Setiap manusia tentu memiliki jalan pikiran yang berbeda-beda dalam menjalani kehidupan. Dengan jalan pikiran yang jernih diharapkan manusia dapat mencapai tujuan hidup yang diinginkan. Pikiran jernih akan membuat manusia merasa mudah dan bahagia ketika melakukan segala aktivitas sehari-hari.

Tetapi, bagaimana jika manusia memikirkan segala hal dengan cara berlebihan? Istilah yang cocok untuk menggambarkan situasi tersebut adalah overthinking. Saat ini, overthinking sudah menjadi perbincangan yang hangat semua orang, tak terkecuali di kalangan mahasiswa yang mulai memikirkan masa depan.

Apa itu overthinking?

Overthinking adalah suatu keadaan di mana kita selalu memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Ketika overthinking kita memikirkan hal-hal tidak penting yang belum pasti akan benar-benar terjadi. Hal tersebut justru akan menimbulkan tekanan batin yang dapat mengganggu dalam beraktivitas.

Seseorang yang overthinking terlalu merenungkan masa lalu dan mencemaskan masa depan. Otak akan dihantui oleh pikiran pribadi yang lebih banyak memikirkan masalah daripada mencari solusi untuk menghadapi masalah yang sedang terjadi.

Beberapa contoh sikap yang menimbulkan overthinking adalah sebagai berikut.

  1. Selalu memikirkan perkataan orang lain

Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita akan menerima berbagai komentar, baik yang positif maupun buruk. Komentar yang buruk akan membuat kita menjadi kurang percaya diri kemudian kita akan berpikiran berlarut-larut mengenai komentar tersebut.

  1. Hanya berkutat dengan masalah yang terjadi

Setiap orang pasti akan menghadapi berbagai masalah dalam kehidupannya. Seseorang yang overthinking akan cenderung berlebihan mengenai masalah tersebut daripada segera untuk mencari solusinya.

  1. Terlalu merenungkan masa lalu

Masa lalu mungkin saja memberikan luka yang mendalam bagi yang mengalaminya. Seseorang yang overthinking akan terus memikirkan penyesalan daripada harus bangkit dari masa lalu tersebut.

  1. Terlalu mencemaskan masa depan

 Bagi mahasiswa tentunya berharap bisa mendapat ipk yang tinggi sehingga lulus cumlaude yang mestinya harus bersaing dengan mahasiswa lain. Orang yang overthinking akan merasa khawatir dan tidak sempat mempersiapkan berbagai hal karena terlalu banyak berpikir.

Dari beberapa contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang overthinking akan berlarut-larut dalam pikirannya daripada berusaha untuk mengatasi masalah tersebut seperti bisa menjadikan penyesalan dari masa lalu untuk diperbaiki dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Selain itu, khawatir akan kegagalan dapat diatasi dengan berusaha menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk mencapai keberhasilan. Dengan demikian, akan membangkitkan rasa percaya diri sehingga memudahkan dalam mencapai masa depan yang cerah.

Lantas, bagaimana dampak yang ditimbulkan akibat seseorang mengalami overthinking yang terus menerus?

  1. Sulit mengontrol emosi

Kebiasaan buruk overthinking akan membuat emosi menjadi tidak stabil sehingga orang yang overthinking akan cenderung merasa cemas, gelisah, menangis, bahkan akan merasa insecure karena sulitnya mengatasi masalah yang sedang terjadi.

  1. Menimbulkan stress yang cukup tinggi

Berbagai pikiran yang menumpuk di dalam otak akan menimbulkan stress yang cukup tinggi bagi orang yang overthinking. Mereka akan berlarut-larut dalam memikirkan masalah sehingga tidak akan membuat masalah berkurang justru akan menimbulkan masalah yang lain.

  1. Sulit untuk fokus dan berkonsentrasi

Terlalu banyak berpikir akan membuat seseorang hanya berfokus pada satu titik yang tidak beraturan sehingga akan berdampak pada sulitnya untuk fokus dan berkonsentrasi dalam melakukan berbagai aktivitas lainnya.

  1. Kehilangan hari-hari yang produktif

Seseorang yang mengalami overthinking dengan memikirkan segala hal yang berlebihan hanya akan membuang waktu secara percuma. Bahkan, terlalu banyak berpikir akan menyebabkan sulit tidur pada malam hari sehingga dapat menurunkan stamina tubuh untuk produktivitas.

  1. Kesulitan dalam menyelesaikan masalah

Terlalu berpikir secara berlebihan tidak akan dapat menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah karena orang yang overthinking tidak ada kesadaran untuk berusaha mencari cara dalam mengatasi masalah yang terjadi.

Dapat disimpulkan bahwa orang yang overthinking akan sulit untuk mengontrol emosinya, bahkan mengalami stress yang cukup tinggi. Mereka akan cenderung merasa khawatir, tertekan, cemas, menangis, susah tidur saat malam, dan kesehatan mental lainnya yang dapat menghambat dalam berproduktivitas.

Ngeri bukan, jika kita berlarut-larut dalam overthinking? Untuk itu, perlu adanya tindakan dari diri sendiri untuk mengatasi masalah overthinking, loh.

  1. Adanya kesadaran

Kesadaran akan diri sendiri dalam menghadapi masalah agar tidak berlarut-larut dalam masalah tersebut. Pikirkan “apa sih yang membuat diri ini selalu overthinking?”. Masalah yang datang itu harus dihadapi, bukan untuk dihindari!

  1. Membiasakan berpikir dengan jernih

Berpikir dengan jernih dalam menghadapi masalah akan meminimalisir timbulnya masalah yang lain. Masalah akan terselesaikan apabila kita tidak bersikap terburu-buru dalam mengambil keputusan dan mempertimbangkan konsekuensi apa saja yang berpengaruh untuk kedepannya.

  1. Bercerita kepada teman dekat yang dapat dipercaya

Ungkapkan berbagai benak pikiran yang mengganggu kepada seseorang yang tepat yang dapat dipercaya. Dengan demikian, akan mendapatkan feedback yang dapat dijadikan motivasi untuk mengambil langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah.

  1. Fokus untuk mengontrol pikiran

Fokuslah pada hal-hal yang membuat bahagia agar dapat mengontrol menumpuknya pikiran yang ada di otak. Nikmati waktu senggang dengan melakukan aktivitas atau hobi yang disukai agar tidak memikirkan hal-hal yang mengganggu pikiran.

  1. Apresiasi pada diri sendiri

Berikan penghargaan (self reward) terhadap diri sendiri atas kerja keras yang dilakukan walaupun dari hal yang kecil sehingga bisa menenangkan pikiran dan melupakan tentang overthinking. Misalnya, ucapkan “Terima kasih atas kerja keras hari ini. Aku yakin, aku pasti bisa.”

Overthinking merupakan kebiasaan buruk yang harus segera diatasi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih berbahaya bagi fisik maupun mental seseorang. Jangan terlalu memikirkan banyak hal yang hanya akan membuang waktu dan menurunkan stamina tubuh.

Lakukan aktivitas produktif agar terhindar dari overthinking. Nikmati setiap proses dalam menjalani kehidupan. Seperti jalan raya tidak hanya lurus, tetapi juga bercabang-cabang dengan setiap cabangnya memberikan surprise yang tidak bisa ditebak. Jangan lupa bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan.