi dari naskah tersebut. Ilmu, budaya, sejarah, linguistik sastra dan banyak macam ilmu yang dapat kita temukan dalam naskah.

Salah satu contohnya naskah ini yang membahas ilmu Tauhid serta Fikih dan tidak diketahui apa judul dari naskah yang berbentuk kitab tersebut. Akan tetapi naskah ini bertuan, Teuku Nurdin Raja Hitam ialah pemilik dari naskah tersebut, meskipun fisiknya dalam keadaan rapuh, akan tetapi tulisan dalam naskah masih terlihat jelas.

Karena dengan bentuk fisiknya yang sudah rapuh, maka masyarakat beranggapan bahwa manuskrip itu sudah tidak layak pakai. Dan di zaman yang seperti ini, banyak yang mengancam eksistensi kandungan isi manuskrip tersebut, maka dari itu kita harus berusaha menjaganya, salah satunya dengan mengkaji. Program digitalisasi naskah merupakan cara utama guna penyelamatan manuskrip.

Di dalam naskah ini ada beberapa bahasan mengenai kewajiban salat sebagai umat Muslim serta akibat bagi yang mengabaikannya dan juga tertulis di naskah mengenai wirid setelah salat.

Sebagai umat Muslim, salat bukan hanya kewajiban melainkan kebutuhan yang harus terpenuhi, karena kita sebagai umat Muslim sangat butuh salat, bukan hanya sebagai kewajiban saja. Salat adalah tiang agama bagi umat Muslim dan merupakan pembeda antara orang Islam dan orang kafir.

Jika seseorang menjalankan kewajiban salat dengan baik maka tegaklah agama yang dimiliki nya dan apabila sebaliknya maka ia telah meruntuhkan agamanya, itulah definisi salat sebagai tiang agama umat Muslim. “Salat adalah tiang agama, maka barang siapa yang menegakkannya berarti ia menegakkan agama dan barang siapa yang meninggalkannya berarti ia telah merobohkan agama” (HR. Baihaqi).

Pentingnya salat

Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan semesta alam yang berkuasa di dunia ini, hanya dengan-Nya kita meminta dan berserah diri. Dengan salat sama hal nya kita mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Salat adalah kewajiban bagi setiap umat Muslim yang merupakan tiang agama, bila tidak melaksanakan salat layaknya bangunan tanpa fondasi. Dengan salat kita dapat menjauhi keburukan dan mendekatkan kepada kebaikan.

Karena salat adalah rukun dari agama Islam yang harus ditegakkan dan wajib dilaksanakan, bukan hanya suatu kewajiban melainkan kebutuhan yang harus terpenuhi. Itulah mengapa pentingnya kita harus belajar Tauhid dan Fikih, agar kita dapat meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu satu dengan berbagai macam sifatnya dan memahami betul bagaimana dasar agama dan hukum-hukum syar’i yang terlibat di dalamnya, agar tidak melenceng dari ajaran agama.

Allah subhanahu wa ta’ala akan menerangi hati orang-orang yang taat beribadah dan bersyukur kepadanya serta menutupi aib-aibnya dan dijauhkan dari segala kemaksiatan.

Ganjaran bagi yang meninggalkan salat

Di dalam naskah tertulis hadist dibawah ini:

قًالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: مَنْ تَرَكَ الصَلَاةَ وَاحِدَةً سَوَدَّ قَلْبَهُ وَ مَنْ تَرَكَ الصَلَاةَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ أَعَمَى اللهُ وَ يَحْشُرُهُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ سَوْدَاءٌ وَجْهَهُ زَرْقَ العَيْنَيْنِ وَ نَادِى مُنَادٍ مِنَ قِبَلِ اللهُ تَعَالَى يَامَنْ ضَيَّعَ فَرَائِضُ إِنْسِ مِنْ رَحْمَةِ اللهُ وَ قَلِّلْ خَيْرٌ أَعْمَالَكُمْ

“Barang siapa yang meninggalkan salat, pada suatu hari hatinya akan menghitam dan orang yang meninggalkan salat selama tiga hari akan dibutakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan akan dikumpulkan di Hari Kebangkitan dengan wajahnya yang menghitam dan matanya membiru. Dan Allah subhanahu wa ta’ala akan menyeru: Wahai orang-orang yang kehilangan ketetapan, lupakan Rahmat Tuhan dan kurangi kebaikan”.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut memberikan kesaksian bagi yang meninggalkan salat. Dan menurut riwayat, orang yang meninggalkan salat seperti akan kehilangan dunia dan seluruh isinya, dia tidak akan pernah merasa puas atas segala pencapaiannya dan selalu merasa kurang, karena hidupnya tidak dilengkapi dengan salat. Itulah pentingnya salat bagi umat Muslim, karenanya hidup dapat tertata dengan baik nan indah, pastinya disertai hati yang tenang.

Orang yang meninggalkan salat disebut musyrik dan Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan memandangnya di Hari Kiamat bahkan Allah subhanahu wa ta’ala akan mengeluarkan dari kuburnya hidup-hidup dan kalajengking yang melingkari lehernya. Na’udzubillah. 

Bagi siapapun yang tidak salat maka tidak beragama, dan orang yang tidak memiliki agama maka tiada baginya dunia, dan barang siapa yang tidak memiliki dunia maka tiada baginya akhirat, tidak memiliki nabi, dan barang siapa yang tidak memiliki nabi maka tiada baginya kenyamanan dan pertolongan dan bagi siapa yang tidak memiliki pertolongan maka tempat yang tepat baginya ialah Neraka.

Dalam keadaan apapun dan bagaimanapun tidak ada yang boleh meninggalkan salat, kecuali yang berhalangan atau hal lainnya. Namun bila dalam keadaan sakit ataupun berpergian jauh, agama Islam telah memberikan keringanan dan beberapa ketentuannya dalam melaksanakan salat. Dalam naskah tersebut tertulis hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berkaitan dalam mengabaikan salat, berikut haditsnya:

وَ قَالَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: تَارَكَ الصَلَاةَ عَلَي صِحَّتِهِ لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِ وَ لَا يُزَكِّيْهِمْ وَ لَهُمْ عَذَابُ اليَمِّ إِلَّا أَنْ يَتُوْبَ فَيَتُوْبَ اللهُ عَلَيْهِ وَ قَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

“Barang siapa yang diberi kesehatan tapi ia mengabaikan salat, maka Allah subhanahu wa ta’ala tidak memandangnya dan tidak mensucikannya, dan mereka akan mendapat azab yang pedih, kecuali dia bertaubat maka Allah subhanahu wa ta’ala akan mengampuninya dan berkata ‘alaihissalam.”