Berbeda-beda pendapat ulama tentang makna (dhukhon ) dukhan yang dibicarakan ayat ini. Ada yang berpendapat bahwa ia adalah bagaikan asap/ kabut tetapi maksudnya adalah debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan yang berkepanjangan. Bahwa ayat di atas menyatakan langit membawa kabut.

Karena langit dalam arti sesuatu yang berada di atas Anda itulah tempat debu berkumpul/beterbangan. Dalam satu riwayat dinyatakan bahwa Rasul saw. pernah mendoakan kaum musyrikin yang terus membangkang agar terjadi atas mereka masa paceklik/kekeringan sebagaimana yang pernah dialami oleh orang-orang Mesir pada masa Nabi Yusuf as.

Ada juga yang berpendapat bahwa karena kesulitan dan lapar yang mereka derita, sehingga langit nampak oleh kaum musyrikin itu bagaikan dipenuhi oleh asap/kabut. Ulama lain berpendapat, bahwa dukhan yang dimaksud adalah debu-debu yang beterbangan ke atas, akibat banyaknya kuda-kuda yang berlari dalam peperangan Badr.

Di mana tidak kurang dari tujuh puluh orang tokoh kaum musyrikin yang tewas dan ketika itu Islam meraih kemenangan yang sangat gemilang. Tetapi ada lagi pendapat yang menyatakan bahwa peristiwa ini belum terjadi dan akan terjadi menjelirig kiamat, di mana kabut menutupi angkasa. Kejadian itu berlangsung selama empat puluh hari.

Pendapat yang terkuat adalah pendapat pertama. Cukup banyak riwayat menyangkut hal ini, antara lain diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dua kitab riwayat yang paling dapat dipertanggungjawabkan keshahihannya. Masa paceklik itu oleh sementara ulama dinyatakan terjadi beberapa saat setelah Nabi saw. berhijrah,

Dan ketika itulah kaum musyrikin mengutus Abu Sufyan memohon agar bencana itu segera diangkat. Atas dasar riwayat inilah sementara ulama menyatakan bahwa ayat tersebut turun di Madinah setelah Nabi saw. berhijrah. Tetapi kendati paceklik itu terjadi sesudah hijrah namun ayat ini turun sebelumnya.

Kandungannya adalah ancaman tentang bakal terjadinya siksa, dan siksa itu baru turun setelah Nabi saw. berhijrah. Dengan demikian, ayat ini merupakan salah satu ayat yang berbicara tentang peristiwa gaib masa datang dan yang telah terbukti kebenarannya.

Dalam firman Allah yang artinya: Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. (Ad-Dukhan: 10), sudah jelas dengan keterangan Allah bahwa Dukhan itu pasti adanya.

Sulaiman ibnu Mahran alias Al-A'masy telah meriwayatkan dari Abud Duha alias Muslim ibnu Sabiti, dari masruq yang mengatakan bahwa kami memasuki masjid Kufah yang terletak di dekat pintu gerbang masuk ke Kindah.

Tiba-tiba ada seorang lelaki yang sedang menceritakan kepada teman-temannya tentang makna firman-Nya: hari ketika langit membawa kabut yang nyata. (Ad-Dukhan: 10) Kabut itu akan datang menjelang hari, lalu melihat orang-orang munafik, sedangkan orang-orang mukmin hanya mengalami hal yang seperti pilek saja akibat kabut tersebut.

Masruq melanjutkan kisahnya, bahwa ia menemui Ibnu Mas'ud ra. dan menceritakan kisah-kisah lelaki itu. Saat itu Ibnu Mas'ud dalam keadaan kejadian, lalu ia terkejut dan duduk, kemudian berkata bahwa sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman kepada nabi kalian.

Katakanlah (hai Muhammad), "Aku tidak meminta bantuan sedikit pun atas dakwahku; dan itu termasuk orang-orang yang mengada-adakan."(Shad: 86) Sesungguhnya termasuk pengetahuan itu adalah bila seseorang mengatakan terhadap apa yang tidak diketahuinya, bahwa hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui. Aku akan menceritakan hal tersebut kepada kalian.

Sesungguhnya orang-orang Quraisy itu ketika menghambat agama Islam dan durhaka kepada Rasulullah Saw, maka Rasulullah Saw. berdoa untuk memberi pelajaran kepada mereka agar mereka ditimpa paceklik seperti paceklik yang terjadi di masa Nabi Yusuf.

Maka mereka pun tertimpa kepayahan dan melelahkan sehingga membuat mereka memakan tulang belulang dan bangkai. Dan mereka menengadahkan pandangannya ke langit, maka tiada yang mereka lihat kecuali hanya kabut.

Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda: bencana penenggelaman manusia ke tanah di negeri barat, negeri timur dan di jazirah Arab, terjadi ad-dhukan, munculnya dajjal, munculnya dabbah, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, munculnya api yang keluar dari cekungan Aden yang mengusir manusia.”

Dalam hadist tersebut, dapat dipahami bahwa Nabi Muhammad SAW telah menyebutkan bahwa ad-dhukan termasuk salah satu tanda kiamat yang akan muncul di akhir zaman kelak. Munculnya ad-dukhan ini bersamaan dengan beberapa tanda-tanda lain yang dapat menghancurkan bumi dan alam semesta di hari kiamat.

Dengan begitu, sudah sepatutnya seluruh umat Muslim meningkatkan ibadah dan memohon perlindungan Allah dari bahaya hari akhir yang dapat mengancam seluruh umat. Dari hadist tersebut, dapat dipahami bahwa dukhan merupakan salah satu tanda akhir zaman yang akan masuk ke dalam kehidupan manusia.

Pada orang kafir, gejala yang muncul akan lebih parah yaitu keluarnya cairan dari kuping mereka. seluruh umat harus meyakini munculnya dukhan di hari akhir. Sehingga setiap umat manusia harus bertaubat, memohon ampun kepada Allah dan memohon pertolongan serta perlindungan dari hari akhir yang mengancam.