Pada episode 408 Serial Drama Seri Ikatan CInta , dikisahkan bahwa Aldebaran mengunjungi rumah El Nino Prasetya (Nino) . Dia meminta Nino untuk tidak mengganggu anak (Reyna)  dan istrinya (Andin).

“Saya ke sini cuma ingin memberitahukan kepada Nino untuk tidak mengganggu anak dan istri saya,” kata Aldebaran.

Namun, Nino tetap ingin memperjuangkan haknya jika Reyna adalah anak kandungnya.

“Saya hanya ingin mencari kebenaran status Reyna, apa benar anak saya atau tidak. Saya kira itu hak saya,” ujar Nino.

“Anda berbicara tentang hak. Anda menceraikan Andin ketika anak itu masih ada dalam kandungan. Hak apa yang Anda punya?” tanya Aldebaran.

Sementara itu, proses persidangan Elsa masih berlanjut setelah Ricky memberikan kesaksian. Saat ini keberadaan  Elsa sudah dipindahkan dari tahanan posisi menjadi tahanan lapas.

Demikian kira-kira gambaran sinopsis sinetron “Ikatan Cinta” yang ditayangkan oleh RCTI Senin, 23 Agustus 2021 pukul 19.30 WIB.  Begitu menariknya cerita sinetron Ikatan Cinta, yang dibintangi oleh Amanda Manopo (Andin), Arya Saloka (Aldebaran), Glenca Chysara (Elsa), dan Evan Sanders (El Nino Prasetya).  Sehingga dapat menghipnotis semua penggemarnya dari desa hingga kota, dari kalangan anak muda hingga lanjut usia.

Sayangnya sinetron “Ikatan Cinta” yang Senin malam kemarin, yang sudah memasuki episode 408, tidak hanya menimbulkan kemarahan Aldebaran terhadap El Nino Prasetya saja tetapi juga menimbulkan kemarahan sang jago merah yang telah melahap  dua rumah milik warga RT 11 Padukuhan Krapyak Kulon Desa Pangungharjo. Baru sekitar tiga puluh menit, saking candunya menonton sinetron mas Al dan mba Andin, membuat Pak Sudar  lupa kalau malam itu  ia sedang merebus air dalam wadah ceret di atas tungku kayu bakar. Ngerti-ngerti si jago merah sudah melahap seisi  rumah Pak Sudar dan Pak Sukirman tetangga dekatnya.

Kejadiannya begitu cepat, sekitar pukul 20.02 WIB api yang berasal dari kayu bakar sebuah tungku milik Pak Sudar merambat ke tumpukan kayu yang lainnya dan seluruh isi rumah miliknya. Tidak hanya rumah milik Pak Sudar, rumah milik Pak Sukirman tetangga dekatnya pun  turut menjadi amukan si jago merah yang sulit untuk dipadamkan. Dalam sekejap mata 2 rumah milik warga Krapyak Kulon RT 11 ludes sudah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran Senin 23 Agustus 2020, malam itu.

Sukiratmanto, SE, MM, selaku  Ketua RT 11 Krapyak Kulon dengan bersedih mengatakan,” bahwa semua warganya yang berjumlah 8 orang yang menghuni 2 rumah tersebut semuanya dalam kondisi selamat”, Adapun nama korban selamat dari peristiwa kebakaran tersebut adalah sebagai berikut :

  • Rumah milik Pak Sudar, korbannya terdiri  dari 2 warga  : Pak Sudar dan Ibu Parginem
  • Rumah milik Pak Sukirman, korbannya  terdiri dari  6 warga, antara lain :
  • Pak Sukirman, Ibu Mujirah, Rendi, Fauzan, Pak Suhardiyanto dan Ibu Tara.

Lebih lanjut  Ketua RT 11 Krapyak Kulon menambahkan,” bahwa untuk menindak lanjuti tetek bengeknya demi untuk  memfasilitasi   korban kebakaran tersebut, pihak RT 11 Krapyak Kulon sudah membentuk tim satgas RT 11, dan bertindak sebagai ketua tim satgas adalah Suraji Widarto.  Pihak RT 11 juga telah membuatkan rekening BRI dengan nomor 1577-01-009592-53-5 an Sukiratmanto, SE, MM semua donasi insya Allah 100 % akan disalurkan semua kepada korban yaitu keluarga Pak Sudar dan keluarga Pak Sukirman”.

Sementara menurut pengakuan Pak Suraji Widarto, sebagai ketua tim satgas RT 11 mengatakan,”  saat ini tim satgas RT 11 belum dapat menghitung secara rinci berapa rupiah kerugian yang diderita oleh kedua kepala keluarga akibat korban kebakaran tersebut”.  Ia menambahkan,” saat ini, sudah ada beberapa bantuan baik dari lembaga formal maupun pribadi”.

Fenomena Sinetron Ikatan Cinta membawa malapetaka, harus disikapi dengan hati yang jernih, oleh semua pihak. Karena bagaimanapun, suguhan tontonan sinetron di era pandemi Covid-19 sebagai salah satu  hiburan yang saat ini diperbolehkan ditonton oleh rakyat kecil seperti Pak Sudar, diantara beberapa tontonan rakyat lainnya yang tidak diperbolehkan diadakan di era pandemi covid-19 ini, seperti konser live musik dangdut, tanggapan wayang semalam suntuk, tontonan jathilan, sholawatan Habib Syech, dan lain sebagainya.

Intinya kecanduan sinetron Ikatan Cinta  boleh-boleh saja, tetapi terkait urusan keselamatan jiwa tidak boleh diabaikan atau dilalaikan. Seperti halnya  menjaga jiwa kita dari ancaman Covid-19. Tidak  boleh abai dengan protokol kesehatan., seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Ketika ada warga yang punya gejala sakit mirip gejala Covid-19 segeralah memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Kemudian wayahe vaksin yo mangkat vaksin. Jangan sampai abai. Jangan sampai lalai.

JUNAEDI SE , esais Mbantul  crew Sanggar Inovasi Desa