Mahasiswa
3 bulan lalu · 665 view · 4 min baca menit baca · Perempuan 43244_20824.jpg
Para tu Belleza

Ketika Kecantikan Fisik Jadi Tolok Ukur

Apa hal pertama yang terlintas di benakmu ketika bercermin di pagi hari? Mungkin sebagian kamu akan terfokus pada jerawat baru, rambut keriting yang acak-acakan, hidung pesek dan kebesaran, kulit hitam, atau bahkan berat badan yang tak ideal.

Jika kamu merasakan itu, berarti kamu termasuk orang yang suka insecure terhadap penampilan fisikmu. Insecure di sini berarti merasa rendah diri atas apa yang saat ini kamu miliki dan selalu merasa itu bukanlah sebuah kelebihan melainkan kekurangan.

Its okay to be insecure sometimes, but kamu juga harus tahu di mana batasanmu dan tidak terus-terusan mengeluhkan apa yang tak seharusnya dikeluh-kesahkan, termasuk soal penampilan dan kecantikan.

Tak sedikit wanita yang merasa rendah diri dan kurang percaya diri (pede) akan penampilan fisiknya. Entah itu karena berat badan yang dimilikinya melebihi batas ideal, rambut keritingnya yang suka mengembang, kulit tubuhnya yang sawo matang, bahkan satu jerawat baru di wajah saja bisa menjadi hal yang dikhawatirkan.

Pepatah “cantik itu relatif; wanita cantik dengan apa adanya mereka” mungkin tak terlalu berpengaruh bagi kebanyakan wanita. Mereka tetap tak merasa istimewa, karena kata-kata itu belum terlalu tampak dalam kehidupan realitas. Nyatanya, masih banyak lelaki bahkan wanita lain yang mematok seseorang berdasarkan penampilan luarnya.

Memang banyak wanita yang mementingkan perihal fisik dan kecantikannya. Namun, tak adil rasanya jika mengategorikan semua wanita memikirkan hal yang sama. Buktinya, masih ada wanita yang tidak terlalu peduli dan ambil pusing dengan penampilan luarnya.

Mereka lebih ingin mengembangkan passion yang ada pada diri mereka daripada sibuk memolek lapisan luar saja. Walaupun begitu, tetap saja pada dasarnya semua wanita ingin terlihat cantik dan dipuja banyak pria maupun wanita.


Tapi, permasalahannya di zaman sekarang ini adalah ketika kecantikan dijadikan tolok ukur dalam beragai aspek kehidupan, termasuk pekerjaan dan pergaulan. Hal ini membuat wanita yang tidak termasuk ke dalam “standar cantik” kebanyakan orang merasa terintimidasi dan makin ragu akan dirinya sendiri.

Apa buktinya wanita cantik lebih dipermudah dalam pekerjaan maupun pergaulan? Banyak lowongan pekerjaan yang memfokuskan diri pada fisik dan penampilan. Salah satunya mungkin pramugari. Kenapa pramugari harus berparas cantik?

Dikutip dari Viva, sebuah studi dilakukan oleh Universitas of Colorado Boulder dengan melibatkan 355 peserta, pria dan wanita. Studi tersebut dilakukan untuk melihat apakah lamaran-lamaran fiktif yang dikirim ke sebuah perusahaan akan mendapat review lebih baik jika calon pelamar adalah wanita cantik. Dan jawabannya: Ya.

Fakta menyebutkan bahwa jika saat melamar pekerjaan si calon pelamar mencantumkan foto wajahnya yang cantik, maka respons calon penerima pekerjaan akan berbeda, ketimbang wanita lain yang melamar pekerjaan tanpa mencantumkan foto wajah cantik.

Bahkan studi ini menjadi pembahasan serius setelah diterbitkan di Organizational Behavior and Human Decision Processes. Stevanie Jhonson pemimpin penelitian tersebut percaya bahwa wanita yang bekerja di tempat mayoritas pria akan tetap bekerja dengan baik apabila lingkungan memberikan dukungan. Dan wanita cantik mendapatkan kemungkinan terbesar mendapatkan dukungan.

Kondisi ini membuat wanita lain yang tidak termasuk ke dalam “standar cantik” menjadi gagal dalam mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Survei bertajuk Indonesia Beauty Confidence Report 2017 yang dilakukan salah satu merek produk, yaitu Dove, mengungkapkan bahwa 84 persen perempuan Indonesia mengaku tidak tahu betapa cantiknya diri mereka sebenarnya, dan 72 persen percaya bahwa untuk mencapai kesuksesan, mereka harus memenuhi standar kecantikan tertentu.

Dalam pergaulan, dipercaya bahwa wanita cantik dapat bergaul dengan kelompok mana saja yang dia inginkan. Contohnya kelompok-kelompok populer yang isinya juga orang-orang cantik dan berwajah rupawan. 

Mereka dapat berkumpul dengan kalangan “sekelas” mereka dan orang-orang yang dianggap tidak memenuhi standar mending menjauh, tak usah ikut-ikutan. Ya, walaupun tidak selalu seperti itu.


Ajang-ajang kecantikan yang berfokus kepada fisik belaka dan menganggap wanita cantik itu adalah wanita yang tinggi semampai dan langsing sebenarnya juga dapat menciptakan mindset yang sama di kalangan masyarakat.

Bahkan, tidak sedikit wanita rela melakukan berbagai cara agar dapat terlihat cantik dan dicap sebagai wanita cantik. Seperti mengakalinya dengan berbagai produk make up dan kecantikan. Tak jarang juga ada yang rela melakukan perombakan di tubuh maupun wajahnya demi dapat terlihat “sempurna”.

Ini membuktikan bahwa rasa terintimidasi wanita yang merasa dirinya kurang cantik itu bukan sekadar masalah pada rasa percaya dirinya saja, melainkan ada suatu sistem di lingkungan yang memengaruhinya.

Kecantikan wanita seharusnya tidak dipandang berdasarkan satu kriteria, karena tidak semua wanita lahir dengan kriteria yang sama. Mereka lahir dengan keindahan yang berbeda-beda. Ada sesuatu dalam diri mereka yang membedakannya dengan wanita lainnya.

Lantas wanita seperti apakah yang bisa dikatakan cantik?

Cantik bukan perihal penampilan luar saja, tetapi juga perihal hati dan percaya diri. Tingkatkan rasa percaya dirimu dan tuluskan hatimu dalam setiap melakukan sesuatu. Tak perlu terlalu mendengarkan pendapat orang yang dapat menjatuhkanmu dan membuat kamu merasa terpuruk akan omongan itu.

Memperhatikan penampilan luar memang boleh-boleh saja. Tetapi jangan jadikan itu sebagai hal mutlak yang harus dipenuhi, sampai lupa mengembangkan potensi diri. Setiap wanita pada dasarnya dapat dikatakan cantik dengan cara mereka sendiri.

Jika kamu hanya berpatok pada penampakan luar, maka tidak akan ada habisnya. Karena standar kecantikan bisa saja berubah-ubah, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman.  

Tidak perlu merasa rendah diri dan iri hati pada paras orang lain. Makna cantik tidak sesempit itu. Cukup dengan lebih mencintai dan memancarkan keindahan yang ada dalam diri masing-masing itu sudah cukup. Karena pada dasarnya wanita yang jauh lebih cantik adalah wanita yang bisa mencintai dan menghargai dirinya sendiri. 


Artikel Terkait