Bulan Ramadhan, bulan yang mulia. Dimana setiap amal kebaikan dilipatgandakan ganjarannya. Tamu spesial yang hanya datang setahun sekali, itupun hanya terbatas 30 hari. 

Kerinduan akan datangnya bulan suci ini membuat umat muslim di seluruh penjuru dunia menyiapkan mental dan tekad untuk menyambutnya. Dengan segenap keikhlasan niat serta kesucian hati. 

Sungguh sangat merugi bagi orang yang menyia-nyiakan bulan penuh rahmat ini walau hanya satu detik. Karena belum tentu kita bisa menjumpainya lagi di tahun yang akan datang.

Momen-momen spesial biasanya tercipta karena hadirnya bulan suci ini, seperti membangunkan orang untuk sahur, rencana berbuka puasa bersama, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan ibadah salat tarawih, dan lain-lain. 

Bahkan menyiapkan makanan untuk berbuka puasa pun merupakan ibadah yang bisa menjadi ladang pahala. Tidur pada saat berpuasa juga merupakan ibadah yang itu lebih baik daripada mengeluh sepanjang hari. 

Ada banyak sekali keutamaan-keutamaan di bulan Ramadan ini, maka dari itu alangkah baiknya kita mengetahuinya. Diantaranya akan saya ulas 7 keutamaan bulan suci Ramadhan;

1. Bulan diturunkannya Al-Qur'an

Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al-Qur'an, yang jatuh pada tanggal 17 ramadhan. Dimana wahyu Allah SWT yang pertama kali turun kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

2. Bulan dikabulkannya doa

Bulan dimana setiap doa yang dilangitkan tidak akan ditolak. Setiap hari dan waktunya adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. 

Sebenarnya tidak pernah ada doa yang ditolak melainkan Allah menggantinya dengan bentuk yang lain dan yang penting itu lebih baik bagi kita. Allah Maha mengetahui sedangkan kita tidak.

3. Bulan penuh ampunan

Saat-saat seperti ini banyak orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan serta bertaubat kepada Allah SWT. Karena pada saat Ramadan, pintu taubat sangat terbuka lebar. 

Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba yang senantiasa berserah diri kepada-Nya. Allah tidak pernah menolak taubat seseorang yang bersungguh-sungguh.

4. Bulan penuh keberkahan

Tidak diragukan lagi betapa luas masing sayang Allah kepada hamba-Nya. Sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadis:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad)

5. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka

Bulan dimana pintu surga terbuka lebar yang kita harapkan dapat mencium baunya. Sehingga kita senantiasa memantaskan diri agar bisa menjadi penduduk surga yang kekal abadi kelak.

6. Setan dibelenggu

Setan adalah musuh manusia. Karena setan selalu berusaha membuat manusia berpaling dari Tuhannya. Mengajak kepada kesesatan, bahkan berlaku dzolim. 

Sungguh betapa mulianya bulan ini sampai-sampai Allah membelenggu setan yang senantiasa mengganggu hamba-Nya dalam beribadah. 

Sangat mulia sekali bukan, maka dari itu kesempatan ini tidak akan terulang jika kita dengan mudah menyia-nyiakan. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. 

Tapi jika kita masih tetap bermalas-malasan dalam beribadah berarti kita harus melawan diri kita sendiri karena sebenarnya musuh terbesar adalah diri kita sendiri.

7. Malam seribu bulan

Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Setiap orang selalu berlomba-lomba untuk mendapatkannya. 

Bahkan barangkali ada yang sampai tidak tidur sama sekali demi untuk meraihnya karena malam ini penuh dengan ketenangan keberkahan serta keagungan.

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang/terjauhkan (dari kebaikan)”. (HR. Ahmad)

Dengan adanya lailatul qadar ini, kita umat Nabi Muhammad bisa mengejar ketertinggalan waktu beramal dari umat-umat sebelumnya. 

Seperti diketahui, umat terdahulu usianya relatif lebih panjang. Bisa ratusan hingga seribu tahun. Panjang sekali bukan?

Dengan mendapatkan lailatul qadar, amal mereka bisa terkejar karena satu kali lailatul qadar setara dengan 83 tahun. Sepuluh kali mendapatkan lailatul qadar, bisa mengejar 833 tahun amal umat terdahulu.

Selama berpuasa dari pagi hingga petang, umat muslim dilarang untuk makan, minum cairan apapun, merokok, dan berhubungan seksual. 

Selain itu, mereka diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa untuk menyempurnakan pahala puasa, seperti berkata yang jelek (seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong) dan berkelahi. 

Pendekatan spiritual (taubat) ketika bulan Ramadan ramai dilakukan. Berpuasa bagi umat muslim saat Ramadan biasanya diikuti dengan memperbanyak salat, membaca Al-Quran serta beri'tikaf di masjid.

Kekhususan bulan Ramadan bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa."  (Al-Baqarah 2: 183)

Sangat istimewa sekali bukan? Nah, maka dari itu mari kita sambut bulan Ramadhan kali ini dengan niat ikhlas mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Semoga bermanfaat,

Sekian...