Mahasiswa
2 tahun lalu · 766 view · 2 menit baca · Agama masjid.jpg
(Sumber: google.co.id)

Ketika Masjid Menyemburkan Api

Mungkin, tak hanya sekali, tapi berulang kali saya dihadapkan pada peristiwa yang tidak mengenakkan ini. Tapi mau bagaimana lagi, sebagai jamaah, saya hanya bisa duduk sambil  mendengarkan khotbahnya, meski sebenarnya hati terdalam saya menolaknya.

Umumnya, khotbah salat Jumat mengajak para jamaah agar senantiasa mengingat sekaligus mendekatkan diri terhadap Allah (taqarrub ilallah). Lagi pula, sejatinya masjid adalah rumah ibadah yang mampu memberikan pencerahan baik jiwa maupun pikiran kita.

Gaungan ceramah di masjid-masjid yang dilakukan para ustaz hendaknya mampu membuat hati dan pikiran kita jadi tenang dan tentram. Dan juga bisa memberikan solusi atas masalah yang mungkin sedang menimpa kita. Lebih dari itu, dapat menyadarkan kita akan pentingnya mengingat Allah dalam bingkai kedamaian.

Jika itu bisa terwujud dalam kehidupan, niscaya kedamaian akan selalu memayungi kita di tengah masyarakat yang pusparagam. Dan kalau sudah begitu, Indonesia pun juga ikut menjadi negara yang aman dari beragam teror. Sehingga keberadaan masjid di lingkungan kita memberikan dampak yang sangat positif.

Namun, apa jadinya bila masjid yang notabene tempat suci, bahkan dikatakan sebagai rumah Allah, justru digunakan tidak sebagaimana mestinya. Alias melenceng dari ajaran-ajaran Islam yang sesungguhnya.

Apalah arti sebuah masjid jika dijadikan panggung untuk menyebarkan kebencian terhadap kelompok lain. Apalah arti sebuah masjid bila dijadikan ajang untuk mensesatkan kelompok lain. Dan masih banyak lagi perihal yang membelok dari ajaran Islam yang  ironisnya,  dilakukan di dalam masjid.

Hilang sudah tujuan  utama kaum Muslim yang rela berjalan kaki  menuju masjid untuk salat Jumat itu. Hilang sudah siraman-siraman ruhani yang bisa meneduhkan jiwanya ketika kutbah yang mereka dengar tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang mereka dengar dari kutbah, justru kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seroang ustaz, yang seharusnya menjadi tauladan bagi umatnya.

Sesungguhnya, kaum Muslim yang datang ke Masjid, selain untuk melaksanakan kewajiban salat Jumat, mereka juga ingin mendapatkan siraman ruhani. Siraman ruhani itu diharap mampu mendinginkan jiwanya yang terbakar akibat perkara dunia.

Pada akhirnya, mereka malah mendapat semburan api yang keluar dari mulut-mulut yang berkoar di mimbar-mibar masjid itu. Mereka yang kebanyakan orang awam hanya bisa mendengar sambil manggut-manggut. Dan tak menutup kemungkinan, boleh jadi mereka akan melakukan atas apa yang sang ustad sampaikan di dalam khotbah salat Jum’at-nya.

Saya sebagai Muslim, sangat menyayangkan ketika ada pihak yang memanfaatkan masjid sebagai tempat untuk menebar kebencian yang berpotensi memecah belah umat. Mudah-mudahan kasus semacam ini tidak terjadi di masjid tempat Anda beribadah, baik untuk sekedar solat Jum’at maupun solat harian.

Yang jelas, kasus seperti ini sangat membahayakan bagi dinamika sosial kita. Dan ketahuilah, bahwa masjid adalah sumber kebenaran dan kedamaian. Bukan sumber api yang  bisa membumihanguskan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Artikel Terkait