Saat mikrofon menyala mengabarkan mimpi
Jutaan telinga lebih awas daripada mata hati

Pada perdebatan itu
Apa yang diadu
Cita cita
Ataukah janji

Mana mimpi paling indah bagimu
Bagiku mimpi terindah adalah mimpi yang terbukti

Pada perdebatan itu
Kelihaian kata kata menjadi senjata
Sementara kita selalu cemas
Akankah semua menjadi nyata

Pada perdebatan itu
Ada si munafik yang nimbrung
Ada maling yang nimbrung

Pada perdebatan itu
Aku hanya berdoa
Agar mereka tidak lupa
Bahwa aku dan jutaan telinga dan mata mata
Pernah menjadi saksinya