Semalam, aku dan adikku, Ammoz, pergi ke bioskop untuk menonton film Joker. Walau kata iparku filmnya sudah tidak tayang lagi, namun aku tetap keukeh ke bioskop karena menurut informasi dari searching di internet masih diputar di beberapa bioskop. 

Tiba di bioskop, ternyata, Joker memang sudah tidak lagi tayang. Aku agak kecewa, karena di tengah kesibukan, di minggu terakhir ini, tidak sempat menontonnya. Sayang, karena kata-kata dari filmnya menghebohkan media sosial dengan berbagai memenya. Dan kata beberapa teman, filmnya sangat bagus, tapi sadis. 

Tidak apa-apa, mending cari film yang lain.

Di tempat pembelian tiket, aku dan Ammoz tadi sempat bingung mau menonton film apa. Pilihan dia jatuh ke film Indonesia terbaru, Ajari Aku Islam, dan beberapa film yang bergenre horor. Sedangkan aku memilih untuk menonton Maleficent, Mistriss of Evil yang pemeran utamanya adalah Angelina Jolie. 

Sebenarnya bukan karena ada aktris si Jolie yang membintangi film ini, namun aku lebih tertarik pada aktris Elle Fanning yang masih sangat muda, cantik, dan aktingnya bagus itu. Sebut saja beberapa filmnya yang aku tonton, Maleficent 1, The Beguiled, dan yang terakhir, Marry Shelley.

Akhirnya kami menonton film Maleficent 2 (M2) itu. Aku katakan Maleficent 2karena film ini adalah kelanjutan film dari Maleficent 1 (M1). 

Baca Juga: Sang Putri

Bagi Ammoz yang generasi milenial, kelahiran 1998 (sama dengan tahun kelahiran Elle Fanning), dia agak bingung melihat jalan cerita film M2 itu. Apalagi, sebelumnya, dia belum pernah menonton film M1. Walau jalan cerita film M1 dan M2 tidak saling berhubungan, namun, setidaknya, ada sedikit benang merah dari awal kedekatan Maleficent yang dibintangi Jolie dan Putri Aurora yang diperankan Elle Fanning.

Ammoz juga belum pernah membaca buku cerita bergambar, Putri yang Tertidur selama 100 Tahun yang di zaman aku SD tahun 1990-an adalah buku cerita favoritku. Cerita tentang putri tidur, alias putri Aurora yang cantik, namun mendapat kutukan dari peri (berpakaian) hitam yang jahat, jika berumur 17 tahun akan tertusuk alat pemintal yang menyebabkan dia akan tertidur selama 100 tahun. 

Putri akan terbangun ketika ada lelaki tulus mencintainya. Dan dibuktikan dengan ciuman yang akan membangunkan dari tidur panjangnya. 

Cerita yang sangat romantis, apalagi dalam buku cerita itu digambarkan sang putri sangat cantik, memiliki rambut yang hitam keemasan, berkulit kuning, bersih, dan bergaun panjang berwarna kuning keemasan. Cirinya seperti penggambaran Elle Fanning sebagai putri Aurora yang membuat kami penonton selalu kagum dengan kecantikan alaminya, dan gaun-gaunnya yang sangat menarik khas seorang putri Eropa.

Tentang Film M2

Seperti biasa, film yang bergenre (dark) fantasi ini membuat kita terkagum-kagum dengan latar pemandangan hutan di kerajaan Moors, bangunan dan taman di kerajaan Ulstead, dan gua, markas tempat para Fey, mahluk bertanduk teman Maleficent. 

Awal cerita terbangun di saat ada beberapa masyarakat dari kerajaan Ulstead yang datang ke kerajaan Moors untuk mencuri peri dan dijual pada pegawai istana Moors. Dari tiga orang tadi, hanya seorang yang selamat dan berhasil menangkap satu peri laki-laki dan mengambil bunga lampu (Thomb?). Dua rekannya tadi, ditangkap oleh Maleficent.

Kemudian, diceritakan keindahan suasana di pagi hari yang sangat cerah dan indah di mana putri Aurora dan para teman-temannya, sahabatnya, yaitu peri-peri, burung-burung, kupu-kupu, dan hewan-hewan yang unik lainnya, tak lupa pohon kayu yang dapat berbicara dan berjalan sedang bercengkerama. Apalagi, peri berbentuk lucu si Kripton yang asyik mengerjai sang putri dengan memainkan mahkotanya. 

Di saat putri Aurora lagi asyik bermain dengan teman-temannya, pangeran Philip yang diperankan oleh Harris Dickinson dari kerajaan Ulstead datang menemui putri. Pangeran ternyata melamar si putri yang jatuh cinta sejak pandangan pertama. 

Tentu saja putri menerima lamaran tersebut dengan bahagia. Sehingga semua teman-teman putri ikut berbahagia dengan peristiwa tersebut. Apalagi pernikahan itu akan menyatukan dua negara. 

Peristiwa tersebut dilaporkan Diaval (Sam Riley), yang merupakan jelmaan burung gagak itu kepada tuannya, Maleficent. 

Sebenarnya, Maleficent tidak suka. Namun, melihat keteguhan hati putri Aurora untuk menjadi istri pangeran Philip, dia menjadi tidak tega untuk menghancurkan perasaan putri angkatnya tersebut. Akhirnya, Maleficent pun setuju apalagi, Raja John sudah mengundang mereka untuk makan malam bersama menyambut kebahagiaan pertunangan mereka. 

Singkat cerita, acara makan malam itu menjadi awal terjadinya kehancuran. Di mana, saat itu, Ratu Ingrith (Michelle Pfeiffer) membongkar masa lalu Maleficent yang kelam. Maleficent yang mencuri putri Aurora di waktu bayi, menjadikannya anak angkat, namun juga menjadi pembunuh orang tua putri Aurora. 

Walaupun putri Aurora, pangeran Philip, Raja John (Robert Lindsay) berusaha mencairkan suasana dengan berbicara tentang anggur dan cuaca, tapi tetap saja pertemuan dua perempuan itu, antara Maleficent dan Ratu Ingrith, berlangsung dengan suasana panas. Apalagi kucing Ratu tahu kalau Diaval adalah burung gagak, sehingga kucing itu terus mengganggunya.

Puncaknya, Maleficent pun marah sambil mengepakkan sayapnya yang menghancurkan segalanya. Suasana menjadi kacau ketika Raja tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Dia pingsan, sehingga semua menyalahkan itu adalah kutukan Maleficent yang memang terkenal akan kejahatannya. 

Maleficent pun pergi dengan perasaan marah. Nahasnya, seorang anak buah Ratu menembak dirinya. Sehingga, dia terluka dan terjatuh di laut.

Antara Si Jahat dan Si Baik

Jika melihat tampilan dari Maleficent, dan melihat masa lalunya, mungkin kita akan berpendapat bahwa Maleficent memang jahat, namun bisa berubah baik karena putri angkatnya, Aurora, adalah putri yang sangat baik hati. Padahal, tampilan Ratu Ingrith yang sangat cantik memesona, dan terlihat berkarakter, ternyata melakukan kejahatan dengan sangat elegan.

Dia mempunyai ruang rahasia di bawah tanah yang mempekerjakan orang-orang untuk membuat senjata untuk menghancurkan mahluk Fey, teman Maleficent. Dan serbuk untuk menghancurkan para peri. Sang Raja tidak tahu kejahatan yang dilakukan oleh istrinya. 

Kritik Terselubung

Film ini mempunyai kritik terselubung pada manusia. Manusia yang dikatakan semena-mena mengambil "lahan" mahluk Fey, sehingga mereka hanya bisa bersembunyi di gua. Kemudian, mereka juga menghancurkan para peri sehingga mengalami kepunahan. 

Kritik yang sangat bagus pada keberadaan manusia yang ingin mengusai segalanya. Walau, manusia merupakan mahluk yang paling sempurna dan diberikan banyak kelebihan untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Namun, aku pribadi sedih melihat Maleficent mengutuk Ratu Ingrith menjadi kambing berwarna putih dan bermahkota. Ternyata, manusia sangat mudah terkena kutukan? 

Aku juga bisa memahami mengapa Ratu Ingrith jahat pada peri, karena masa lalunya dengan mereka membuatnya dendam.

Kritikku pada film ini, tentu saja, cerita aslinya seperti di buku cerita sangat berbeda. Karena di sini yang tertusuk jarum pemintal adalah ayah pangeran Philip, Raja John. Dan dia pun tak bangun ketika mendapat ciuman dari si istri, Ratu Ingrith. 

Ceritanya pun kurang romantis, walau putri Aurora digambarkan saling mencintai dan akhirnya menikah dengan damai, tetap saja bumbu "percintaan" di sini sangat kurang. 

Putri pun bangun ketika dia merasa tidak menjadi dirinya sendiri sebagai gadis hutan seperti saat di kerajaan Moors. Di sana dia memakai pakaian yang dibuatkan para peri dan memakai hiasan dari bunga-bunga. Sedangkan, di kerajaan Ulstead, dia memakai gaun yang telah diatur oleh Ratu Ingrith.

Dan adegan paling yang romantis menurutku ketika Conall, mahluk Fey teman Maleficent akan meninggal. Dia meminta Maleficent menjadi dirinya sendiri, menjadi orang baik, yang menyatukan manusia dan fey. Suasana saat itu sangat mengharukan. Ah, memang film ini berpusat pada si Maleficent.

  • Maleficient:  Mistriss of Evil:
  • Pemeran Angelina Jolie, Elle Fanning, dan sebagainya.
  • Tanggal rilis 16 Oktober 2019.
  • Durasi: 2 jam kurang.